I HATE YOU, BUT I LOVE

I HATE YOU, BUT I LOVE
EPISODE 18



Angin sore berhembus perlahan, dedaunan terlihat menari nari sesuai arah angin berlalu. Seakan bersorak senang menanti pergantian siang dan malam. Jihan berjalan pelan menyusuri jalan setapak taman bermain. Mata gadis itu melebar ketika tiba-tiba langit berubah menjadi siang, tepatnya tengah hari. Jihan juga di kagetkan oleh kedatangan seorang gadis remaja.


Seorang gadis remaja melangkah dengan ringan, bibirnya mencetak indahnya lengkungan sabit. Mata hazelnya berbinar menyiaratkan kebahgiaan yang sedang ia rasakan.


"Aku yakin, kak Yen pasti senang. "


"Icha!!!!!! "


Strep.


Langkah ringan berubah menjadi berat, raut kesenangan berubah menjadi raut ketakutan. Langkah kakinya terhenti, anak laki-laki itu berjalan cepat ke arahnya. Tersirat raut kemarahan dan kebencian di mata anak laki-laki itu.


"Kak Yen? " panggil Icha.


"Jangan sebut nama ku!!! " bentak anak laki-laki itu pada gadis yang bernama Icha. Ia menatap bingung pada anak laki-laki yang ia panggil sebagai Kak Yen. Ia terkejut, wajah anak laki-laki tidak seperti yang biasanya, baru kali ini pria itu menatapnya seperti ini.


Icha mencoba mengingat hari apa ini, apakah hari ulang tahunnya? atau hari ulang tahun Iyen yang tidak mungkin ia lupakan. Icha selalu menandai tanggal di kalender kamarnya. Ia tidak mungkin bisa lupa. Lalu apa?. Ia mencoba berpikir jika kak Yen nya sedang mengerjai nya.


"Kak... " lirih Gadis itu lagi, ia sudah hampir menangis. Benda yang ada di tangannya jatuh seketika.


"Kamu kan yang udah menghancurkan praktek biologi dan gitar punya ku! " tuduh pria itu sinis.


"Kamu juga yang bocorkan sama lawan ku, lagu yang akan aku tampilkan nanti! "


Icha menggeleng kuat, ia tidak mengerti apa yang kak Yen katakan padanya.Gadis itu semakin bingung mendengar tuduhan demi tuduhan yang pria itu tujukan padanya.


"Kak, aku gak ngerti apa yang kakak ucapkan"


"Sudahlah kau tidak akan pernah mengaku. Kamu tidak suka aku bernyanyi di depan orang banyak kan? kamu ingin aku malu kalah kan!!! "


"Tidak kak!!! aku tidak pernah melakukan hal itu." Air mata Icha mengalir deras. Pria itu tidak memperdulikan nya, ia malah menatap tajam kearah gadis yang mulai menangis. Gadis itu kecewa, mengapa kak Yen nya tidak mempercayainya.


Pria itu berbalik, ia sangat kecewa pada gadis ini. Ia hendak pergi, namun gadis itu berteriak padanya.


"Kak Yen!!!!!!!! Kak yen jahat!!!! kak yen jahat!!!!!! "


pria remaja itu kembali berbalik dengan tatapan tajam, seakan menusuk ke relung hati yang terasa sangat perih dan semakin membuatnya hancur.


"Tidak! tapi kamu yang jahat! aku sudah tahu semuanya!! " ucapnya membentak kuat.


"Apa? aku salah apa kak, kenapa kak Yen bersikap seperti ini huh? "


"Diam!!!! aku benci kamu! mulai hari ini, kamu tidak perlu bertemu dengan ku lagi!!! " bentak nya lagi.


"Apa? aku gak lakukan itu kak!!, aku tidak pernah melakukan nya!!! " ucap anak perempuan itu membela diri, ia berusaha meyakinkan pria itu. Namun, anak laki-laki itu tidak mau mendengarkan penjelasan nya.


"Tapi aku melihat nya!!! "bentak anak laki-laki itu lagi. Ia mendorong anak perempuan itu agar menjauh darinya, hingga anak perempuan itu terjungkal dan terhenyak di tanah.


Kesabaran nya sudah habis, anak perempuan itu bangkit dari tempat ia terjatuh. Kemudian menghapus air matanya kasar.


Di tatapannya anak laki-laki itu dengan tatapan kecewa, hatinya terasa perih. Laki-laki yang sangat ia sayang malah tidak mau mendengar kan nya. Bahkan anak laki-laki itu tidak memikirkan, apa kah ia melakukan kesalahan atau malah hanya sebuah fitnah.


" Baik, aku tak akan muncul lagi di hadapan mu! tapi! " anak perempuan itu menjeda ucapannya. Ia melangkah sedikit lebih dekat dengan anak laki-laki yang sedang menatapnya.


"Ketika kamu menemukan kebenaran nya, di saat semua jelas di mata mu! " jedanya lagi, menarik nafas dengan dada yang terasa semakin sesak.


"Kamu akan menyesalinya! "


"Kamu akan kehilangan semuanya! " ucap anak perempuan itu dengan suara pelan, namun penuh penekanan dan tekat.


Setelah mengatakan semuanya, tidak ada lagi air mata yang mengalir di matanya. Wajah nya tidak memberi ekspresi apa pun. Ia berbalik, kemudian melangkah tanpa pernah menoleh lagi kebelakang.


Tes tes.... Air mata kembali mengalir di pipi mulus Jihan. Setiap kali ia mengingat masa lalu yang hanya dirinya saja yang tahu,selalu berakhir dengan air mata. Jihan memang menceritakan pada kakaknya, namun Jihan tidak pernah memberitahu siapa laki-laki itu.


