
Dengan wajah kusut nya,kini Regan pun berjalan menyusul Bintang yang sudah lebih dulu keluar dari dalam kamar.
Sedangkan Bintang kini sudah berada di tengah-tengah keluarga besarnya.
" Mana suami mu sayang? " tanya mama Nita karena melihat Bintang hanya sendiri.
" Masih di belakang ma, " ucap Bintang sambil mengedarkan pandangannya mencari sosok suaminya, " nah, itu dia ma, " ucapnya lagi yang mendapati Regan berjalan kearah nya dengan wajah kusut dan koper kecil di tangannya.
" Kau kenapa lagi sayang? kenapa wajahmu seperti itu! " tanya mama Nita yang kini bertanya pada Regan yang sudah berada di samping nya itu.
" Regan tidak papa, " jawab Regan dengan ketus nya.
Sementara mama Nita yang tidak sadar jika tadi mengganggu aktivitas putranya itu pun hanya membuang nafas kasar.
Kini tampak Bintang yang tengah memeluk bu Dewi erat,terlihat jelas dari raut wajahnya bahwa ia tak rela jika harus berpisah dengan mamanya itu.
" Bintang pasti akan merindukan mama, " ucapnya yang masih enggan melepas pelukannya.
" Kau ini seperti mama mau pergi jauh saja, kalau kau rindu tinggal temui mama di rumah kalau tidak bisa, kau kan bisa panggil mama lewat sambungan video call, " ucap bu Dewi.
" Hemmmm..., baiklah,mama jangan lupa hubungi Bintang kalau sudah sampai di rumah, " ucapnya dengan raut wajah yang tampak sedikit sedih.
" Iya, " jawab Bu Dewi sambil memegang wajah cantik putrinya itu, " mama pamit ya nak,bu Nita, tuan Williams saya pamit pulang," ucapnya lagi yang kini berbicara pada Regan, mama Nita dan tuan Williams.
" Iya ma, hati-hati di jalan, " ucap Regan dengan senyum tipisnya yang di balas dengan anggukan kepala dan senyuman hangat oleh bu Dewi.
" Kalau ada apa-apa langsung hubungi kami Bu, " imbuh mama Nita.
" Iya, terimakasih bu, saya jalan dulu, " ucap bu Dewi dengan sedikit membukukan badannya, " iya bu hati-hati " jawab mama Nita dengan senyuman hangat nya.
Kini bu Dewi pun berjalan ke arah mobil yang akan membawanya pulang dan di susul oleh keluarga besarnya yang baru saja selesai berpamitan dengan Regan, Bintang, mama Nita dan Tuan Williams.
Kini Tampak mobil yang membawa Bu Dewi beserta keluarga sudah benar-benar meninggalkan hotel mewah Regan.
" Ayo masuk mobil, giliran kita sekarang yang pulang, " ucap nama Nita mengajak Regan,Bintang dan Tuan Williams yang masih berdiri menatap mobil rombongan bu Dewi yang sudah tak tampak lagi itu.
Kini mereka semua pun masuk kedalam mobil yang di kemudikan pak Jang, mobil pun kini melaju pulang.
" Sayang, aku dari kemarin tak melihat soulmate mu, kemana dia? " tanya Bintang pada Regan yang duduk di sampingnya itu.
" Soulmate ku? siapa? " ucap Regan yang malah balik bertanya.
" Manusia serbaguna yang hobi melotot, " jawab Bintang.
Tampak Regan yang mulai berfikir siapa yang di maksud oleh istrinya itu.
" Apa yang kau maksud David? " tanya Regan memastikan,karena yang ia lihat Davidlah yang sering melototi Bintang dulu.
" Iya siapa lagi, " jawab Bintang malas.
" Kau ada-ada aja sih sayang, bagaimana bisa kau bilang dia soulmate ku ?" protes Regan tak terima.
