I HATE YOU, BUT I LOVE

I HATE YOU, BUT I LOVE
EPISODE 7



Ria maju satu langkah ke depan, karena dirinya yang berada di dekat bu Mirna, jadi ia harus memulai perkenalan diri lebih dulu.


"Hai semuanya, nama saya Ria. Pindahan dari Sekolah ternama di Amerika, Yaitu CN senior highschool. Senang berkenalan dengan kalian" Ria menunduk memberikan hormat kepada teman teman barunya. Kemudian mundur kembali ke belakang sejajar dengan kedua teman temannya lagi.


Kini giliran Jihan. Gadis dengan rambut terikat tinggi itu maju satu langkah ke depan persis seperti Ria tadi. Bedanya adalah, Ria tersenyum manis kepada mereka, sementara Jihan hanya menatap semua teman temannya dengan wajah polos tanpa ekspresi.


Jihan mengedarkan pandangan nya, ia tertarik menatap seseorang yang duduk di meja urutan nomor 3 di dekat dinding. "Huh, ternyata dia satu kelas sama gue, sial banget" maki Jihan di dalam hati.


Jihan tak kunjung mengucapkan kata kata memperkenalkan diri. Matanya terfokus pada cowo yang saat ini juga menatap ke arahnya. Hingga suara bu mirna menyadarkan dirinya dan langsung memperkenalkan diri.


"Mau berdiri terus atau segera memperkenalkan diri mu? " sindir bu Mirna.


"Oh, Hay teman teman. Saya Jihan" ujar Jihan singkat, kemudian kembali mundur ke belakang


"Wahh seperti nya dia terlihat sombong yah"


"Hooh, lihat aja tu mukanya datar begitu"


"Sssst Sudah diam!!! " serga bu Mirna menghentikan bisik bisik muridnya tentang Jihan.


"Kamu. silakan perkenalkan diri mu" titah bu Mirna pada Fela.


Dengan anggun nya, Fela melangkah ke depan. Lalu Fela menatap semua teman temannya dengan senyum tercetak indah di bibirnya.


"Anjirr, cantik bangetbi. Andaikan gue bisa dapetin dia,gue berhenti jadi playboy" ujar Babas tanpa mengalihkan pandangan matanya dari Fela.


"Ah, kalo gue mah sama yang kalem itu Bas, gak bakal cari yang lain mah gue. Andaikan yah bas"


"Hai semuanya, Nama gue Fela. Kalian cukup panggil Fela. Sekolah kita bertiga sama, jadi gak perlu lagi gue jelasin yah" kekeh Fela manja Ia emang seperti ini, rada rada centil tapi bukan murah.


"Fela" sorak Babas tanpa tahu malu. Ia mengacungkan kedua tangannya yang berbentuk love ala ala anak kpop.


"Ihhh apaan sih, baru kenal juga. Udah lope lope" sungut Fela kesal, ia kembali ke posisi awalnya dengan muka yang di tekuk.


Melihat respon Fela pada Babas, membuat Siswa dan siswi langsung menyoraki nya dan menertawakannya. Namun, dengan tidak tahu malunya Babas masih tetap melakukannya.


"Diam!! jangan ada yang bersuara lagi! " bentak bu Mirna. Seluruh suara langsung hilang, tidak ada lagi yang berani mengeluarkan suara.


"Untuk kalian bertiga, silahkan duduk di bangku yang kosong. "


"Baik bu" jawab Ria, Fela dan Jihan serempak, sembari berjalan menuju bangku yang di sebutkan nunggu Mirna. Tiba di sana, ketiga gadis itu tampak bingung.


Ada tiga bangku yang kosong. Di meja Baris ke dua nomor urut 3 dan empat. Karena Fela merasa kurang pintar, jadi dirinya tidak mau duduk sendiri. Fela meminta Ria atau Jihan duduk bersama dengan nya.


"Ria, Jihan, duduk sama gue kek. Salah satu dari kalian" bisik Fela dengan nada manja. Jihan dan Ria saling pandang, kemudian menghembuskan nafas berat.


"Yaudah, Ria duduk sama lo seperti biasa" ucap Jihan mengalah, ia duduk di kursi paling belakang, sejajar dengan Albi dan Babas.


Sedangkan Alviro yang pura-pura acuh dengan kehadiran murid baru itu, curi curi pandang ke samping kanannya. Ia melihat posisi meja mana yang Jihan duduki.


"Ternyata dia satu kelas sama gue" batin Alviro. Senyum misterius tercetak di bibirnya.


