
Sepulang sekolah,Jihan dan Alviro langsung pulang ke rumah bunda Tia. Mereka harus berpamitan ,karena mereka akan kembali ke apartemen.
"Bunda!!!!!!"teriak Jihan setiba nya di rumah.Ia berlari masuk dengan riang. Alviro hanya tersenyum melihat kelakuan istrinya yang masih manja. Ia mengikuti istrinya dari belakang.
"Eh anak bunda udah pulang?" sambut Tia langsung memeluk putrinya.
"Bun" gumam Alviro meraih tangan Tia dan langsung mengecup punggung tangannya.
"Bun, Ayah udah pulang?" tanya Jihan.
"Belum sayang, sekarang kan masih pukul 2 siang" kata Tia tersenyum.
"Jihan,,,,," panggil seseorang dari arah dapur.Jihan langsung menoleh dan tampak langsung girang.
"Aunty Rama!!"pekik Jihan.
"I Miss you !!" rengek Jihan berhamburan ke pelukan Rama.
"Me too baby" balas Rama memeluk Jihan erat.
"And gue juga di sini" Sahut seseorang.
"Lidia, Zidan?" kaget Jihan.
Dengan bergandeng tangan,Zidan dan Lidia mendakat pada mereka. Keduanya tampak sangat bahagia.
"Bro." Sapa Alviro menempelkan tinjunya dengan Zidan.
"Kalian terlihat sangat akrab" kekeh Jihan,teringat terakhir kali Alviro sangat sentimen pada Zidan.
Alviro dan Zidan hanya mengangkat bahu menanggapi ucapan Jihan.
"Gimana keadaan Lo?" tanya Jihan beralih memeluk Lidia.
"Gue udah baikan kok,besok udah bisa sekolah" jawab Lidia.
"Gue senang mendengar nya" ujar Jihan.
"Ehh kok malah ngobrol nya berdiri.Yuk sambil makan aja yuk" kata Tia menggiring mereka ke ruang makan.
Siang itu mereka habiskan dengan canda dan tawa . Berbeda dengan seseorang yang sedang menatap sinis pada temannya.
Jasmin mulai tidak suka pada Cantika, ia yang berusaha untuk akrab dengan geng Wolf Tapi malah gadis udik itu yang di dekati oleh mereka.
"Lebih nya dia apa sih,dari aku!" pikir Jasmin. Ia berjalan mendekati Cantika yang menunggu nya di parkiran.
Saat itu sekolah mulai sepi,Jasmin berniat untuk main bareng Cantika. Namun, karena kejadian hari ini membuat Jasmin tidak suka pada Cantika.
"Eh Jasmin, mau tetap di sini atau lanjut jalan?" ujar Cantika yang melihat Jasmin telah sampai di parkiran.
"Eh iya, ayo" Jasmin tersenyum palsu, ia harus terlihat baik di depan Cantika. Meskipun ia tidak suka, tapi ia membutuhkan Cantika untuk bisa dekat dengan anak wolf.
"Yuk!" kedua nya sudah naik di mobil Cantika, mereka mulai melaju meninggalkan perkarangan sekolah.
Setiba nya di Mall, Cantika dan Jasmin langsung bergerilya di dalam nya. Ketika asik bermain, tidak sengaja mereka bertemu dengan seseorang .
"Kak Rasya?" gumam Jasmin.
"Yuk Jas" ajak Cantika setelah menyelesaikan pembelian tiket permainan.
"Lo duluan aja Can, ntar gue nyusul" ujar Jasmin. Ia bergegas pergi dan mengikuti Rasya yang ternyata sedang bersama Fela dan Ria. Ketiga kakak senior nya itu tampak mendiskusikan sesuatu.
"Aduh, Fela. Seperti nya ini lebih bagus" kata Ria.
"Enggak,ini lebih bagus" sahut Rasya.
"Guyss..... ini lebih Bagus" sahut Rasya memperlihatkan jam tangan yang terlihat mewah di dalam kotak kaca.
"Wahhh ... Selerah ni boca bagus juga" kata Fela.
"Yaudah, karena Eldi pacar Lo. Jadi hadiah nya pilihan Lo " kata Ria tersenyum lebar dengan kedua alis naik turun.
"Ulululu...Ni bocah malu malu kebo" ujar Fela menoel pipi Rasya.
"Kalian jangan buat gue GeEr deh,kan gue masih belum resmi Lo sama dia" Rasya berpindah ke area Hoodie,dengan pikiran masih memikirkan Eldi.