Jihan menengadah ke atas, menatap langit yang mulai menggelap. Jihan merasa ia harus segera pulang. Jihan tidak sadar terlalu lama duduk di ayunan, menatap luncuran yang terlihat masih sama seperti dulu. Penjaga taman seperti nya merawat semua yang ada di taman ini dengan baik.


Jihan bangkit, kemudian melangkah meninggalkan taman. Baru beberapa langka, terdengar suara aneh dari arah ujung jalan setapak yang sedang Jihan pijak.


Pandangannya tertuju pada seseorang yang tengah berlari kencang ke arahnya. Mata Jihan melebar, orang itu tidak melihat kedepan, Ia terus berlari sembari,menoleh ke belakang.Tanpa sempat menghindar, akhirnya orang itu menabrak tubuh Jihan hingga terjatuh bersama orang itu..


"Akk... " pekik Jihan. Ia merasakan kembali sakit di bokongnya.


"Eh sorry!!! Sor-_" ucap orang itu terhenti ketika melihat wajah siapa yang telah ia tabrak.


"Elo! "


"Elo"


Keduanya sama sama kaget, kemudian segera bangkit. Jihan menatapnya kesal, lagi lagi pria itu yang membuat bokongnya sakit.


"Punya mata gak sih"


Alviro hendak menjawab, tapi seekor anjing liar masih mengejarnya. Membuat Alvaro tidak jadi membalas ucapan Jihan. Ia malah menarik tangan Jihan agar segera pergi dari sana.


Gukk!!! Gukk!!!


"Aish!!! " dengus Alviro


"Anjing???? " pekik Jihan kaget, Seekor anjing besar berlari kencang ke arah mereka.


"Aaaa, kenapa bisa sih ada anjing liar di sini!! " teriak Jihan ketakutan.


"Udah diem, lari aja yang bener" sanggah Alviro. Ia masih setia menggenggam tangan Jihan erat.


GUKK!!! Guk!!!!


Huff huff


Alviro membawa Jihan menaiki tangga tanggaan anak TK. Mereka bersembunyi di atas sana, anjing itu tidak akan mampu menaiki anak tangga kecil itu.


"Selamat" Jihan bernafas lega. Begitu juga dengan Alviro. Nafas mereka masih tidak beraturan, keringat mulai bercucuran dari pelipis masing-masing.


Mereka sama sama terdiam, tidak ada yang mau mengeluarkan sepatah kata pun. Tangan keduanya masih saling menggenggam. Entah mengapa ada rasa nyaman yang mejalar di hati masing-masing, ketika tangan itu saling bersentuhan.


Alviro semakin mempererat genggamannya, membuat Jihan tersadar.


"Lepasin! " sungut Jihan menarik tangannya.


"Yee, di pikir orang pengen megang" cibir Alviro kelas.


Keduanya turun melalui perosotan yang terhubung dengan tangga tanggaan yang mereka naiki tadi. Merasa sudah aman, karena anjing liar tadi sudah tak terlihat dan terdengar lagi.


"Dasar, pembawa sial! " gerutu Jihan. Ia merasa setiap kali bertemu dengan Alviro, hidupnya mendapat kesialan.


"Apa lo bilang! " serga Alviro tak terima.


"Pembawa sial!!!. Kenapa? mau marah? emang kenyataan nya!!! " balas Jihan melotot pada Alviro. Jihan merapikan rambutnya yang tergerai lurus, ikat rambutnya terjatuh ketika berlari tadi.


Deg.


Alviro mendadak membisu, ada satu desiran menghampiri dirinya. Sama persis seperti waktu di kelas, Alviro merasa tidak asing dengan rambut tergerai indah ini.


"Kesambet lo! " dengus Jihan, menyadarkan Alviro dari lamunannya.


"Kesambet kunti kaya lo! " balasnya.


"Enak aja! mana ada kunti cantik kaya gue! " Jawab Jihan percaya diri.


Hari sudah gelap, siang sudah di gantikan oleh gelap nya malam. Jihan melangkah meninggalkan Alviro begitu saja.


"Dasar cowo aneh! bisanya bikin kesal" gerutunya.


Sementara Alviro masih berdiri di tempat, berbagai macam pemikiran merasuk ke dalam pikiran Alviro. Termasuk ucapan Ringgo tadi, Alviro mulai memikirkan nya.


"Tidak mungkin" sangkal Alviro tentang pemikiran nya.


...----------------...


Ting....


Albi_Wolf...


[Ini akun real apa bukan? ]


Ria melongo membaca DM seseorang di akun instagram nya. Terlihat dari nama akunnya, itu dari Albi teman sekelas nya.


Ria_Star


[Palsu atau tidak. Kenapa? ]


Senyum Ria semakin melebar, karena pesan yang baru ia kirimkan langsung centang 2.Pertanda pesannya sedang di tunggu tunggu.


Albi_Wolf


[Itu artinya ini punya lo]


Ria_Star


[Kalo iya kenapa? ]


Albi_Wolf


[bagus deh, artinya jodoh]


Ria tertawa konyol, mana ada jodoh tergantung asli atau tidaknya akun seseorang. Ria kembali menggerakkan jarinya menanri nari di atas layar ponsel nya. Gadis itu seperti nya mulai tertarik dengan Albi.


Ria_Star


[Gaje lo]


Setelah membalas pesan itu, Ria meletakkan ponselnya di atas ranjang. Kemudian, dirinya turun dari ranjang. Ria merasa tubuhnya sudah terasa lengket.


"Eh, bukannya tadi gue janji sama Jihan dan Fela ke kafe Cuanlo? " gumam Ria teringat dengan janjinya pada kedua sahabat nya. Ria mempercepat gerakan, ia tidak peduli lagi dengan ponselnya yang terus berdenting denting pertanda ada pesan masuk ke ponselnya.


...----------------...