"Liat apaan lo? " tanya Ringgo mengikuti arah pandang mata Alviro. Cepat cepat pria itu mengalihkan pandangan nya ke arah lain, agar Ringgo tidak menaruh curiga.


"Bukan apa apa" balas Alviro datar.


"Oke anak anak, sekarang kita lanjut pembelajaran kita hari ini"


Bu Mirna mulai menjelaskan materi, setiap murid di wajibkan untuk memperhatikannya. Karena bu Mirna tidak suka jika dirinya bertanya dan anak muridnya tidak dapat menjawab dengan benar.


Tanpa terasa 2 jam pun berlalu begitu cepat. Bel istirahat sudah berdering sangat nyaring. Membuat otak yang mampet, lancar seketika.


"Baiklah anak anak, kita lanjutkan materi kita di pertemuan selanjutnya. Selamat siang" pamit Bu Mirna melangkah keluar kelas. Siswa siswi pun berhamburan keluar dari kelas.


Jihan sibuk menyusun buku bukunya ke dalam tas.


"Yuk ke kantin" ajak Fela pada kedua teman temannya. Mendengar ucapan Fela, Babas langsung berdiri dari duduknya dan menghampiri Fela.


"Yuk, gue anter. Lo pasti gak tahu kan di mana kantin nya" tawar Babas.


"Ihh Apaan sih, kantin itu gak sama seperti sarang semut. Pasti mudah buat nemuin nya" ketus Fela memutar matanya kesal pada Babas.


"Hahaha... Kasian banget si lo bro" ledek Albi. Ia sampai sekarang belum berani menatap Ria.


Jihan bangkit dari tempat duduknya, ia berjalan menuju keluar kelas di ikuti oleh kedua sahabat nya.


Brak.


Jihan tersungkur, lututnya beradu dengan lantai. Jihan menatap lututnya yang lecet dan sedikit memar.


"Awhs" ringis Jihan mengusap kedua lututnya.


"Upss... Kalau jalan pake mata dong. Masa kaki di situ gak keliatan" ujar Alviro dengan santai. Padahal ia sengaja meluruskan kakinya ketika Jihan lewat di samping nya.


"What? " Jihan segera bangkit, mengabaikan rasa sakit di lututnya. Ia tidak terima dengan apa yang di katakan Alviro.


"Apa? mau tantangin gue? " ucap Alviro Songong menatap Jihan yang sudah berdiri di hadapan nya.


"Huh... Harusnya lo itu malu. Jangan cuma beraninya sama cewe doang! " ucap Jihan, kemudian menunduk agar wajahnya sejajar dengan wajah Alviro.


"Banci lo" ucap Jihan menunjuk dada Alviro dengan sorot mata meremehkan dan senyum mengejek.


"Yuk guys" ajak Jihan kepada kedua sahabat nya.


"GTB" ujar Ria.


Alviro mengertakan giginya, anak baru itu benar-benar membuatnya kesal. Benar kata anak baru itu, ia malu untuk melawan cewe. Tapi, di mata Alviro Jihan bukanlah seorang wanita, hanya sebuah makhluk Alien yang datang mendekati sekolahnya dan membuat dirinya kesal.


"Ya ampun Boy..... Tu cewe berani banget. Untung ni kelas dah sepi" ucap Babas.


"Ssttt.... Jangan di gituin, entar dia makin ngamuk" bisik Albi pada Babas yang langsung menutup mulutnya. Entah mengapa ia mulai kesal memiliki mulut ember seperti ini.


Ringgo, Liem dan Eldi hanya diam menonton perdebatan Alviro dan Jihan. Menurut mereka Alviro tidak perlu di bantu,hal sepele seperti ini biarlah menjadi urusan Alviro.


"Yuk cabut" ajak Ringgo.


Mereka pun keluar dari kelas, menuju ke kantin.


...----------------...


Jihan dan kedua sahabat nya berjalan di lorong kelas menuju ke kantin. Mereka sudah tahu dimana letak kantin dari salah satu siswa yang mereka tanyai.


Langkah demi langka yang mereka lewati, menjadi pusat perhatian. Ria dan Fela pun menjadi risih.


"Ihh mereka pada gak pernah liatin bidadari lewat apa yah" gumam Fela risih.


"Udah, abaikan aja. Entar juga bosen sendiri" sahut Ria.


Setibanya di kantin,Jihan berhenti di depan pintu kantin, ia mengedarkan pandangan mencari meja kosong di dalam sesak nya suasana kantin.


