I HATE YOU, BUT I LOVE

I HATE YOU, BUT I LOVE
EPISODE 117



Lidia mulai panik, ia mengamati daerah sekitar. Mereka sekarang berada di jalan yang sangat sepi. Ini adalah jalur yang melewati perdesaan untuk menembus ke kota tempat mereka tinggal lebih cepat.


Mirna datang dengan anak buah 2x lipat dari anak buah Lidia. Wajar saja Lidia merasa sangat panik, karena anak buah mirna akan sulit di kalahkan oleh anak buahnya.


"Gue harus mengatur siasat" gumam Lidia berusaha memutar otak nya.


Sebuah ide terlintas di benaknya, meskipun ini akan membahayakan dirinya. Namun Lidia tetap akan melakukan nya demi menebus kesalahan yang pernah ia lakukan terhadap Jihan.


"Aku akan turun dan mengalihkan perhatian mereka. Kau bawalah jihan ke jalur Utara. Nanti kau akan bertemu dengan pria yang bernama Alvaro. Serahkan gadis ini pada mereka" kata Lidia tegas.


"Lalu bagaimana dengan boss. Lebih baik kita melawannya bersama"


"Tidak.Mereka terlalu banyak dari kita. Mereka pasti akan menang " ujar Lidia, mata nya menatap lurus ke depan.


"Tapi Boss-"anak buah Lidia tampak ragu, mereka yang mengikuti nya adalah mereka yag memiliki hati dan sepemikiran dengan nya. Jadi mereka akan sangat setia kepada nya.


"Tidak ada tapi tapian, kau harus mematuhi setiap yang aku perintah kan! " potong Lidia dengan tegas.


Sebelum keluar Lidia melirik jihan sebentar, lalu barulah ia keluar dari dalam mobil.


"Keluar lah!! " Teriak Lidia di depan mobil yang menghalangi mobilnya.


...----------------...


Sudah 2 hari Alviro tidak tidur, ia terus memikirkan tentang istri nya. Beruntung merekaa masih belum belajar optimal, jadi tidak terlalu pusing merasa ketinggalan pelajaran. Lagi pula, mereka bisa mengikuti kelas tambahan nantinya.


"Al, lo yang sabar yah. Mungkin ini saat nya kita ngasih tahu orang tuanya Jihan" ujar Eldi.


"Gak, gue gak mau mereka khawatir. " tolak Alviro. Sampai saat ini ia masih belum memberitahu kepada keluarga nya bahwa Jihan di culik. Hanya Zidan yang mengetahui semuanya.


"Gue rasa mereka harus tahu" sahut Zidan.


"Gak kak, belum saat nya" balas Alviro.


Mereka hanya bisa menghela nafas menghadapi keras kepala Alviro.


Cling~


Ponsel Rasya menyala, sebuah pesan masuk ke whatsapp nya. Rasya langsung menggeser tanda kunci dan langsung membuka pesan itu.


"Jihan ketemu!!! " pekik Rasya senang. Spontan perhatian mereka langsung tertuju padanya.


"Dimana? " taya Fela dan Ria serempak.


"Lidia mengirimkan gue pesan, ia mengatakan jika Jihan ada bersama nya, dan meminta Alviro untuk datang ke jalur Utara kota kita. Karena anak buahnya dalam perjalanan ke kesini melalui jalur itu" jelas Rasya memperlihatkan pesan yang di kirimkan Lidia.


Zidan terlonjak kaget, wanita yang menghilang bersama hilangnya Jihan tiba-tiba memberikan kabar bahwa dirinya suda menyelamatkan Jihan.


"Dia sangat baik" batin Zidan.


"Ayo kesana sekarang! " ujar Alviro tidak sabaran. Mereka pun langsung bergegas menuju ke jalur yang Lidia katakan. Tanpa ada rasa curiga apapun, itu artinya mereka sudah percaya dengan Lidia.


Sementara di tempat lain, Lidia menatap Mirna dengan tatapan tidak bersahabat. Ia benar-benar sudah sangat membenci wanita itu.


"Jumpa kembali adik ku sayang" sapa Mirna tersenyum licik.


"Cuihh... Jangan pernah kau mengatakan aku adik mu lagi!!! Kau wanita hina, tidak tahu malu!!! " balas Lidia sengit, matanya mengkilap memperlihatkan kebencian.


