I HATE YOU, BUT I LOVE

I HATE YOU, BUT I LOVE
EPISODE 63



Pagi itu, seperti biasanya Jihan bangun terlambat. Lea dengan bibir komat kamit membangunkan adiknya. Keadaan memang sudah kembali seperti semula, akan tetapi Lea tidak sepenuh nya memberikan cela pada Jihan. Ia hanya berpura-pura memberikan ruang di depan Jihan saja, tetapi di belakang Jihan ia akan tetap mengawasi nya.


"Pagi pagi udah cemberut aja sih" ujar Tia. Mereka sedang sarapan bersama, burhan juga sudah ada di sana. Beberapa hari ini burhan terlihat sibuk, baru hari ini burhan kembali makan bersama dengan keluarga nya. Biasanya ia akan bangun pagi pagi sekali, dan berangkat kerja tanpasarapan. Karena itu Burhan tidak tahu begitu jelas permasalahan Lea dan Jihan.


"Memangnya kenapa sih sayang? adik kamu bikin ulah lagi? " tebak Burhan. Lea menggeleng, ia semakin memanyunkan bibirnya.


"Jihan selalu saja buat Lea kesal, udah bangun lambat. Pake marah lagi kalo di bangunin" jawab Lea menggerutu.


"Siapa yang buat lo kesal?. Dasar tukang gosip" dengus Jihan. Ia menarik satu kursi di samping kakak nya, kemudian mendudukinya.


"Nah ini dia, gadis tapi malas bangun pagi"


"Eh eh, kok lo bilang gue malas sih. Lo aja Fu yang bangun ke cepetan" tukas Jihan tak mau di salahkan.


"Ihh, jam 6 di bilang kecepetan? gila lo yah" decak Lea melebarkan matanya. Wanita macam apa adiknya ini.


"Eh udah udah, kenapa jadi ribut sih" lerai Tia. "Ini masih pagi lo. Lea, Jihan, cepat makan. Nanti keburu telat"


Jihan dan Lea pun menurut, mereka makan dalam diam.


Setelah sarapan nya habis, Lea dan Jihan pun pamit berangkat ke sekolah.


"Hati hati yah sayang" ujar Tia ketika kedua anaknya salim bergantian.


"Iya bun, Lea sama Jihan berangkat dulu yah" sahut Lea. Mereka juga mencium punggung tangan ayahnya.


"Dah, yah, bun" Jihan melambaikan tangannya sembari mengikuti kakak nya yang sudah berlalu ke depan.


"Dahh!! " balas keduanya.


Kini tinggal Tia dan Burhan di meja makan. Ini kesempatan Tia untuk membicarakan permasalahan kedua putri mereka.


Burhan melirik istri nya, ia merasa ada yang aneh pada Tia.


"Bun.. Mau bicara sesuatu? " tanya Burhan. Tia pun mengangguk pelan.


"Iya mas, setelah kejadian Jihan di culik, membuat Lea semakin over pada Jihan. Dan.. Aku lihat Jihan sangat tidak suka dengan sikap kakaknya. aku takut Jihan pergi lagi mas" ucap Tia dengan raut khawatir.


Burhan meraih tangan istri nya, di genggamnya tangan Tia erat. Senyum manis terukir di bibir Burhan, membuat Tia secara perlahan ikut tersenyum.


"Sayang, kamu jangan khawatir yah. Aku sudah memiliki rencana untuk ini, jadi kamu gak perlu sedih yah" Burhan menenangkan istri nya. Bukannya tenang, Tia malah menjadi bingung.


"Rencana apa mas? "tanya Tia penasaran.


" Nanti kamu akan tahu sayang, " jawab Burhan membuat istri nya semakin penasaran. Namun, Burhan tetap tidak mau menjawabnya.


...----------------...


Jihan dan Lea tiba di sekolah. Dengan penuh semangat, Jihan keluar dari mobil Lea. Kemudian berjalan menuju ke kelasnya.


Tak jauh dari sana, Alviro melihat kedatangan Jihan. Ia hendak mengejar Jihan dan berjalan bersama dengan Jihan. Namun Lea manahan tangan Alviro ketika ia hendak menyusul Jihan.


"Ikut gue! " Lea menarik tangan Alviro menuju ke taman belakang sekolah. Ia tidak bisa menolak, karena Lea tidak memberinya kesempatan untuk menolak.


Setelah tiba di taman belakang, Lea langsung, melepaskan tangan Alviro.


"Kak Lea ngapain sih, bawa gue ke sini! "


"Heh, gue gak bakal sudi membawa lo ke sini kalo gue gak terpaksa melakukan nya! " balas Lea sengit.