"Astaga, kita mau duduk di mana ni? " lenguh Fela sembari menatap setiap meja yang sudah penuh.


"Itu ada yang kosong" pekik Fela girang. Ria pun tersenyum lebar, kemudian langsung menarik kedua tangan sahabat nya ke meja kosong yang Fela tunjuk. Ia sudah benar-benar lapar sekarang.


Jihan menarik satu kursi untuk ia duduki, namun tiba-tiba.....


"Terimakasih sudah menariknya untuk gue" ucap Alviro tanpa tahu malu duduk di kursi yang baru saja Jihan tarik.


Jihan menarik nafas dalam, ia benar-benar tidak habis pikir. Cowo banci ini selalu ada di mana mana.


"Ini kursi gue!! tolong yah cari kursi yang lain! " ucap Jihan Tegas. Membuat semua orang yang ada di sana kaget. Penjaga kantin pun ikut panik, ia tidak tahu jika ada anak baru. Jadi penjaga kantin belum memberitahu bahwa ada meja khusus yang tidak boleh satu orang pun yang mendudukinya di kantin ini.


Para Siswa siswi mulai menatap kearah mereka, dalam sekejap Alviro dan Jihan kembali menjadi pusat perhatian. Seketika gosip mulai beredar, mendadak Jihan menjadi artis yang di bicarakan di seluruh penjuru sekolah.


"Lihat, lo bisa baca ini kan? " tunjuk Alviro pada tulisan besar di tengah tengah meja.


"Wolf? " gumam Fela.


"Nah tu temen lo pintar"


"Apa hubungannya, lo sama tulisan itu! " tanya Ria bingung.


"Huh, emang lo mau kita kita mikir bahwa lo adalah banci Wolf? " ucap Jihan setengah berteriak. Membuat siswa siswi yang ada di kantin tertawa seketika.


"Apa lo bilang! "


"Banci Wolf" ulang Jihan.


"Lo, benar-benar yah. Membuat kesabaran gue habis! " geram Alviro berdiri dari duduknya.


"Heh, sejak tadi. Semua orang juga tahu. Lo yang cari masalah sama Jihan. " bentak Ria tidak terima sahabat nya di tindas.


Di depan kelas IPS 1, terlihat siswi siswa berlari berbondong bondong menuju ke kantin.


"Ada yang ribut"


"Alviro lagi berantem di kantin"


Lika melebarkan matanya mendengar gumaman siswa yang sedang berlari, pria pujaannya sedang ribut dengan seseorang di kantin.


"Eh Alviro ribut" ujar Jejei.


"Dikantin" sahut Lilie.


"Yuk lihat yuk!!! " pekik Lika berlari menuju kantin. Setibanya di kantin, mata Lika melebar, ternyata yang sedang ribut sama Alviro adalah cewe asing yang kemarin merusak perlombaan Alviro.


"Ya ampun!!!!!! heh Cewe asing!!! " pekik Lika berdiri di antara keduanya, lebih tepat nya berdiri di depan Alviro Seolah olah dia sedang membela Alviro.


"Lo kok kecentilan sih, gak usah sok cari masalah deh buat dapetin Alviro"


"What? lo gila yah. Siapa juga yang cari masalah"bantah Jihan, sejak tadi bukan dirinya yang mencari masalah, tapi Alviro sendiri yang mencari masalah dengan nya.


"Udah deh lo gak usah sok muna" Lika mendorong bahu Jihan.


"Heh, jangan main fisik yah! " bentak Fela tidak Terima melihat Jihan di sentuh oleh siapapun.


"Apa lo!! Anak baru seperti kalian itu harusnya tidak cari masalah" tantang Lika menatap mereka tajam. Ria dan Fela tidak takut, mereka sudah berdiri di depan Jihan menatap Lika tajam.


"Aduhhh bisa gawat ini bi" gumam babas mulai panik, sementara anak wolf yang lain hanya setia dalam diam memperhatikan apa yang selanjutnya akan terjadi.


"Heh, lo siapa! sejak awal ini gak ada hubungan nya sama lo! " kini Ria yang angkat bicara.


"What, mereka yang terlihat lembut mulai memperlihatkan taringnya" gumam Albi kaget. Pertengkaran ini semakin sengit, siswa siswi lain masih setia menonton mereka, bahkan kantin sudah semakin ramai.


...----------------...


Halo semuanya. Jangan lupa like, coment dan Pavorit kan yah. Aku sayang kalian, makasih sudah mau berkunjung.