I HATE YOU, BUT I LOVE

I HATE YOU, BUT I LOVE
EPISODE 127



Jihan duduk di tepi ranjang, pikiran nya kosong. Ia merasa merindukan seseorang tetapi ia tidak tahu siapa yang ia rindukan.


Tadi bundanya berpesan agar Jihan tetap beristirahat dan tidak boleh banyak pikiran.


Ketika sadar, Jihan berusaha untuk tidak memikirkan apapun. Bahkan Jihan tidak mau melihat televisi atau ponselnya. Ia takut apa yang ia lihat di berbagai sumber bisa membuatnya teringat akan kejadian itu.


"Gue seperti melupakan seseorang" gumam Jihan bergerak dari duduk menjadi berdiri, ia berjalan ke balkon kamarnya.


"Alviro" lirih nya pelan ketika melihat taman bermain yang hanya terlihat sangat kecil dari kamar nya.


Ia mulai mengingat siapa dirinya, maksudnya jati dirinya yang sudah menikah. Jihan mulai sedikit relax dan mengganti pikirannya dengan mengingat suaminya.


"Alviro dimana, suami gue" Jihan berlari keluar dari kamar nya. Berjalan cepat menuruni anak tangga.


Tia dan Leni yang sedang duduk di sofa ruang keluarga kaget melihat Jihan berlari kearah mereka.


"Loh, Jihan. Kamu kenapa sayang? " mereka berdua berdiri dengan wajah kaget.


"Bun, Ma" panggil Jihan.


Tia dan Leni saling melempar pandang, Jihan memanggil mereka. Alang kepalang kedua wanita setengah baya itu merasa sangat senang.


"Sayang, kamu sudah sembuh? " tanya Tia memeluk Jihan.


"Bun, suami Jihan mana?. Kok gak pulang pulang? " tanya Jihan melepaskan pelukan bundanya.


"Alviro di rumah sakit sayang" jawab Leni.


Jihan menatap kaget pada mertuanya, ia mengira jika Alviro yang sakit.


"Kok gak bilang sih, kalau suami Jihan sakit" Jihan hendak berlari ke luar rumah. Namun Lea yang baru saja tiba langsung mencegah nya.


"Lo mau kemana dek? "


"Aduh kak, udah deh gak usah over lagi. Gue itu udah menikah! " kata Jihan kesal, ia benar-benar khawatir pada Alviro.


"Gue cuma mau nanya lo mau kemana, lo itu masih sakit Jihan! "


"Gue gak sakit, gue mau lihat suami gue di rumah sakit kak!! " balas Jihan kembali hendak pergi, namun Lea yang di bantu Arvan kembali menahan tubuhnya.


"Ji, suami lo itu gak sakit. " kata Arvan.


Jihan menghentikan perlawanan nya, ia menatap Arvan dengan tatapan tidak percaya. Baru saja Mamanya mengatakan jika Alviro sedang di rumah sakit.


"Alviro memang di rumah sakit sayang, tapi bukan dia yang sakit" kata Tia berjalan mendekat pada Jihan.


"Lalu siapa yang sakit? " tanya Jihan bingung, ia mulai mencoba mengingat apa yang sudah terjadi belakangan ini.


Kilasan ketika Lidia menyelamatkan nya mulai bertebaran di benaknya, Jihan memegangi kepalanya.


"Lidia, yah.. Dimana dia? " Gumam Jihan mulai panik, nafasnya terdengar tersangat sengal.


"ARRRKKKKKK" Jihan mulai histeris, ia memukul mukul kepalanya. Membuat mereka semua langsung panik.


"Bun, Ma, bantu bawa Jihan masuk ke kamar. Seperti nya Jihan kembali mengingat kejadian itu" kata Lea. Tia dan Leni langsung membantu Arvan dan Lea mengangkat Jihan yang terus bergerak tak menentu seperti orang kesurupan. Air mata dan suara yang semakin serak karena tak henti hentinya berteriak.


"Alviro!!!! tolongin gue!!! " teriak Jihan menangis memilukan.


"Seperti nya Jihan merasa dirinya masih di dalam situasi itu" ujar Arvan.


"Sebaiknya kita hubungi Alviro, Jihan sangat membutuhkan Jihan" kata Leni. Lea mengangguk, ia mengeluarkan ponselnya dan langsung menghubungi adik ipar nya.


Di rumah sakit, Alviro dan Zidan masih berada di posisi yang sama. Alviro berbaring di sofa, sementara Zidan duduk di samping Lidia dengan kedua tangannya dengan setia menggenggam tangan Lidia.


Rasya membuka pintu, ia baru saja datang berkunjung setelah Zidan dan Alviro meyakinkan nya untuk menjaga Lidia.


Orang tua Rasya juga baru saja pulang beberapa menit yang lalu.