"Apa lagi sih kak, kenapa kakak malah membenci gue! gue salah apa sama lo? gue gak pernah memusuhi lo kak! " ini kesempatan bagi Alviro untuk meyakinkan Lea.


"Cih, lo nanya sama gue apa salah lo?? "


"Lo udah buat Jihan selalu dalam bahaya. Lo juga yang udah menyebabkan Jihan pergi dan merasakan sakit setelah lo membentak dan menuduhnya!! " Lea semakin menjadi jadi, bahkan ia mulai menunjuk nunjuk Alviro sebagai peluapan emosinya.


"Diam!!! "


"Jika lo menyesalinya, maka jangan dekati adek gue lagi!!! " lanjut Lea.


"Tapi gue sayang sama dia kak, gue gak bisa jauh dari Jihan!! "ucap Alviro menolak, membuat Lea semakin menatap tajam ke arahnya.


"Lo harus menjauhi Jihan, lo harus-"


"Maaf kak Lea, tapi gue tidak bisa menerima permintaan lo" potong Alviro, kemudian berlalu begitu saja dari hadapan Lea.


"Dasar pria songong!!! kakak adek sama saja!! " teriak Lea. Untung taman itu dalam keadaan sepi, jadi tidak perlu ada kerumunan yang melihat perdebatan nya dengan Alviro.


...----------------...


Jihan masuk ke dalam kelas yang masih sepi. Ria dan Fela belum datang, yang ada hanya Cio dan beberapa siswa dan siswi.


Jihan langsung duduk ke bangkunya, ia mengeluarkan ponsel dan earphones nya. Jihan berniat akan menonton dramanya sembari menunggu teman temanya datang.


Cio mendekati Jihan, ia memanggil Jihan. Namun Jihan tak menyahuti nya.


"Jihan" panggil Cio untuk ketiga kalinya, tapi kali ini cio menyentuh lengan Jihan. Membuat Jihan terlonjak kaget, dan langsung membuka earphones nya.


"Maaf Jihan, gue mengagetkan lo" cicit Cio menunduk.


"Eum.Tidak masalah. Ada apa lo samperin gue? " tanya Jihan to the Poin.


"Gue cuma mau minta maaf sama lo Jihan, atas semua kesalahan yang gue perbuat sama lo" ucap Cio dengan nada menyesal.


Jihan tertegun, ia cukup kaget mendengar pengakuan Cio, teman sekelasnya.


"Hm.. Gak papa Cio, gue juga gak inget lagi" jawab Jihan. Ia sudah mengikhlaskan apa yang telah Cio lakukan padanya, Jihan tahu jika Cio melakukannya karena terpaksa.


"Makasih Jihan, gue udah jahat sama lo. Tapi lo masih baik sama gue. Maafin gue Jihan" lirih Cio tulus, ia benar-benar merasa menyesal telah berbuat jahat pada Jihan.


"Kenapa Jihan? apa dia mengganggu lo lagi? " Fela dan Ria masuk ke dalam kelas dengan langkah cepat.


"Gue pergi dulu" gumam Cio, ia kembali ke bangkunya. Ria dan Fela menatap sinis ke arahnya.


"Gak papa kok, dia cuma minta maaf sama gue" jelas Jihan.


"Kalo dia berani ganggu lo lagi!! gue bakal kasih dia pelajaran!! " Gumam Fela mengepalkam tangannya.


"Udah deh Fela, dia kan gak ada niat jahat sama gue. " balas Jihan.


"Siapa yang jahatin lo? "


Jihan dan kedua sahabat nya lamgsung menoleh ke arah pintu masuk kelas. Terlihat Alviro dengan wajah dinginnya masuk ke dalam kelas.


"Alviro" Gumam Jihan.


"Siapa yang berani jahatin lo? " ulang Alviro lagi. Jihan menggeleng pelan.


"Tidak ada" jawab Jihan. Alviro tidak mempercayainya, ia malah melirik Ria dan Fela untuk mendapatkan jawaban.


"Tidak ada Al, kita hanya salah denger tadi" jawab Ria tersenyum canggung.


"Awas kalo sampai bohong" ujar Alviro penuh penekanan. Setelah itu, ia duduk di kursi sebelah Jihan.


"Loh, kok lo duduk sini sih! " protes Jihan, namun Alviro tidak mendengarkannya. Jihan mendengus kesal, Alviro sudah kembali menjadi cowo menyebalkan dan super jutek di mata Jihan.


...----------------...