My Big Boss

My Big Boss
Kecewa



Sinar mentari pun mulai menyapa, Bintang yang lebih dulu bangun kini menatap wajah suaminya yang terus memeluknya itu.Ia berharap suaminya akan menjelaskan semuanya tanpa ada lagi yang di tutupi.


" Kenapa menatap ku seperti itu? " suara Regan yang mengejutkan Bintang.


" Kau sudah bangun? " tannya nya kini.


" Aku sudah bangun sebelum kau bangun. "


" Lalu kenapa pura-pura tidur! "


" Aku sedang membiarkan istri ku menikmati wajah tampan ku, " ucapnya percaya diri.


Bintang pun kini menaikan sebelah bibirnya.


" Huh! dasar manusia super pede! sekarang cepatlah cerita! " ucapnya menagih cerita semalam.


" Cerita apa? "


" Jangan pura-pura lupa! " Bintang pun menatapnya tajam.


Regan pun kini tersenyum garing,mana mungkin dia lupa,semalaman dia tidak bisa tidur hanya karena terus memikirkan itu.


Kini Regan pun mengusap lembut pipi istrinya.


" Apapun yang akan aku katakan nanti percayalah bahwa aku mencintaimu, dan hanya mencintaimu. "


Bintang pun sedikit bingung dengan ucapan suaminya, kenapa harus berkata seperti itu? Ia pun kini mengangguk saja agar suaminya itu cepat bercerita, ia sudah tak sabar mendengar penjelasan suaminya, akankah suami tampanya itu mengakui kebohongannya atau malah akan menutupinya dengan kebohongan lain.


Mereka pun kini duduk saling berhadapan, Bintang kini mengikat rambutnya sembarangan namun kelihatan lebih seksi karena leher jenjangnya yang terekspos.


Sementara Regan tampak terlihat gugup untuk mulai berbicara.Ia pun kini mengusap lembut tangan istrinya.


" Sayang, sebenarnya kemarin aku ada di rumah sakit ma'afkan aku karena sudah membohongi mu,ada seseorang yang sedang sakit dan dia membutuhkan bantuan ku,tapi aku tidak akan membantunya jika kau tidak mengizinkan nya, " ucapnya dengan lirih.


Bintang pun merasa lega, ternyata suaminya kini jujur dan mau mengakuinya.


" Kau tidak perlu meminta izin dulu padaku jika ingin membantu orang,aku pasti akan mengizinkan mu, memangnya siapa yang sakit? "


" Tania. "


Bintang pun kini memicingkan matanya.


" Tania? aku tidak pernah mendengar nama itu, siapa Tania? "


Regan pun terdiam, walaupun ragu dia harus tetap mengatakan yang sejujurnya.


" Dia mantan tunangan ku, " ucapnya dengan lirih.


Seketika dada Bintang pun terasa sesak.Entah kenapa rasanya sakit sekali mendengarnya.Kenapa suaminya masih peduli dengan mantan kekasihnya?


Mata indah itupun kini terlihat rapuh,berkaca-kaca seakan ingin menangis.


" Jadi wanita yang ada di foto itu masih hidup? "


Regan pun mengangguk.Membuat dada Bintang kini semakin sesak,rasanya hatinya begitu hancur.


Kenapa wanita itu harus muncul di saat Regan sudah bersamanya?


Kenapa wanita itu harus muncul di saat dia benar-benar mencintai laki-laki yang ada di hadapannya?Lalu kenapa sekarang suaminya harus peduli?Apa karena suaminya masih mencintainya?


Bintang pun kini menatap suaminya.Mata yang nanar itupun kini menatap mata laki-laki yang ia cintai.


" Jangan bilang kau pulang malam karena menemani wanita itu?


" Ma'af kan aku, " ucapnya lirih.


Air mata itu pun tak bisa lagi ia tahan, air mata itu mengalir dengan sendirinya.Bintang pun kini memalingkan wajahnya berusaha menahan air matanya agar tidak tumpah.


Regan yang melihatnya pun kini memeluk tubuh istrinya.


" Sayang,percayalah aku menemaninya bukan karena aku masih mencintai nya, aku hanya merasa kasihan karena dia begitu tersiksa selama ini.Ma'af kan aku jika pengakuan ku menyakiti mu,aku hanya ingin berkata jujur padamu,aku tidak ingin menyembunyikan apapun darimu,jika kau tidak mengizinkan nya,aku tidak akan membantunya. "


Bintang pun tetap diam, haruskah dia percaya dengan suaminya? bukankah wanita itu adalah wanita yang sangat dia cintai dulu? mungkinkah semau perasaan itu benar-benar suda hilang?


Kini Bintang pun melepas tangan suaminya yang tengah memeluknya itu,entah kenapa dia tidak bisa percaya begitu saja,hatinya sakit mengetahui kebenaran yang ada, rasanya ia tak mau lagi melihat wajah suaminya itu.Bintang pun kini berjalan keluar.


Sementara Regan yang melihatnya pun bergegas menarik tangan istrinya.


" Sayang,kau tidak percaya padaku? "


" Bagaimana aku bisa percaya pada mu setelah kau diam-diam menemuinya!kau bahkan menemaninya hingga tengah malam, kau masih sangat peduli padanya,apa aku harus percaya jika kau bilang sudah tidak mencintai nya? "


" Jika kau mencintai ku kenapa kau tidak abaikan saja mantan kekasih mu itu!kenapa kau ingin sekali membantunya?"