" Kalian kan selalu bersama dan tak terpisahkan,jadi enggak salah istrimu bilang begitu,mama aja dulu mengira kalian pacaran, " sahut mama Nita yang dulu sempat mengira putranya itu berubah haluan karena kemana-mana selalu bersama David.
" Hah!kok bisa ma? " ucap Bintang yang kini menatap suaminya penuh arti.
" Iya sayang, dulu Regan kan gak mau di dekati wanita,sehari-hari hanya bersama David terus, bagaimana mama gak berfikir seperti itu! "
" Mama jangan ngada-ngada,Regan masih normal ma, " ucap Regan tak terima.
" Iya mama percaya, itukan cuma ketakutan mama dulu, " jawab mama Nita.
" Jangan-jangan dulu kau beneran pacaran lagi, sama asisten mu itu! " goda Bintang dengan senyuman menyeringai.
" Sayang bagaimana bisa kau bilang seperti itu! kau kan sudah lihat sendiri Jeck bisa berdiri tegak di dekatmu, " seketika Bintang pun membungkam mulut suaminya yang bocor itu.
Sementara Tuan Williams dan mama Nita yang mendengar ucapan Regan pun tertawa lepas.
" Ha..ha..ha..,langsung on ya Rey? " ucap Tuan Williams yang ikut menimpali.
Kini wajah Bintang pun merah merona menahan malu,ia pun menatap tajam suaminya itu.
" Kenapa kau harus katakan itu! " bisik Bintang kesal.
" Habisnya kau meragukanku, " jawab Regan cuek.
" Aku kan hanya bercanda,sekarang cepatlah hubungi asisten mu,apa kau tidak khawatir padanya? " ucap Bintang yang mulai khawatir dengan David karena tak melihatnya dari kemarin.
" Kenapa aku harus mengkhawatirkan nya? berhentilah menggodaku! " ucap Regan yang mengira Bintang sedang menggoda nya.
" Siapa yang menggodamu? dari kemarin David tak menampakkan batang hidungnya,apa kau tak ingin tau dia dimana?bagaimana kalau terjadi sesuatu padanya? "
" Oh ya, kau benar sayang, berani sekali dia tak menghadiri pesta pernikahan ku, sampai sekarang pun dia belum memberi ku ucapan selamat, " bukannya khawatir Regan malah kesal pada David,kini ia pun mulai mengambil ponselnya untuk menghubungi David.
" David ada di rumah kita sayang, dia dari kemarin sedang menjinakan pengacau kecil, " ucap mama Nita yang membuat Regan mematikan panggilannya.
" Pengacau kecil? " tanya Regan tak mengerti.
" Cello,dia tidak terima saat mendengar kau akan menikah dengan Bintang, dia terus menagis dan ingin membunuhmu, kau tau sendiri apa jadinya jika Cello menghadiri pesta mu bukan? karena itulah David kemarin tak datang di pesta pernikahan mu, dia membujuk Cello untuk tetap di rumah, " ucap mama Nita yang menceritakan kejadian yang tidak di ketahui oleh Regan itu.
Regan pun hanya mendengus kesal.
" Dasar tuyul tengil! " ucapnya mengingat kelakuan Cello yang meyebalkan.
Pasalnya pagi itu sebelum acara akad nikah Cello terus menangis dikamar hotel yang ia tempati bersama daddy nya itu,ia tak terima jika Regan dan Bintang akan menikah,mama Nita, dan juga Kevin terus mencoba menenangkan Cello,hingga akhirnya David datang dan berhasil membujuk Cello,dirasa Cello sudah cukup tenang,mama Nita dan Kevin pun meninggalkan kamar itu dan menyuruh David agar terus menemani Cello agar tidak membuat kekacauan di pesta pernikahan Regan,akhirnya David pun memilih mengajak Cello untuk pulang ke rumah.
Sedangkan di tempat lain tampak David yang sedang di bantu Kevin untuk memberi kan obat tetes mata pada matanya.
Mereka kini sedang duduk berhadapan di sofa panjang yang ada di rumah Regan.