"Laah, tu anak gak gentle banget" gerutu Ria mendekat pada Rasya.
"Bukannya gak Gentle. Ni bocah yang selalu buat rusuh ketika ada Eldi." celetuk Fela menarik pipi Rasya.
"Kapan gue bikin rusuh" lenguh Rasya menatap Fela dengan pipinya masih di tarik Fela.
"Bukan rusuh sih,tapi kalian selalu berantem. Saling suka tapi sok sok jual mahal"
"Hadeeeeuhh, kaya yang ngomong gak aja" cibir Ria .
Fela melepas tarikan tangannya di pipi Rasya, Fela tercengir mendengar ucapan Ria .
"Yuk bayar yuk" Fela menggiring kedua nya menuju kasir . Agar pembicaraan berhenti di situ.
"Oo jadi kak Eldi ulang tahun. Mereka pasti akan merayakannya nya" batin Jasmin yang bersembunyi di balik patung yang di lewati ketiga seniornya.
Jasmin mendadak bersembunyi ketika Fela tiba tiba berhenti tak jauh dari patung tempat persembunyian.
"Mati gue, ketahuan ni pasti" teriak Jasmin di dalam hati, ia merasa ketakutan sekarang.
Fela menatap patung yang terlihat seperti seseorang bersembunyi di sana, ia perlahan mendekat pada patung itu hingga Ria memanggil nya.
"Fela, ayo buruan!!" teriak Ria.
"Eh iya!!" Fela berbalik dan berlari menyusul teman temannya.
Jasmin bernafas lega, ia tidak jadi ketahuan.
"Ah, hampir saja gue ketahuan. Bisa tamat riwayat hidup gue" kelu Jasmin mengusap dada nya.
"Pokok nya , gue harus tahu di mana mereka mengadakan pesta" Jasmin berlalu dari toko itu, ia kembali menemui Cantika yang ternyata sedang duduk di kursi tunggu dengan memegang 2 eskrim.
Melihat Jasmin berlari ke arah nya,Cantika langsung berdiri dengan ekspresi cemberut.
"Lo dari mana aja sih Jas, capek dari tadi gue nunggu Lo dari tadi tau ga" gerutu Cantika dengan wajah bete.
" Maafin gue yah Cantika, tadi perut gue sakit banget. Makanya baru balik dari toilet" alasan Jasmin berbohong.
"Yauda deh, kita balik aja. Gue dah capek duluan sebelum main"
"Hmm .. Maafin gue yah Cantika. Gara gara gue kita gak jadi main deh" Jasmin memasang ekspresi tidak enak hati, padahal ia sangat senang mereka tidak jadi main .Dengan begitu ia bisa leluasa untuk mencari tahu di mana pesta ulang tahun kak Eldi di rayakan.
Cantika dan Jasmin berjalan menuju ke parkiran. Ketika melewati pintu mall, Cantika tidak sengaja bertubrukan dengan seseorang.
"Eh sorry, Sorry..." ucap orang itu.
"Iya gak papa" kata Cantika sopan.
Jasmin yang berjalan di belakang Cantika langsung maju dan membentak orang itu.
"Lo gak punya mata yah, temen gue Segede ini Lo tabrak!"
"Udah Jas, gak papa kok. Jangan di perpanjang lagi" kata Cantika memegang lengan Jasmin sembari melirik kiri dan kanan. Orang orang mulai melirik ke arah mereka dan saling berbisik.
"Gue bilang gue gak sengaja, dan gue juga udah minta maaf!" balas cewe yang tadi tidak sengaja menubruk Cantika. Matanya menatap nyalang pada Jasmin.
"Maaf kak, gak papa kok. Maafin temen gue!" kata Cantika menarik lengan Jasmin keluar.Tapi Jasmin seolah tidak mau,ia masih ingin melabrak gadis itu. Namun Cantika terus menarik nya hingga pergi dan sampai di depan mobil Cantika.
" Dasar cewe sinting" gerutu Lea kembali berlari menghampiri suaminya yang sedang duduk di salah satu cafe di dalam mall.
"Kok cemberut sih sayang" Arvan mengusap pipi istrinya setelah ia duduk di hadapannya.
Lea pun menceritakan semuanya yang ia alami tadi pada suaminya . Ia benar-benar kesal dengan gadis itu, bukan orang yang ia tubruk tapi sama wanita yang gak ada urusan dengan kejadian itu.