" Aku tidak tega melihatnya tersiksa. "


" Jika aku mengizinkan mu apa kau akan merawatnya? "


Regan pun diam tak bisa menjawab membuat Bintang kini tampak begitu kecewa.


" Kenapa suamiku harus peduli dengan mantan kekasihnya?kenapa dia tidak memikirkan perasaan ku! " pikirnya yang kini berlalu meninggalkan Regan.


" Sayang! " panggil Regan seraya menarik tangan istrinya.


" Jangan menyentuh ku! " Bintangpun melepas tangannya dengan kasar.Kini ia pun mulai beranjak ke luar.


Regan pun kini terdiam, dia mengerti akan kesalahannya jadi wajar jika istrinya sekarang marah padanya.Ia pun kini menyusul istrinya yang lebih dulu kekuar.


Tampak Bintang yang kini membantu ibu mertuanya memasak di dapur, sementara Regan kini duduk di meja makan sambil memperhatikan istrinya dari kejauhan.Keadaan ini sangat menyiksanya,wajahnya kini tampak kusut, tubuhnya lemas,semangat nya entah hilang kemana karena istrinya kini memilih mengacuhkan nya.


Mama Nita yang memperhatikan anak laki-laki nya itupun mengerutkan dahinya.


" Tumben enggak nempel-nempel istrinya, kenapa dengannya? " pikirnya dalam hati.


Mama Nita pun kini beralih melihat anak mantunya yang sedang menggoreng ayam di sampingnya itu.


" Sayang, ada apa dengan suamimu?kenapa wajahnya kusut seperti itu? "


" Mungkin lagi banyak kerjaan ma di kantor. " Bintang pun asal menjawab padahal jelas-jelas dia tau jika suaminya seperti itu karenanya.


Tak berapa lama acara masak memasak itupun selesai.


Setelah semua tersaji di meja Bintang pun kini bergegas ke kamar untuk mandi, sementara Regan kini tampak mengikuti istrinya tanpa berani mengusik.Regan terus mengikuti kemanapun langkah Bintang membuat Bintang yang melihat kelakuan suaminya itu pun menghela nafasnya kasar.


Bintang yang kini sudah rapi pun bergegas turun untuk sarapan dan kini disusul Regan yang dari tadi terus mengekori.


Semua pun kini sarapan bersama,suasana hening tak ada percakapan apapun disana.Bintang yang kini lebih dulu selesai makan pun beranjak dari kursinya.


" Ma,pa,Bintang berangkat ke toko dulu ya, " pamitnya.


" Iya sayang hati-hati. "


Sementara Regan yang sebenarnya belum selesai makan pun kini menyudahi makannya.


" Regan juga ma,pa."


Regan pun beranjak dari kursinya dan kini menatap istrinya yang masih bermuka masam itu.


Tampak Bintang yang kini bergegas keluar di ikuti Regan yang kembali mengekorinya.


Mama Nita yang dari tadi memperhatikan sikap kedua anknya pun menyrengitkan dahinya.


" Mereka kenapa sih pa? " ucapnya yang melihat sikap kedua anknya tidak seperti biasanya itu.


" Entahlah ma, selama mereka masih satu kamar kita enggak perlu khawatir. " Tuan Williams pun bisa merasakan jika hubungan anaknya itu mungkin sedang ada masalah.


Sementara Regan yang ada di luar pun mulai membukakan pintu mobil untuk istrinya.


" Aku ingin berangkat sendiri dengan pak jang, kau langsung ke kantor saja. " ucapan Bintang yang membuat wajah Regan seketika muram.


Begitu marahkah istrinya padanya?


Kini Regan pun mengikuti mobil yang membawa istrinya itu.Regan mengikuti mobil yang di tumpangi Bintang hingga sampai toko, setelah memastikan istrinya sampai dengan selamat Regan pun kini melaju menuju kantor.


Sesampainya di kantor semua karyawan nya menatapnya heran, karena baru kali ini tampilan Tuannya berantakan.Regan begitu tertekan dengan semua masalahnya, ada nyawa yang tergantung padanya dan ada hati yang terluka karenanya. Apa yang harus ia lakukan sekarang?


Regan yang sudah berada di ruangannya pun mulai menghubungi David untuk menghadapnya dan tak perlu menunggu lama kini David sudah berdiri tepat di hadapannya.


Tampak Regan yang mulai menceritakan semua tentang Tania pada David, dan David pun kini tampak terkejut dan tak percaya jika Tania ternyata masih hidup.Regan juga menceritakan tentang semua masalahnya dengan Bintang,dan David pun kini ikut pusing memikirkan nya.


" Sekarang apa yang harus aku lakukan Dav? bagaimana membuat Bintang tidak marah lagi padaku? " Regan pun tampak begitu putus asa, baru kali ini David melihat tuannya sefrustasi ini.


" Ma'af tuan, saya tidak pandai soal wanita, " ujar David.


Regan pun kini membuang nafasnya kasar.Percuma saja bicara soal wanita dengan David.


" Sekarang kau pergilah ke rumah sakit, temui tante Nia bilang padanya bahwa aku tidak bisa membantu Tania dan sampaikan ucapan ma'af ku. "


" Baik tuan. " David pun kini bergegas pergi.


Sesampainya di rumah sakit David langsung menemui tante Nia,ia pun mulai menjelaskan semua pada tante Nia. Kini terlihat Raut wajah yang begitu kecewa, tante Nia tak menyangka jika Regan akan menolak permintaan nya.