I HATE YOU, BUT I LOVE

I HATE YOU, BUT I LOVE
EPISODE 42



Di Cafe cuanlo.


Liem, Eldi dan Alviro menunggu kedatangan Ringgo, Babas dan juga Albi. Sesuai yang sudah di janjikan, mereka akan berkumpul di sana.


"Mana sih mereka" ujar Alviro tidak sabaran, sudah hampir 30 menit mereka menunggu.


"Gimana Al? anak anak udah datang? " Rendi duduk di samping Alviro.


"Belum Kak, masih di perjalanan" jawab Liem mewakili Alviro.


"Nah tu mereka" ujar Eldi, melihat ketiga sohib itu berjalan beriringan masuk ke dalam cafe Cuanlo.


"Sory man, kita telat. Ada insiden sikit" ucap Babas, ia lebih baik memberitahu lebih dulu, di bandingkan menunggu Alviro bertanya. Akan ribet jika hal itu terjadi.


"Tadi anak buah Mirna memergoki kita, makanya kita harus beresin mereka dulu" jelas Ringgo. Alviro hanya mengangguk pelan meresponnya.


"Apa yang kalian dapat? " tanya Alviro tanpa basa basih.


"Waduh Guys, Parah.. Para.. Para.... Tu wanita cantik, selain punya hati busuk. Dia juga selingkuhan pak kepsek" jelas Babas dengan ekspresi yang bercampur aduk.


"What? serius lo? " kaget Eldi. Secara gitukan, Mirna itu bukanlah wanita jelek, dia wanita cantik, anggun, tidak mungkin rasanya jika ia mau berhubungan dengan pria tua dan botak seperti Pak kepala sekolah.


"Gila man... Kalo gak salah, gue denger denger nyokap nya Lika sakit"


"Memang bajingan tu!! " geram Liem.


Mereka sangat terkejut mendengar fakta bahwa Kepsek bermain api dengan salah satu guru yang ada di sekolah nya.


"Kita harus membongkar semua ini, jangan sampai, SMA Arya jaya terus di kelola oleh kepala sekolah seperti dia! " ujar Alviro.


"Benar Al, bisa hancur reputasi sekolah kita. Sebaiknya lo lapor sama bokap lo, biar bisa di bicarakan sama direksi yayasan.


" Bokap gue udah tahu, cuma butuh waktu hingga ujian anak kelas tiga selesai. Baru semua nya di tuntaskan" jelas Alviro.


Rendi mendengarkan apa yang sedang Alviro dan teman teman nya bicarakan. Ia ingin membantu, tetapi ia juga tidak boleh gegabah. Mirna adalah orang yang licik, ia akan menghancurkan setiap orang yang berada dekat dengan keluarga Nugrah.


"Gue denger dari Ria, bu Mirna tadi mencoba untuk mendekati Jihan. Bahkan ia memaksa ingin membawa Jihan nebeng bersama dengan nya" jelas Albi buka suara, sejak tadi ia hanya menjadi pendengar setia.


Wajah Alviro seketika mengeras, tulang pipinya tampak jelas ketika rahan itu mengetat.


"Lo harus terus pantau Jihan Al, jangan sampai Mirna mendekatinya lagi! " ujar Rendi.


"Wanita itu akan menerima ganjarannya! " gumam Alvira penuh tekanan.


"Gue punya ide, gimana caranya ngebuat bu Mirna tidak berani keluar lagi nanti"


Semua mata menoleh pada Eldi, "Apa? " tanya Ringgo.


"Kita mesti pasangin CCTV pada ruangan Kepala sekolah, ruangan bu Mirna dan juga di apartemen nya" jelas Eldi.


"What?? gila bener rencana lo El" celetuk Babas.


"Gimana ceritanya kita bisa masangin nya" tlah Albi. Memang sepaket sama Babas, oon nya yang sepaket.


"Lo berhenti aja jadi anak Wolf. Masa gitu doang gak bisa" sela Liem.


"Udah pecat aja Alviro" tambah Ringgo mengompori.


"Eh, jangan dong. Masa di pecat sih. Entar siapa lagi yang bikin rame geng Wolf. " balas Babas dengan nada memelas.


"Tau ih, sadis bener main pecat aja" timpal Albi.


"Yaudah, kalo kalian berdua di pecat. Kerja sama gue aja. Tuh, Karyawan gue masih kurang" kekeh Rendi, membuat Babas dan Albi mengerucutkan bibirnya.


"Ah Sudah sudah, sekarang kita harus memikirkan bagaimana cara melancarkan rencana kita" ucap Alviro.


Mereka akhirnya menghabiskan malam di cafe Cuanlo, hingga jadwal cafe tutup pun mereka masih ada di sana.


Jam sudah menunjukkan pukul 23.30 Alviro barulah tiba di rumah nya. Ia pikir Papa dan mama nya sudah tidur.


Teg.


Lampu rumah tiba-tiba menyala, Alviro yang berdiri di tengah tengah rumahnya menjadi kaget.


"Dari mana kamu? " tanya Brian tegas. Ia sudah menantikan sejak tadi kepulangan Alviro.


"Dari nongkrong sama teman teman Pa" jawab Alviro sekenanya.


"Kamu itu pelajar! Anak dari Brian Nugrah. Apakah pantas kamu berbuat seperti ini huh? "


Alviro tidak menjawab, ia hanya menunduk mendengar setiap makian yang Papa nya lontarkan padanya.


"Kenapa diam!! " bentak Brian geram melihat putranya tidak memberikan reaksi apa apa.


