My Big Boss

My Big Boss
Detik-detik



Kini tampak wajah David yang putih pucat bak mayat hidup karena Regan yang baru saja membuka pintu menatapnya dengan tatapan membunuh.


" Ada apa! " ucap Regan dengan wajahnya yang tampak begitu kesal.


" Tuan Andrew, beliau baru saja datang dan sekarang ingin bertemu Tuan, " ucap David sedikit gugup.


" Hmmm, baiklah suruh tunggu sebentar, " ucap Regan yang kini kembali menutup pintu nya.


Regan pun kini berjalan menghampiri Bintang yang sedang kesusahan membuka resleting gaunnya.


" Ada rekan bisnis ku di luar,aku harus menemuinya, " ucapnya yang kini memeluk tubuh istrinya dari belakang.


Bintang pun seketika berwajah masam karena Regan mengganggu aktivitas nya.


" Apa perlu aku temani? " tanya Bintang.


" Tidak, kau mandilah dan setelah itu cepatlah istirahat, " ucap Regan yang kini mulai melepas pelukannya.


" Hmmm.. baiklah,sekarang cepatlah temui rekan bisnismu itu, " ucap Bintang yang kini memutar badannya dan mulai merapikan pakaian yang di kenakan suaminya itu.


" Cium dulu, " ucap Regan yang kini mulai memonyongkan bibirnya kedepan.


" Merem, " suruh bintang singkat.


" Tidak, kau pasti mau mengerjaiku lagi, " ucap Regan dengan wajah masamnya mengingat tempo dulu Bintang mengerjainnya.


Bintang pun tersenyum tipis mengingat kelakuannya dulu,kini ia mulai sedikit menjijitkan kakinya dan cup... satu kecupan mendarat tepat di bibir manis Regan yang membuat Regan sedikit terkejut karena menerima ciuman dari istrinya yang tiba-tiba itu, Regan pun kini mulai menatap wajah istrinya yang kini merah merona bak udang rebus.


Regan yang tau jika istrinya itu masih malu-malu kucing pun mulai menggodanya.


" Nambah lagi dong, tapi kali ini yang lama ya? " ucap Regan dengan senyuman liciknya.


" Ih,malah ketagihan!udah sana cepet temui rekan bisnis mu, " mendorong tubuh suami liciknya itu ke arah pintu.


" Tapi nanti lagi ya, " masih tetap usaha.


" Baiklah, tapi biarkan aku membantu mu dulu, "


" Bantu apa? " tanya Bintang bingung atas tawaran suaminya itu.


" Kau tadi kesusahan membuka bajumu bukan? sini aku bantu buka resleting nya, " tawar Regan.


" Pasti ada niat terselubung, ya kan? "


" Tentu saja, aku ingin sekali melahap mu sekarang, " goda Regan.


Bintang pun bergidik ngeri mendengar ucapan suaminya itu.


" Aku tak perlu bantuan mu, aku bisa sendiri, " ucap Bintang yang terus berusaha membuka resleting nya sendiri tapi terus gagal.


Regan yang melihat nya pun mulai menghampiri istrinya yang keras kepala itu.


" Nona Regan kenapa keras kepala sekali, " ucapnya yang kini dengan perlahan membuka resleting gaun Bintang yang membuat Bintang kini membulatkan matanya karena terkejut.


Sedangkan Regan kini harus menelan silvanya sendiri karena mendapati punggung istri nya yang tampak putih mulus.


Bintang yang sadar bahwa gaunnya sudah terbuka pun bergegas membalikkan badannya sebelum hal-hal yang belum ia inginkan terjadi.


" Hmm.. iya, iya,terimakasih sayang..," ucapnya sambil menuntun suaminya itu keluar.


" Mau sekalian dibantu bukain bajunya tidak? "godanya dengan senyuman licik yang mulai merekah di bibirnya.


" Sayaaaang, kapan kau mau menemui rekan bisnis mu, kasian tu mereka sudah menunggu dari tadi, " ucap Bintang dengan wajah yang merona karena Regan terus saja menggodanya.


" Iya..iya.., cepatlah mandi dan tidurlah,aku keluar dulu, " ucap Regan yang sekilas mencium kening istrinya itu dan kini berlalu pergi.


" Aaaah...dia manis sekali, " batin Bintang yang begitu bahagia menerima sikap manis dari suaminya itu,ia pun kini kembali menutup pintu kamarnya.