Alviro tersenyum, melihat Eldi selalu mengikuti Rasya kemana-mana.


"Gercep yah" ledek Alviro melirik Eldi. Namun, yang di tatap malah pura-pura acuh padamya. padanya.


Rasya mendekat pada Lidia, sudah 2 hari setelah Lidia melewati kritis ia belum membuka matanya. Dokter sudah memastikan bahwa kondisi tubuh Lidia sudah membaik, mengapa Lidia masih belum sadar Dokter tidak mengetahui penyebabnya.


"Lidia, kok lo masih tutup mata sih. Gue udah dateng ni, bahkan Zidan pria yang sangat lo cintai juga ada di sini" Rasya terus merancau tidak jelas, ia sangat ingin Lidia segera sadar.


Drrrtt....


Alviro melirik ponselnya, ia sedikit kaget melihat nama Lea terpampang jelas di layar ponselnya.


"Ada apa Lea menghubungi gue? " gumam Alviro sembari menggeser tombol hijau, lalu menempelkan benda pipi itu ke telinganya.


"Halo Alviro, Jihan nyariin lo. Dia histeris memanggil nama lo" kata Lea di sebrang sana.


Tentu saja Alviro merasa sangat kaget, ia juga merasa sangat senang. Dari dalam telfon itu juga dapat Alviro dengar suara istri nya memanggil manggil namanya.


"Oke oke, gue pulang sekarang" kata Alviro, lalu memutuskan sambungan telfon. Rasya dan yang lain langsung menoleh pada Alviro, mereka penasaran dengan siapa Alviro menelfon.


"Kak, gue pulang dulu yah. Jihan nyariin gue" kata Alviro menambah kebingungan rasya dan Eldi. Sementara Zidan terlihat biasa saja.


"Jihan kenapa Al? " tanya Rasya khawatir.


"Kata kak Lea Jihan kambuh lagi, tapi kali ini istri gue histeris memanggil nama gue"


"Syukur deh jika Jihan sudah bisa mengingat loh" sahut Rasya bergumam, Eldi mengangguk setuju dengan penuturan Rasya.


"Gue cabut dulu. " Alviro langsung bergegas keluar dari ruangan rawat Lidia.


Rasya duduk di sofa, ia menghela nafas nya berkali kali. Membuat Eldi menoleh padanya.


"Lo kenapa? " tanya Eldi lembut. Tangan nya terulur menyentuh punggung tangan Rasya.


"Apaan sih" Rasya menepis tangan Eldi. Ia melirik Eldi kesal, urusan mereka masih belum kelar. Rasya masih belum memperhitungkan perbuatan Eldi 2 hari yang lalu.


"Gue peringatkan sama lo yah, jangan coba coba mendekati gue dan berniat ingin mempermainkan gue!


Jika lo memiliki niat seperti itu, lebih baik lo pergi dan jangan dekati gue lagi! " kata Rasa penuh penekanan, tatapannya beralih dengan dirinya yang juga beralih posisi duduk ke sebelah Lidia yang bersebrangan dengan Eldi.


*Salah gue apaan sih, Rasya sampai segitunya sama gue. Muka cakep, dompet tebel, ketenaran hampir sama kek Alviro.


Kenapa Rasya gak mau gue deketin?.


Padahal selama ini yang selalu mempermainkan cewe itu Babas sama Albi. Kenapa gue yang kena imbasnya.


Fela dan Ria muda muda aja tu menerima kdua congek itu*.


Eldi terus menggerutu di dalam hatinya, ia melirik Rasya yang sesekali membalas tatapan matanya dengan sorot mata tajam.


"Lo pulang aja Sya, Lidia biar gue yang jaga" kata Zidan kasian pada Rasya yang terus menerus datang menemani Lidia.


Zidan tahu, beberapa hari lagi mereka harus sekolah. Pasti banyak yang harus Rasya dan yang lain nya siapkan.


"Gak papa kak, gue pengen jaga Lidia. Hingga Lidia mau segera membuka mata" balas Rasya tersenyum lembut.


...----------------...


Halo guys. Gimana kabarnya?


semoga selalu baik ya, amin.


Kalian masih terus setia kan sama Jihan dan Alviro??


Jangan lupa terus dukung kita yah, tinggalin jejak. Like, komen, kasih hadiah nya.


Oh iya, jangan lupa lindungi Jihan dan Alviro di event tahun baru ini yah.


mungkin kalian udah pada tahu. Bagi yang belum tahu, silahkan cek ke beranda. Klik Banner ke dua. maka akan muncul ini nih.



Lalu klik Aula kehormatan.


di sana kalian tinggal ketika judul I HATE YOU, BUT I LOVE.


pilih yang di terbitkan oleh CERITAKU yah.


lalu mulai lindungi Novel ini.


please bantu Jihan dan AlviroπŸ™πŸ™πŸ™πŸ™