
Hari ini adalah hari Senin, Alviro harus masuk. Ia harus mengikuti praktek di laboratorium. Sementara untuk Jihan, ia memberikan data data yang akan ia praktekkan pada suaminya. Lalu Alviro lah yang akan melakukan pengujian sesuai instruksi dari istri nya.
Saat itu, Jasmin melewati lorong kelas 2 IPA. Ia melihat Alviro tengah berjalan sendirian.
"Kak Alviro!" panggil Jasmin. Ia merasa ini adalah kesempatan bagi dirinya untuk mendekati Alviro.
Alviro menghentikan langkah nya, berbalik menghadap pada orang yang memanggil nya.
"Ada apa?"
"Kakak tumben sendiri, teman temannya kemana?" tanya Jasmin berbasa basi.
"Gak tahu" jawab Alviro cuek, merasa apa yang di bicarakan Jasmin tidak penting, Alviro kembali melanjutkan langkah nya.
"Eh Kak Alviro tunggu!!!" teriak Jasmin menyusul dan mengimbangi langkah kaki Alviro yang semakin cepat.
"Nanti pulang sekolah kakak sibuk gak?"
"Kenapa?"
"Apa boleh aku pulang bareng kakak?" Jasmin tersenyum manis, dengan percaya diri gadis itu menarik tangan Alviro.
"Kak, mau kan?"
"Jangan sentuh gue!" tepis Alviro .
Perbuatan Alviro memang kasar, tapi ia merasa itu pantas untuk wanita seperti Jasmin.
Banyak siswa siswi berhenti dan membuat kerumunan hanya untuk melihat aksi Alviro.
"Sorry yah Jasmin, gue lakuin itu hanya untuk menjaga hati pasang gue!" tekan Alviro melirik kerumunan yang mengelilingi mereka.
"Eh eh ada apa ini?" Fela dan Ria berlari menerobos kerumunan . Mereka kaget melihat Alviro berdiri di hadapan Jasmin.
"Wanita ular itu berbuat apa lagi?" Fela mendekati Alviro, di ikuti oleh Ria.
"Tapi kan, gue cuma mau Deket sama Lo!" ujar Jasmin tidak mau menerima fakta jika Alviro lebih memilih Jihan. Dia merasa hubungan itu hanya sementara, karena mereka hanya sebatas pacaran.
"Heh, gadis ganjen! Sudah jelas Alviro itu pasangan Jihan. "
"Gue gak ada urusan sama Lo!" balas Jasmin menatap Fela sinis.
Ria maju selangkah lebih maju, matanya menatap lurus ke manik mata Jasmin. Semua orang yang melihatnya, merasa merinding dengan aurah yang Ria pancarkan.
"Urusan Jihan adalah urusan gue juga. Sedikit saja Lo berani menyentuh nya, gue gak akan pernah ampuni Lo!"
"Paham kan!" sahut Fela.
Jasmin terdiam, ia tidak bisa melawan. Dua lawan 1 mustahil bagi nya.
"Kita lihat saja nanti!" Jasmin pergi begitu saja meninggalkan kerumunan yang membicarakan dirinya.
"Gue sudah menduga gadis itu ada maksud lain!" ujar Fela.
"Gue juga, sejak di acara Eldi"
"Sudah lah, yuk cabut!"
Mereka pun berlalu pergi menuju ke kelas, jam istirahat sebentar lagi akan habis.
Tanpa mereka sadari, seseorang di balik tiang berdiri dengan ekspresi wajah tidak percaya.
Gue benar, Jasmin memiliki maksud tertentu mendekati gue. Pasti dirinya ingin mendekati Alviro dan memanfaatkan gue untuk informasi nya.
Cantika menghela nafas, ia merasa beruntung sudah mendengar kan perkataan Liem. Jika ia masih mempercayai Jasmin, mungkin saat ini dirinya sudah dalam Maslah besar.
"Lagi mikirin gue yah"
"Mama!!!!" pekik Cantika memegagi dada nya.
"Hahahaha," Liem tertawa keras .
"Lo itu apa apaan sih, bikin kaget gue aja!" maki Cantika pada Liem yang datang secara tiba-tiba di samping nya.
"Bukannya gue yang datang tiba-tiba, tapi Lo nya yang selalu melamun!" balas Liem.
"Eh tunggu!!" Liem menarik lengan Cantika, membuat gadis itu kembali ke posisi nya semula.