"Cih, aku lebih baik mati dari pada harus bersekutu dengan wanita seperti mu! "


Mirna menggeram, ia benar-benar terpancing mendengar ucapan Lidia. Namun, Mirna berusaha untuk mengendalikan dirinya. Ia harus terlihat santai dan tidak emosian.


"Serahkan gadis itu! " titah Mirna melirik ke dalam mobil.


"Tidak akan!! aku tidak akan memberikan dirinya pada mu!! " tantang Lidia.


"Kau benar-benar menguji kesabaran ku Lidia!! " ucap Mirna. Ia berjalan mendekati Lidia yang terlihat tidak takut sama sekali kepadanya.


"Periksa mobilnya!! " Mirna memberi perintah, anak buahnya langsung bergerak mendekati setiap mobil yang berhenti dipakai depan mereka. Tanpa mereka sadari satu mobil Lidia yang terparkir paling ujung sudah bergerak dan menjauh dari area itu. Sesuai permintaan Lidia, mereka menyelamatkan Jihan.


Anak buah Lidia berdiri di depan Lidia ketika Mirna hendak menggapai Lidia.


"Wahh, dasar pengkhianat. Kalian berani menghalangi ku!! " bentak Mirna.


"Lidia adalah pemimpin kami, pemilik perusahaan yag sebenarnya. Sampai titik darah penghabisan, kami akan melindungi nya! " sahut salah satu anak buah Lidia yang berdiri tepat di depan Lidia.


"Cih.Apa kau yakin akan melawan ku? " cibir Mirna.


Mereka tidak bergeming, semua anak buah Lidia was was. Karena anak buah Mirna juga sudah mendekat dan mengepung mereka.


"Boss, gadis itu sudah kabur. Mereka sengaja mengalihkan perhatian kita! " lapor salah satu anak buah Mirna.


"Sial!!! Kau benar-benar membuat ku marah Lidia!! " teriak Mirna penuh emosi.


"Hancurkan mereka semua!! bawa gadis busuk itu ke hadapan ku! " titah Mirna.


"Baik boss!! "


Mirna duduk bersandarlah di depan mobilnya, sementara anak buahnya menghajar semua anak buah Lidia. Sedikit sulit di lumpuhkan, karena anak buah Lidia terlatih cukup keras.


Jihan meraih botol air mineral yang tergeletak di samping tubuhnya. Ia meneguk habis setengah botol yang berukuran sedang. Tenaga Jihan mulai pulih, efek obat yang Anji berikan juga sudah tidak ada lagi.


"Nona, apa kau sudah sadar? " tanya anak buah Lidia yang melihat Jihan dari kaca spion.


Jihan masih belum bereaksi, ia melirik ke luar jendela, otak nya mencoba mengingat kejadian terakhir kali yang ia alami.


"Di mana Lidia? " tanya Jihan teringat dengan mereka yang di hadang oleh mobil yang entah milik siapa Jihan tidak tahu. Yang jelas samar samar ia mendengar Lidia menyuruh anak buahnya untuk membawanya kabur.


"Bos kami sedang, mengelabui Mirna, wanita itu dan anak buahnya menghadang perjalanan kita! " jawab anak buah Lidia.


Jihan syok, ia tidak menyangka jika Lidia akan melakukan hal itu untuk dirinya. Mirna wanita yang berbahaya, meskipun dia adalah kakak Lidia.


"Apa kakaknya itu akan tega menghabisi adik nya? " tanya Jihan lugu.


"Kakak?? Adik?? " anak buah Lidia tampak bingung.


"Bukankah Lidia dan Mirna kakak adik? " tanya Jihan lagi.


"Tidak nona, Bos kami sebenarnya korban dari Mirna. Hartanya di, rampas dan keluarga nya di bunuh. Karena boss kami selamat dari rencana pembunuhan itu, Mirna mengangkatnya menjadi adik. Lalu Lidia di jadikan ujung tombak pembalasan dendam Mirna" jelas Anak buah Lidia. Jihan melongo mendengar cerita dari supir itu. Ia tidak menyangka jika kehidupan Lidia lebih pahit dari dirinya.


"Lalu bagaimana dengan nasib nya, kalau Mirna menghabisinya bagaimana? " Jihan pun mulai panik.


"Tenang nona, boss pasti akan baik baiik saja. Aku yakin itu, dia adalah wanita yang sangat baik" lirih anak buah Lidia, ia merasa sang sedih tidak bisa membantu melindungi bossnya.