
Fela duduk termenung dulu depan meja rias. Di lihatnya foto kebersamaan keluarga yang sudah ia sobek. Di lembaran foto sobek itu hanya ada foto dirinya dan mamanya.
Ma, hari ini Fela menikah. Fela sedih karena gak ada mama. Semoga mama tenang yah di alam sana. Doain Fela bahagia sama pasangan Fela.
Dari Luar kamar, Jihan dan Ria masuk ke dalam kamar hotel milik Fela. Mereka sudah tiba di hotel sejak subuh tadi.
"Lah, kok bintang utama acara ini nangis sih. " kata Ria.
"Uuuuu" mereka bertiga saling berpelukan.
"Sudah sudah, masa kita nangis sih. Ini kan hari bahagia" Jihan menghapus air mata Fela dengan tisu yang ia temukan di meja rias.
"Yuk, semua orang sudah menunggu" ujar Ria.
Sementara di ruangan aula yang sudah di sulap menjadi ruang pesta pernikahan seorang putri raja.
Babas sudah duduk di depan pak penghulu, ia sudah tidak sabar menunggu penganti wanita yang sudah 3 hari tidak bertemu dengan nya.
Di sisi kanan, kiri, dan sisi belakang Babas, terdapat para sahabat nya. Alvido dengan wajah dingin nya ia menatap acuh ke depan.
"Pengantin Wanita sudah memasuki ruangan" suara pembawa acara. Semua mata langsung tertuju ke pintu masuk. Perlahan pintu yang di sulap seperti gerbang kerajaan itu mulai terbuka.
Fela di gandeng oleh dua bidadari cantik di sisi kanan dan kirinya. Untaian gaunnya terseret dramatis di belakang.
"Wahh cantik sekali mereka"
"Aku salfok, yang mana pengantin wanita nya? semua tampak sama. Sama sama cantik. "
Babas tak berkedip, senyum nya semakin melebar. Babas berdiri dari duduknya untuk menyambut calon istri yang sebentar lagi akan menjadi istri.
"Mulut lo Bas, ileran" ucap Eldi menggoda Babas.
Ria dan Jihan menyerahkan tangan Fela pada Babas. Lalu mereka mengambil posisi duduk di tempat masing-masing.
"Kamu cantik" puji Babas berbisik pada Fela. Membuat gadis itu menunduk mali. Baru kali ini Fela merasa sangat malu di puji oleh pria yang sebentar lagi akan menjadi calon suaminya.
...****************...
Tanpa gangguan, Fela dan Babas sudah Sah menjadi suami Istri. Fela terlihat sangat bahagia, walaupun ekspresi nya akan berubah ketika papanya datang untuk memberikan selamat padanya. Fela tetap mengundang papa nya, namun ia tidak mau di dekati oleh papanya. Melihat wajah papanya saja Fela sangat tidak sudi.
Babas menghela nafas, ia tidak bisa berbuat apa apa. Jika dirinya di posisi istrinya, mungkin ia akan melakukan hal yang sama.
"Maaf Pa, mungkin Fela lagi cape" ucap Babas, agar papa mertuanya tidak merasa sedih melihat sikap istri nya seperti itu.
Papa Fela tersenyum, ia tidak bisa menyalahkan putrinya. Fela sangat wajar menyalahkan dirinya atas perginya istri nya.
"Tidak apa apa Nak Babas, papa seneng Fela mendapatkan suami seperti kamu"
"Makasih pa, Babas akan selalu jagain Fela. Akan selalu menyayangi nya setulus hati Babas" janji Babas, kata itu terucap dari hati kecilnya.
"Ya sudah pa, Babas nyusulin Fela dulu yah" pamit Babas.
Pesta sudah selesai, Fela langsung masuk ke kamar hotel yang memang di sediakan untuk dirinya dan juga semua keluarga dekatnya.
Ceklek.
Dari luar Babas langsung masuk ke dalam kamar, kemudian ia melihat istrinya tengah duduk di depan meja rias. Istri nya tengah membersihkan sisa make up yang menempel di wajahnya.