" Kau harus membayar ini semua Tuan! " ucap David yang diam mematung karena Kevin sedang meneteskan obat ke matanya.
" Jangan minta padaku,minta pada bos besarmu, " ucap Kevin yang masih berusaha meneteskan obat pada mata David.
" Oh Tuhan,kenapa nasibku menyedihkan sekali, " gumam David meratapi nasibnya sendiri.
Sementara Kevin di buat kesal karena David terus saja berkedip hingga membuatnya sulit meneteskan obat tepat ke dalam mata David.
" Matamu bisa diam tidak! " bentak Kevin yang membuat David terkejut.
" I.. iya Tuan, " jawab David dengan wajah masamnya.Ia pun berusaha untuk tidak berkedip.
" Berbaringlah, " ucap Kevin menyuruh David berbaring karena menurutnya posisi itu akan memudahkannya.
" Tuan mau apa? " tanya David menyelidik sambil menutup dadanya dengan kedua telapak tangannya.
" Kau fikir aku doyan dengan terongmu! " ucap Kevin kesal karena David mengira jika dirinya akan berbuat yang tidak-tidak.
" Saya hanya takut Tuan berubah haluan, " ucap David dengan senyum garingnya.
" Bisa-bisanya kau berfikir seperti itu! " dengan satu pukulan mendarat di kepala David, " cepatlah berbaring biar ku tuang nih obat ke matamu! " ucapnya lagi kesal.
" Jangan di tuang Tuan, cukup dua sampai tiga tetes saja, kau mau membuatku kehilangan mataku ! " gerutu David sambil membaringkan tubuhnya.
" Kenapa aku harus peduli padamu, " ucap Kevin yang tak mengerti dengan sikapnya sekarang,ia bingung kenapa ia harus mau susah-susah membantu David mengobati matanya yang kering.
Dengan perlahan Kevin pun mulai meneteskan obat pada mata David yang sudah terbuka lebar.
Sedangkan di sisi lain mobil yang di tumpangi Regan,Bintang dan kedua orang tuanya sudah berhenti tepat di depan rumah mereka.
" Selamat datang di rumah barumu sayang, semoga kau nyaman tinggal di sini, " ucap mama Nita pada Bintang yang kini sudah berdiri di depan pintu rumahnya.
" Pasti Bintang nyaman ma,karena di sini Bintang tinggal bersama suami yang menyayangi Bintang dan orang tua yang baik seperti mama dan papa, " jawab Bintang dengan senyuman manisnya.
" Ah kau bisa saja! ya sudah ayo masuk, " ucap mama Nita yang kini merangkul Bintang untuk masuk rumah dan di ikuti oleh Regan dan Tuan Williams di belakang mereka.
Sementara di ruang tamu Kevin masih saja belum berhasil mengobati mata David.
" Berhentilah berkedip!ku colok juga nih mata! " ucap Kevin kesal karena David masih terus berkedip hingga membuatnya sulit meneteskan obat ke dalam mata David.
" Kenapa kau tega sekali Tuan, ini semua karena ulah anak tengil itu, heran tuh anak sebenarnya anak manusia atau bukan sih! " gerutu David yang langsung di hadiahi pukulan lagi oleh Kevin.
" Jadi kau anggap aku bukan manusia hah! " ucapnya kesal karena yang di maksud adalah Cello anak laki-laki nya.
Sedangkan Mama Nita,Tuan Williams, Regan dan Bintang yang sudah berada di ruang tamu melongo mendapati posisi Kevin yang kini duduk di atas tubuh David yang sedang berbaring itu.
" Apa yang kalian lakukaaaaaaan..., " teriak mama Nita yang membuat Kevin terkejut hingga tak sengaja mencolok mata David.
" Oh mataku yang berharga sungguh mengenaskan sekali nasibmu, " ucap David meratapi nasibnya sambil menutup matanya yang sakit.
" Sorry.. sorry Dav, aku tidak sengaja, " ucap Kevin merasa bersalah.
