I HATE YOU, BUT I LOVE

I HATE YOU, BUT I LOVE
EPISODE 98



Jihan sibuk memilih milih gaun mana yang akan ia kenakan di acara pernikahan Fela dan Babas nanti. Sudah 1 minggu berlalu, sekolah juga sudah libur. Setelah melakukan semua proses dan meminta persetujuan kepala sekolah dan juga pemilik yayasan, yaitu papa Alviro, Fela dan Babas akan menikah besok.


Alviro menghela nafas gusar, ia merasa di abaikan oleh Jihan. Sejak tadi Jihan hanya memperhatikan majalah majalah model Gaun terbaru dan mewah. Jihan seakan akan tidak menganggap suaminya ada di samping nya saat ini.


"Sayang... " lirih Alviro. Namun Jihan seakan tidak mendengar apapun, ia masih saja fokus dengan majalahnya.


"Eh, Alviro. Kok majalah nya di ambil sih! " Jihan bangkit dari baringnya, ia berusaha merebut majalah yang di simpan Alviro di balik tubuh kekarnya.


"Gak, aku gak mau kembaliin. Gara-gara majalah ini. Aku di abaikan istri ku! " tolak Alviro semakin menjauhkan majalah itu ketika tangan Jihan menggapai gapai nya.


"Alviro!!!! Sini ih, aku harus milih gaun. 2 hari lagi acaranya akan di mulai. "


"Ihhh.... Sini Alviro!!!! " Jihan semakin kesal, ia memanjat tubuh Alviro untuk mendapatkan majalah gaun itu. Mata Alviro melebar, Jihan benar-benar memiliki otak yang cerdas, kini istrinya sudah berada di atasnya.


"Mungkin kamu memang cerdas sayang, tapi tidak akan lebih cerdas dari suami mu ini" Alviro senyum menyeringai menatap Jihan.


Jihan terpaku, ia merasa telah salah ambil jalan. Alarm kewaspadaan Jihan berbunyi keras, Jihan mulai menyadari kesalahannya. Ia pun perlahan hendak turun dari tubuh Alviro.


"Terlambat untuk menyesalinya sayang" gumam Alviro penuh makna.


Hubs..


Seketika Alviro membalikkan posisi mereka, kini Jihan berada di bawahnya.


"Al... " lirih Jihan, ia merasakan sesuatu akan terjadi malam ini.


"Aku tidak bisa mundur lagi sayang" bisik Alviro, Jihan merinding mendengar nya. Apalagi Alviro meniup dan menjilati daun telinganya setelah berbisik.


"Al hh..... " Jihan tak bisa menahan gejolak nya.


"Nikmati sayang, kita akan memulai waktu yang panjang "


Jihan tak bisa berkata apa apa lagi, Alviro membuatnya hilang akal. Serangan serangan yang Alviro berikan pada tubuhnya benar-benar membuat nya menggila. Berkali kali Jihan melenguh.


Alviro mencumbui bagian bagian sensitif Jihan, ia mengecup dan meremas gundukan kembar yang menjadi bagian sensitif bagi Jihan.


"Ahh.. Alviro.. " desah Jihan tertahan.


"Lepaskan saja babyhh... Jangan ditahan, aku milik mu, call my Name... " bisik Alviro di sela sela aktivitas nya mencumbui istri nya.


Satu persatu pakaian Jihan dan juga pakaian Alviro sudah tidak melekat di tubuh mereka lagi. Dalam sekejap, Alviro sudah bisa melihat tidak tubuh indah Jihan tampa sehelai benang pun.


"Sungguh indah" puji Alviro menatap Jihan penuh nafsu bercampur cinta.


"Jangan menatap ku seperti itu" ujar Jihan merasa malu. Ia menggerakan tangannya untuk menutup wajahnya, sehingga membuat bukit kembarnya bergoyang goyang.


"Jangan menggoda ku sayang" lirih Alviro langsung menyerang dua bukit kembar itu. Satu di remas, dan yang satu di lahap nya. Alviro sudah terlihat seperti bayi besar sekarang.