Babas perlahan melangkah mendekati istrinya, memeluk dari belakang.
"Uhmm Babas"
"Kamu pasti sangat lelah kan? "
"Aku tidak lelah kok. Aku akan siapkan air hangat untuk mandi mu" Fela bangkit dari duduknya, ia akan menyiapkan air hangat untuk suaminya mandi.
Namun, Babas tidak membiarkannya pergi begitu saja. Babas malah membalikkan tubuh Fela, lalu lamgsung memeluknya erat.
"Sayang, untuk saat ini kamu istirahat saja. Tidak perlu terlalu formal seperti itu. Aku tahu kok apa yang kamu rasakan sekarang. Karena aku juga ikut merasakan apa yang kamu rasakan. "
Fela membalas pelukan Babas, ia semakin mengeratkan pelukannya. Fela sangat membutuhkan bahu untuk bersandar.
"Makasih, makasih udah mau menerima ku terimakasih untuk semua nya"ucap Fela penuh rasa syukur.
Setelah saling berpelukan, akhirnya Babas mengajak istrinya untuk mandi bersama. Awalnya Fela sangat malu, namun pada akhir mereka saling memadu kasih di kamar mandi.
Sementara itu, di kamar sebelah. Jihan dan Alviro masih perang dingin. Jihan tidak mau berbicara dengan suaminya, apa lagi Alviro. Mereka saling mengikuti ego masing-masing.
Selesai mandi Jihan langsung berbaring di atas ranjang. Ia mengambil posisi tidur hampir mendekati tepi kasur. Jihan tidak mau berdekatan dengan Alviro.
" Lah kok tidur situ sih" gumam Alviro pelan.
Di dekatnya istri nya yang masih merajuk, seperti nya Alviro tidak bisa menggunakan jurus egoh nya. Ia harus memulai untuk minta maaf terlebih dahulu.
Alviro mendekati Jihan, ia duduk di tepi ranjang dekat Jihan berbaring.
"Sayang... " lirih Alviro.
Jihan pura-pura tidur.
"Sayang...... Aku tahu, kamu belum tidur"
Jihan masih tidak mau membuka mata, ia hanya mendengar apa yang suaminya ucapkan.
Namun tiba-tiba Jihan tidak mendengar suara suaminya lagi, ia membuka sedikit matanya. Dan,,, inilah yang terjadi, Alviro menggelitik pinggang Jihan.
"Eh eh... Geli.... Alviro!! iya iya, aku bangun!!! " Jihan menyerah, ia sudah tidak bisa menahan rasa geli itu.
Mereka duduk berhadapan hadapan di atas ranjang.
"Maafin aku yah sayang, aku udah egois" ucap Alviro, ia meraih tangan istri nya dan mengecupnya dalam.
"Umh.... Aku juga minta maaf, karena aku udah durhaka" balas Jihan.
Alviro tersenyum, akhirnya mereka tidak bertengkar lagi. Jihan langsung berhamburan ke pelukan Alviro.
"Sekarang, apa kita boleh mengulang nya lagi? " bisik Alviro.
"Akhh.. " Pekik Jihan, tubuhnya langsung di tindih oleh Alviro, lalu di serang dengan ciuman bertubi-tubi. Jihan tidak sempat mempersiapkan apapun, mental nya pun masih dalam keadaan off. Sehingga Jihan hanya bisa pasrah dan menikmati apa yang suaminya lakukan.
"Ahh... Ahh.. Sayang" desah Jihan menahan nikmat nya berada di bawah Alviro. Untuk sejenak ia merasa berada di dalam surga, begitu juga dengan Alviro.
"Call me baby... Ahh... Kamu sungguh nikmat. Ahh... Icha... "
Deg.
...----------------...
Hallo sobat ku, maaf aku hari ini telat update. Author lagi tidak enak badan. Ini baru agak mendingan, dN Author paksain buat update.
Jangan lupa like, komen, dan vote ya guys. Agar author lebih semangat lagi dan doain juga author cepat sembuh.
Author sangat menyayangi kalian. tanpa kalian Author bukanlah apa apa. Jadi tetap dukung Author yah.