Kini David pun mendorong tubuh Kevin dari atas tubuhnya hingga membuat Kevin jatuh terjungkal.
" Kalian ini apa-apaan sih! " tanya mama Nita emosi.
" Bibi jangan salah faham, kevin sedang mengobati mata David yang kering lihatlah matanya tandus bagai gunung Sahara, " ucap Kevin berusaha menjelaskan.
" Oh Tuhan semoga ini bukan karena aku pernah mengumpatinya, " gumam Bintang dalam hati mengingat tempo dulu pernah mengumapati David agar matanya kering tandus seperti gunung Sahara karena terus menatapnya tajam.
" Sebenarnya apa yang terjadi? kenapa dengan matamu Dav? " tanya Regan.
" Tuan muda Cello, dia terus menyuruhku melotot semalaman hanya karena dia ingin bisa sepertiku, " jawab David dengan mata yang memerah.
Semua yang ada disitu pun tertawa mendengar pengakuan David.
" Kau konyol sekali Dav! kau kan bisa menolaknya, sekarang cepatlah ke dokter,periksakan matamu itu! " ucap Regan menahan tawanya.
" Baiklah saya permisi Tuan, " ucapnya lesu.
" Sialan malah di ketawain, mereka tidak tau bagaimana perjuanganku selama semalaman suntuk! " gerutu David dalam hati.
" Aaaarrrggghhh...,bunuh saja aku sekarang Tuan, bunuh saja aku! " teriaknya putus asa.
Bukanya kasihan kini semuaa orang yang ada di sana kembali tertawa karena melihat kelakuan konyol David. Jarang-jarang kan?
" Aku akan memberimu gaji lima kali lipat atas kerja keras mu ini! terimakasih sudah banyak membantuku, " ucap Regan pelan sambil merangkul bahu David.
David yang mendengar kata lima kali lipat dari mulut Regan pun semangat nya kembali berkobar.
" Baiklah Tuan saya permisi,saya pastikan akan menghandle semua pekerjaan kantor dengan baik, " ucapnya kembali ke David yang dingin, tegas dan berwibawa.
Regan pun hanya menggelengkan kepalanya melihat kelakuan David.Kini ia pun merangkul Bintang untuk naik ke lantai atas menunju kamarnya.
" Ayo sayang! " ucapnya tanpa menghiraukan orang-orang yang ada di sekitarnya.
" Hei! bagaimana dengan ku! kau juga harus membayar ku lebih, " teriak Kevin pada Regan yang sudah menapaki tangga menuju kamarnya itu.
" Kau minta saja pada Tuan Williams, bukankah dia bos mu? " jawab Regan dengan santainya.
Kini Kevin pun menatap Tuan Williams penuh arti.
" Bagaimana paman, sepuluh kali lipat? " ucapnya menggerak-gerakan alisnya naik turun.
" Gratiiiis! " jawab Tuan Williams yang kemudian berlalu pergi.
" Paman! itu tidak adil! " ucap Kevin yang kini terus mengekori Tuan Williams.
Sementara mana Nita tampak bahagia,hal sederhana namun membuatnya marasa begitu gembira.
" Semoga secepatnya Tuhan menghadirkan cucu dirumah ini, agar suasana rumah ini semakin ramai, " ucapnya nyang kemudian melangkah menuju kamarnya.
Sedangkan Regan dan Bintang kini mulai memasuki kamar Regan yang sekarang menjadi kamar mereka berdua.
Regan yang melihat ranjang empuknya pun langsung membaringkan tubuhnya di sana.
Sementara Bintang masih mengedarkan pandangannya ke seluruh penjuru kamar.Ia pun tersenyum tipis saat mendapati tatanan kamar Regan tidak berubah,masih sama seperti saat terakhir ia menata kamar itu.
" Aku tidak memindahkan satu benda pun dari posisinya, " ucap Regan yang melihat istrinya sedang memperhatikan kamarnya itu.