"Ahh.. Alviro... Ehhnng... "


"Sayang.... Hhh.. "


Jihan bergerak tidak beraturan, serangan Alviro membuatnya tidak bisa diam. Apalagi ketika bagian inti mereka saling bergesekan, sensasi yang keduanya rasakan luarbiasa.


"Aku tidak bisa mengendalikan diriku... Apakah boleh? " tanya Alviro menatap wajah Jihan yang masih terpejam menikmati pergulatan mereka. Alviro menunggu jawaban dari istrinya, meskipun jika ia mengambilnya tanpa persetujuan tidak lah salah.


Tapi Alviro tidak mau melakukannya tanpa keinginan dari jihan juga, ia ingin mereka sama sama menikmatinya.


Cup..


"Aku Milikmu baby" ucap jihan mengecup bibir Alviro singkat. Itu merupakan jawab bagi Alviro, dengan senyum lebar Alviro kembali menciumi bibir dan seluruh area tubuh Jihan. Tidak seinci pun bagian tubuh jihan yang di lewati oleh Alviro.


"Ahh... Engg... Alviro... "


"Terus sayang panggil nama ku, aku milik mu"


Teg..


Dengan matinya lampu, dengan berubahnya semua menjadi gelap. Ketika itulah, Jihan yang awalnya masih gadis, berubah menjadi seorang wanita.


Alviro terus berpacu dengan Hasrat, gerakan yang berawal dari pelan. Kini berubah menjadi tempo yang tidak beraturan. Semakin mempercepat gerakannya yang diiringi oleh nyanyian syadu ******* dan rintihan nikmat dari Jihan yang bergerak tak karuan di bawah nya.


"Good... Icha.. Good... Yes.. Icha" erang Alviro tanpa sadar memanggil nama Jihan dengan nama kecilnya.


Tak jauh berbeda dengan Jihan yang larut dalam kenikmatan. Ia tidak sadar dengan panggilan Alviro, di dalam benaknya ia sedang menyatu dengan Iyan, laki-laki yang selalu mengisi hatinya.


"Kak... Kak Yan, aku gak tahan.... " erang Jihan. Mendengar hal itu, Alviro sedikit tersadar. Ia membuka matanya yang sejak tadi tertutup untuk menikmati permainan mereka. Alviro menatap lekat wajah istrinya yang terlihat sangat menggairahkan.


Dia sangat mencintai ku. Icah tidak membenciku. Dia masih memikirkan ku.


Alviro semakin membabi buta, ia semakin bergairah mendengar lenguhan dan erangan nikmat dari Jihan. Hingga mereka sama sama merasakan sesuatu yang akan meledak di bawah sana. Alviro menancapkan barang pusaka dalam dalam ke sarang milik Jihan.


"Love you sayang"


Cup~


"Love you too" balas Jihan menikmati sisa sisa pelepasan mereka.


...----------------...


"Sayang... "


Wanita setengah baya yang memiliki wajah hampir mirip dengan mamanya. Fela menoleh, ia tersenyum pada bibi nya.


"Bibi belum tidur? " tanya Fela. Bibi nya malah tersenyum, mengusap pipi keponakan penuh kasih sayang. Arum merasa sangat kasihan pada Fela, kakaknya pergi dengan cara yang tidak baik.


"Fela.. " lirih Arum.


"Besok kamu akan menikah, bibi merasa sangat senang. Apalagi calon suami kamu terlihat sangat bertanggung jawab" kata Arum. Sebenarnya ia kurang setuju membiarkan keponakan satu satunya menikah begitu cepat. Tapi, setelah di pikir pikir, ini yang terbaik untuk keponakan nya. Arum juga memiliki keluarga, Fela pasti tidak akan nyaman jika dirinya membawa Fela ke rumah nya. Fela pasti akan menolak dan memilih tinggal sendiri. Jadi, dengan menikahinya Fela dengan orang yang tepat, adalah jalan yang terbaik.


"Doain yang terbaik yah Bibi" ucap Fela.


"Selain Babas, Fela juga memiliki keluarga dan sahabat sahabat yang sangat menyayangi Fela" sambung Fela.


"Semoga ini yang terbaik yah sayang" Arum memeluk keponakan nya.