"Aduhh ada apa lagi sih" kata Cantika kesal, sembari merapikan rambutnya yang terlihat sedikit berantakan.
"Apa ini?" Cantika menatap horor sebuah kotak yang di berikan oleh Liem kepadanya .
"Hadiah, karena Lo udah dengerin apa yang gue katakan!"
Setelah meletakkan kotak Hady ke tangan Cantika, Liem pergi begitu saja.
"Hei, hadiah apa ini. Hei!!!!" Cantika berteriak memanggil Liem yang sudah menghilang di balik tikungan .
Cantika menatap kotak minimalis yang sangat pas di genggamannya. Ia menaruh curiga pada kota itu, ia mengira jika Liem ingin mengerjai nya lagi.
"Ah, gimana isinya kecoa? atau Kodok?"
"Aaahh Liem, Lo benar benar membuat gue kacau!!" erang Cantika kesal, menghentak hentakkan kaki menuju ke kelas nya.
"Cih, manis sekali" gumam Liem, ternyata pria itu tidak benar-benar pergi. Ia mengintip Cantika dari balik tembok.
~•
Kring!!!!!!!!!
Sudah waktunya untuk pulang. Siswa siswi yang sudah menantikan waktu ini langsung berhamburan keluar dari kelas setelah lonceng berdering.
Alviro terlihat berjalan sendirian menuju parkiran, bukan tidak mau bersama teman temannya. Tapi Alviro sengaja menyelesaikan semua praktek nya dan Jihan, agar dirinya bisa pulang lebih awal.
Meninggalkan Jihan sendiri di apartemen membuat Alviro sangat khawatir. Apalagi Lea dan Arvan pasti sibuk mengurusi kuliah mereka.
Alviro masuk ke dalam mobil, lalu melaju meninggalkan sekolah.
Dari belakang, seorang Jasmin buru buru masuk ke dalam mobil nya dan melaju mengikuti kemana Alviro pergi.
Gue akan berusaha untuk mendapatkan Lo Alviro, jika kak Lika tidak berhasil mendapatkan hati Arvan ,maka gue gak akan melakukan hal yang sama . Gue pasti akan mendapatkan Lo!
Kalian ingat kan? ketika Lea merajuk karena melihat Arvan dan Lika berduaan. Karena hal itu membuat Lea yang baru mulai membuka hati untuk Arvan mendadak menjauh. Beruntung Arvan bisa mengatasinya, ia memarahi Lika yang tidak tahu entah menyukai Alviro atau Arvan.
Oke kembali ke topik,
Alviro masih fokus menatap jalanan yang ia lewati, ia tidak menaruh curiga pada mobil yang mengikutinya dari belakang.
Yah, Memnag jalanan saat itu terlihat ramai. Tidak mungkin Alviro mencurigai setiap mobil yang ada di belakangnya mengikuti nya.
Hal ini di manfaatkan oleh Jasmin, ia terus mengikuti Alviro hingga pria itu masuk ke sebuah Apartemen.
Jasmin ikut membawa mobil nya ke dalam basement . Jasmin memperkirakan mobilnya yang berjarak 5 mobil dari deretan mobil Alviro.
Alviro masuk ke dalam lift, membuat Jasmin kelimpungan untuk mengikutinya.
Di lihat nya lantai tujuan Alviro, lalu gadis itu berlari kearah tangga darurat.
Sungguh besar usaha pelakor 🤣
Ting~
Alviro keluar dari dalam lift, masih tanpa rasa curiga ia masuk ke dalam apartemen nya setelah menekan password nya.
Jasmin menghela nafas, ia merasa sangat lelah , kakinya terasa seperti akan terlepas dari tubuh nya.
Ketika ia sampai di lantai tujuan nya, ia melihat Alviro tengah menekan tombol password sebuah pintu apartemen.
Ketika pintu itu terbuka, Jasmin di kaget kan oleh seseorang yang tiba tiba muncul di dari dalam apartemen itu.
"What?" Jasmin bersembunyi, agar ia tidak ketahuan.
"Jadi, selama ini kak Jihan gak sakit? dia tinggal serumah sama Alviro?"
"Gak, gue gak bisa biarin ini" dengan cepat, Jasmin mengeluarkan ponselnya, lalu merekam Jihan yang tengah memeluk tubuh Alviro.
"Lihat saja, apa yang akan terjadi besok" Jasmin tersenyum licik, ia pergi dari sana setelah merekam semua nya.