" Kenapa? " tanya Bintang.
" Karena kau sudah menempatkannya di tempat yang benar, "
" Bilang saja jika hasil karyaku ini memang sangat bagus, aku dulu menata kamar mu dengan penuh perasaan, " membungkam mulutnya sendiri karena tanpa sadar mengucapkannya.
" Ah,ketahuan kan kalau aku dulu udah naksir dia, dasar mulut durjana! " batin Bintang.
Regan pun tersenyum tipis melihat kelakuan istrinya itu.
" Aku tau kalau kau sudah menyukai ku dari dulu, " mulai memeluk tubuh istrinya dari belakang.
" Ih kepedean,aku bilang penuh perasaan itu maksudnya aku ikhlas melakukannya," jawabnya beralasan,entah kenapa Bintang terlalu gengsi untuk mengakui perasaannya dulu.
" Oh,ikhlas? " ucap Regan menahan senyumnya karena tau jika istrinya itu sedang beralasan, " kau mau tau tidak kenapa aku tidak merubah tatanan kamar ini, " Ucapnya lagi.
" Kenapa? "
" Karena aku ingin perasaan orang yang menata kamar ini tetap di sini dan selalu bersama ku, "
Bintang pun kini menoleh ke arah suaminya yang terus nemplok di punggungnya itu.
" Jadi kau berharap seperti itu, kau menyukai ku sudah dari dulu? "
" Aku mulai tertarik padamu saat pertama kali kita bertemu,dan aku mulai menyukai mu sejak pertama kali kau masuk kerja menjadi sekretaris ku!
" Lalu kenapa sikapmu begitu buruk padaku! " protes Bintang.
" Ya karena nona Regan perlu di training dulu sebelum benar-benar mendapatkan hati Tuan Regan, " jawabnya santai tanpa mau mengakui bahwa dirinya terlalu gengsi untuk mengungkapkan perasaan nya waktu itu.
" Kau menyebalkan sekali! " gerutu Bintang kesal.
Regan yang melihat wajah menggemaskan istrinya itu pun langsung mencium bibir mungil yang sedang mengerucut karena kesal itu.
Sementara Bintang membelalakan matanya karena terkejut menerima serangan mendadak dari suaminya itu.
Regan yang merasakan manisnya bibir istrinya itupun mulai ******* nya namun ciuman itu berlangsung tidak lama karena Bintang melepaskan ciuman dari suaminya itu.
" Sayang, aku mau menata pakaian ku dulu, " ucap Bintang yang ingin memasukkan pakaiannya ke dalam almari.
" Biar nanti bi inah saja, " ucap Regan yang masih ingin melanjutkan aktivitas tadi.
" Jika kita masih bisa melakukannya sendiri kenapa harus menyuruh orang lain, biarkan bi Inah mengerjakan pekerjaan yang lain, " jawab Bintang pelan.
" Ya sudah tapi nanti setelah kita menyelesaikan aktivitas ini, " mulai membaringkan tubuh Bintang di atas ranjang.
Regan pun mulai mencium bibir mungil istrinya lagi, lidah yang saling bertautan dan saling hisap pun membangkitkan gairah mereka.
" Sayang aku ke kamar mandi dulu ya, " ucap Bintang yang seperti menahan sesuatu di bawah sana.
" Hah! "
" Aku kebelet pipis, " ucap Bintang yang mulai menyilang kedua pahanya untuk menahan sesuatu yang ada di dalam sana agar tidak keluar.
" Pipis? hmmm.. iya, baiklah, " ucap Regan datar tanpa ekspresi.
Bintang pun bergegas berlari ke arah kamar mandi.
" Sabar Jeck, sebentar lagi, "
gumam Regan yang tanpa sadar mulai tertidur,Regan yang semalaman menghabiskan waktunya untuk berolahraga membuat nya kini tak kuasa menahan rasa kantuk nya.
Kini tampak Regan yang tertidur pulas di ranjangnya.