"Terimakasi bi" balas Fela. Ia senang bibinya sangat baik. Fela merasa seperti melihat sosok mamanya di diri bibi nya. Selain wajah mereka yang hampir mirip, sifat bibi nya juga tidak jauh berbeda dengan mamanya.


Semoga mama ikut senang, besok adalah acra pernikahan Fela ma. Fela berharap mama melihat Fela dari syurga nya.


Setelah mengobrol dengan bibinya, Fela pun memutuskan untuk masuk ke dalam kamar. Tadi ia berada di balkon kamarnya. Bibi nya sudah keluar sejak 10 menit yang lalu.


Fela berdiri di depan kaca besarnya. Ia melihat pantulan dirinya yang semakin kurus. Pipi chubby yang selama ini ia bangga banggakan sudah tidak ada lagi.


"Sudah banyak yang hilang, gue sudah terlalu kurus" gumamnya, Fela beralih menatap penampilan nya.


"Penampilan gue juga tidak sebagus dulu" gumamnya lagi.


Fela membuka lemarinya, ia mengambil sepasang baju yang biasa ia gunakan jika pergi keluar. Tanpa banyak berpikir lagi, Fela lamgsung berganti pakaian dan merias dirinya.


"Nah baru Fela yang dulu" ucap nya memuji kemolekan yang sempat hilang beberapa bulan ini.


Fela mengambil ponselnya, kemudian mengambil gambar pantulan dirinya di cermin. Lalu Fela mengirimnya ke grup chat whatsapp.



Setelah mengirim foto nya, Fela kembali meletakkan ponselnya begitu saja di atas meja. Ia tidak sadar jika dirinya mengirim foto dirinya di grup chat yang ada anak anak Wolf di dalamnya.


@Eldi


[Siapa nie... ]


@Ringgo


[Welcome Fela ๐Ÿค—]


@Babas


[anjir, calon bini gue. Apa lo Ringgo. Kirim emot peluk๐Ÿ˜ค]


@Ringgo


[ Selagi janur kuning melengkung, Fela masih belum jadi milik lo! ]


[Gak kaya @Liem gak bisa ngapa ngapain karena kurang gercep]


@Babas


[ Gua bakalan tembak mati Lo Ring, jangan tikung gue!! ]


@Liem


[Jangan bawa bawa nama gua Woy!!!! ]


@Ria


[Ampun deh, bidadari gua udah balik. Honey welcome back ]


@Eldi


[@Albi, ternak lo mulai gila]


@Albi


[Sayang, jangan gitu!. ]


[Btw, lo cantik Fela. kita senang lo kembali seperti dulu lagi]


@Jihan


[Woy!!!! Gue ketingalan apa????? ]


@Babas


[Udah, pergi sono. Yang baru selesai SP]


@Ringgo


[๐Ÿ˜ณ]


@Eldi


[๐Ÿ˜ณ]


@Liem


[๐Ÿ˜ณ]


@Ria


[Apaan sih SP? ]


@Albi


[Lo gak perlu tahu beb. Kalo mau tahu nikah yu]


@Ria


[Kabur!!!! ]


@Ringgo, Babas, Eldi, Liem


[Hahahahahaha]


@Albi


[๐Ÿ˜’]


@Jihan


[Ga jelas kalian!! ]


[Apaan sih Sp]


@Ringgo


[Biasanya orang batu nikah kan MP. Nah kalian Sp]


@Ria


[Siang pertama maksud nya??? ]


@Albi


[Baby.....@Ria ]


@Alviro


[Bubar!!! ]


@Ringgo


[Suaminya datang, yu kabur. Biarkan mereka menikmati nya]


@Babas


[pengen!!! ]


@Ringo, Albi, Liem, Ria, Eldi


[๐Ÿ˜’]


Fela masih belum membuka ponselnya, ia tidak tahu apa yang sedang terjadi setelah ia mengirimi fotonya. Fela masih belum sadar ia salah ngirim. Ia hanya membiarkan lomselmya yang terus berdering karena banyaknya chat masuk. Mungkin Ria dan Jihan tengah sibuk dan spam, pikir Fela.


...----------------...