Sudah terlanjur penuh, Alviro sudah tidak tahan lagi mendengar bentakan papanya. Sejak 7 tahun yang lalu, papa nya selalu seperti ini.


"Jadi Al Harus jawab apa pa? mau jelasin apa? emang papa beri Al kesempatan untuk bicara? "


"Kamu?? "geram Brian.


"Al capek pa, mau istirahat dulu"


Alviro beranjak begitu saja dari hadapan Brian. Ia sudah sangat lelah dengan sikap papanya seperti ini.


"Alviro!! "


"Alviro!! "


Panggil Brian, namun Alviro tidak mendengarkannya. Ia terus melangkah menaiki anak tangga, kemudian masuk ke dalam kamarnya.


"Dasar anak nakal! " gerutu Brian menatap kepergian Alviro.


Setelah beberapa saat, Brian pun masuk ke kamarnya. Di sana sudah ada Leni yang menatap tajam suaminya.


"Ada apa? kenapa kamu keliatan marah begitu sama aku? " tanya Brian bingung, Leni menjauhkan tubuhnya dari Brian, ketika suaminya naik ke atas tempat tidur. Bahkan Leni menepis tangan suaminya yang ingin memeluknya.


"Mama kenapa sih? " tanya Brian.


"Jangan sentuh aku! " ketus Leni. Ia merasa sangat kesal melihat suaminya memarahi Alviro. Walau bagaimana pun ia tetap tidak suka melihat Alviro di bentak. Ingin rasanya Leni memukuli suaminya ketika ia melihat Alviro di marahi. Tapi Leni tetap bersabar dan tidak mau melakukannya, ia tetap menjaga wibawah suaminya sebagai seorang ayah.


"Maaf deh ma... " Brian membujuk istri nya, namun Leni tetap tidak mau. Ia terus menepis tangan suaminya ketika menelusup ke pinggang nya.


Sementara itu, Alviro membaringkan tubuhnya di atas ranjang empuk nya. Pandangan matanya lurus ke atas loteng. Disana ada sebuah foto yang berukuran 10 R. Di sana tercetak senyum manis Jihan yang tengah memegangi gitar yang sengaja Alviro berikan setelah memenangkan sebuah perlombaan menyanyi.


"Senyum mu selalu aku rindukan" gumam Alviro ikut tersenyum.


"Apa lo gak kenal gue sama sekali ji? " tanya Alviro tanpa ada jawaban.


"Jika lo tahu siapa gue, apa lo kembali pergi? "


"Gue takut, takut jika lo pergi lagi"


Alviro mengusap sudut matanya, jika teman temannya melihat ekspresi wajah Alviro saat ini. Mungkin mereka akan tertawa dan meledek Alviro yang mendadak cengeng.


"I Love You Jihan Aisyah Rafier" gumam Alviro sebelum menutup matanya. Ia sangat senang, akhirnya ia bisa mengetahui siapa nama asli Jihan, bahkan ia sudah kenal dengan keluarga jihan. Seandainya terjadi kembali seperti yang di masa lalau, Alviro tidak akan terlalu sulit untuk mencarinya.


Alviro mulai memejamkan matanya, tiba-tiba telinganya mendengar alunan lagu yang sering ia nyanyikan bersama Jihan dulu. Bibirnya terangkat dan bergerak mengikuti alunan musik, bahkan terdengar suara pelan Alviro yang mulai bernyanyi.


You got me stuck in your love


Baby I'm so in love with you


In love with you


Yeah, You got me stuck in your love


Baby I'm so in love with you


In love with you


Tersenyum ku tenggelam, dalam pelukanmu


Di bawah sinar mentari hati kita menari


Sambut musim cinta bersemi


Kau dan aku mungkin tahu cinta kita satu


You got me stuck in your love


Baby I'm so in love with you


In love with you


Yeah, You got me stuck in your love


Baby I'm so in love with you


In love with you


Hadirmu selama ini kunanti


Melukiskan senyum di hati


Serasa ku di alam mimpi


Hingga waktu terhenti


Kuingin engkau ada disini


Kau dan aku mungkin tahu cinta kita satu


You got me stuck in your love


Baby, I'm so in love with you


In love with you


Yeah, You got me stuck in your love


Baby, I'm so in love with you (So in love with you)


In love with you


Baby, I'm


Baby, I'm


Baby, I'm so


Baby, I'm


Baby, I'm


Baby, I'm so


Baby, I'm


Baby, I'm


Baby, I'm so


(I'm in love with you)


Baby, I'm


Baby, I'm


Baby, I'm so


Got me stuck in your love, got me stuck in your love


(I'm in love with you)


Got me stuck in your love, got me stuck in your love


Got me stuck in your love, got me stuck in your love


Got me stuck in your love, got me stuck in your love


You got me stuck in your love


Baby, I'm so in love with you


In love with you


Yeah, You got me stuck in your love


Baby, I'm so in love with you


In love with you


So in love with you, my baby


So in love with you, my baby


So in love, so in love


So in love with you


So in love with you, my baby


So in love with you, my baby


So in love, so in love


So in love with you


Seakan alunan lagu itu nyata, Alviro akhirnya tertidur lelap. Sudah sekian lama ia tidak tidur nyenyak. Sejak ia mencium Jihan dan memastikan bahwa Jihan benar-benar adalah Icha nya. Barulah Alviro bisa tertidur pulas, barulah ia bisa menenangkan hati dan pikirannya. Meskipun papanya masih sama, Alviro tidak menyalahkan emosi palanya. Ia cukup memaklumi kemarahan papanya karena sikapnya memang begitu. Alviro juga cukup merasa bersalah padanya.


...----------------...