Bintang yang baru saja keluar dari kamar mandi pun menghampiri suaminya yang tengah tidur dengan pulasnya itu.
" Dia tidur? bukankah dia baru bangun, kenapa sekarang sudah tidur lagi?mungkin dia terlalu lelah setelah pesta kemarin, " ucapnya yang mulai mencium pipi suaminya itu, kini Bintang pun memilih untuk menata semua barang bawaannya, mulai dari pakaian, alat make up dan yang lainnya.
Bintang yang sudah menyelesaikan aktivitasnya pun memilih untuk keluar kamar, ia yang kini sedang menuruni tangga melihat mama Nita,Neni dan bi inah yang sedang sibuk di dapur.
" Ma, " panggil Bintang yang kini sudah berada di samping mama Nita.
" Lho sayang, kenapa kesini? kau istirahat saja di kamar? " tanya mama Nita terkejut dengan kedatangan Bintang.
" Bintang sudah istirahat kok ma,mama mau masak apa? biar Bintang bantu, " ucap Bintang yang melihat banyak bahan masakan di depan ibu mertuanya itu.
" Tidak usah sayang, kau duduk saja di sini,kau pasti lelah setelah pesta kemarin,tadi malam kau juga pasti tidak bisa tidur karena ulah suamimu,ya kan? biar mama di bantu bi Inah sama Neni saja, " ucap mama Nita sambil menuntun Bintang untuk duduk di kursi.
" Bintang enggak papa kok ma, biar Bintang bantu mama, " ucap Bintang yang kini beranjak dari kursinya.
" Ya sudah kalau begitu,bantu mama masak untuk makan siang nanti, " ucap mama Nita.
Kini tampak mama Nita dan Bintang yang mulai sibuk memasak.
Sementara Neni menahan tawa saat mengingat kata-kata Mama Nita.
" Kira-kira gimanaa ya bi Tuan Muda melakukannya? " bisik Neni karena tak percaya jika Tuan muda yang ia kenal dingin dan ketus itu benar-benar menikah.
" Ssssttt... kau ini, jangan berfikir yang macam-macam! " ucap bi Inah dengan suara berbisik juga.
Neni pun hanya diam dengan wajah masamnya.
Sedangkan di kamar nya, Regan yang terbangun mulai mencari sosok Bintang, ia yang tak mendapati Bintang pun kini mulai keluar dari kamarnya.
" Aish! kenapa aku bisa tertidur! " gerutunya pelan yang kini sudah mendapati Bintang sedang sibuk di dapur, kini ia pun berjalan menghampiri istrinya itu.
" Masak yang enak ya sayang, " ucapnya sambil mencium pipi mulus istrinya itu.
Semua mata yang ada di sana pun seketika menatap dua manusia yang baru menjadi suami istri itu.
" Ya! anggap saja kita ini tutup galon, tutup panci, tutup ember, tutup gelas! " ucap Kevin yang sedang mengambil minum dari kulkas itu.
" Sayang kau apa-apaan sih! " bisik Bintang yang malu dengan kelakuan suaminya yang tidak tau tempat itu.
" Kenapa,kau mau lagi? " goda Regan sambil mendekatkan wajahnya lagi.
Bintang pun menatap tajam suaminya.
" Cium ni tomat! " ucapnya menaruh tomat di bibir Regan.
" Udah ke kamar aja sana,cepet cetakin junior buat mama, " celetuk mama Nita yang membuat wajah Bintang semakin merah merona.
" Bisa-bisanya kalian tak memikirkan nasib duda keren ini! " ucap Kevin yang kini berlalu pergi karena tak kuasa melihat ke uwuan pasangan suami istri itu.
Semua yang ada di sana pun tertawa melihat sikap Kevin.
" Dasar duda ngenes! " ucap Regan pelan.
_
_
_
_
Ma'af lama menunggu 🙏🙏🙏🙏
tetap tinggalkan jejak kalian 😉
Happy Reading 😊