
Alviro mendatangi rumah Rendi, tadi ia sempat mendatangi cafe cuanlo. Tetapi, pelayan Rendi bilang bos nya tidak ada di sana. Makanya Alviro memutuskan untuk mendatangi rumah Rendi.
Setibanya di rumah Rendi, Alviro langsung menekan bel.
Ting... Tong...
Sekali dua kali, masih tidak ada yang membukakan pintu. Hingga akhir nya kesabaran Alviro habis. Bersyukur pintu langsung terbuka, jika tidak Alviro sudah berniat akan menendang pintu rumah Rendi untuk melampiaskan kekesalan. Tidak sopan memang, tetapi Rendi pernah melakukan hal itu di basecamp Alviro Jadi Alviro tidak akan segan segan untuk melakukan hal yang sama.
"Maaf den, Aden siapa yah? dan cari siapa? " tanya seorang wanita paru baya, di lihat dari penampilan nya. Wanita itu adalah asisten rumah tangga Rendi.
"Maaf bi, saya mau cari Rendi. Ada? " balas Alviro tersenyum hangat.
"Oh tuan Rendi ada den, itu di kamarnya. " balas bi Narnia lagi, tapi ia tidak mempersilahkan Alviro masuk.
"Maaf bi, apa saat boleh masuk? " tanya Alviro.
Sejak tadi bibi ini tidak menyuruhnya masuk, mereka masih berdiri di depan pintu rumah Rendi.
"Maaf den, Aden ini siapanya tuan Rendi? soalnya tidak boleh sembarangan orang masuk ke rumah ini den" jelas bi Narnia lagi dengan nada tidak enak.
"Gak apa apa bi, saya ini temennya Rendi. " jelas Alviro lagi.
"Oh yaudah, tapi jawaban itu bisa saja di gunakan oleh orang orang yang punya maksud jahat kan den" ucap Bi Narnia lagi. Membuat Alviro menelan rasa kekesalan yang mulai memuncak. Art Rendi lama lama membuatnya semakin kesal.
"Tidak apa apa bi, dia teman saya" ujar Rendi dari dalam.
Mendengar ucapan tuannya, bi Narnia langsung mempersilahkan Alviro masuk.
"Silahkan masuk de " ucap bi Narnia.
"Makasih bi" balas Alviro, tapi kali ini dengan wajah datarnya. Ia benar-benar di buat kesal oleh Narnia. Ingin marah, tidak bisa. Bi Narnia sudah sangat tua untuk di marahin.
Rendi membawa Alviro ke dalam ruangan kerja nya. Ia tahu Alviro ingin membicarakan sesuatu.
"Silahkan duduk Alviro" ucap Rendi.
Alviro mengangguk pelan, ia duduk di sebrang sofa yang di duduki oleh Rendi. Raut wajah mereka tampak serius.
"Kak, seperti nha Mirna melibatkan siswa untuk melancarkan aksi nya" ucap Alviro tanpa basa basi.
"Benarkah? apa kamu punya bukti? "
Alviro langsung mengeluarkan ponselnya dan menunjukkan foto yang eldi ambil tadi. Alviro juga menjelaskan pada Rendi apa yang Eldi temukan. Dan mulai mengait ngaitkan permasalahan.
"Lo mungkin benar, kita harus segera menangkap mirna, dia terlalu bahaya jika berkeliaran"
"Tapi kak, dia terlalu cerdik. Tidak ada bukti yang mengarah pada nya" sahut Alviro.
Rendi terdiam sejenak, ia memikirkan bagaimana cara menangkap Mirna. Wanita itu sangat cerdik, ia selalu bisa menghapus jejaknya agar tidak bisa mereka menangkapnya.
"Gue bingung! kenapa sih Mirna selalu mencoba mencelakai Jihan dan Lea" gumam Alviro bingung. Sejak kecil Mirna sudah melakukan hal ini, padahal Jihan dan Lea merupakan anak yang baik.
"Itu karena Jihan adalah orang yang lo sayang, Mirna tahu jika Jihan adalah icha." ujar Arvan.
Alviro yang tidak tahu kakaknya juga ada di ruangan Rendi, melebarkan matanya. Ia bangkit dari duduknya, kemudian mendekati advan yang duduk di kursi kerja Rendi.
"Ups, gue lupa ngasih tau lo" cicit Rendi.
"Apa maksud kakak? apa jihan dan Lea tidak aman karena kita bedua? "tebak Alviro.
Advan mengangguk, ia bangkit dari duduknya. Kemudian mengitari meja kerja Rendi.
" Alviro, Mirna adalah salah satu anak dari musih perusahaan papa. Karena kelicikan papa Mirna, ia terjerat korupsi dan juga beberapa penyeludupan barang ilegal. Sehingga semua kolega dan rekan rekan yang berinvestasi ke prusahaan nya menarik kembali dana mereka. Sehingga perusahaan ayah Mirna seketika bangkrut. Membuat kedua orang tuanya memilih untuk mengakhiri hidupnya. Sehingga Mirna jatuh dan terpuruk did alam lembah kemiskinan. " jelas Advan panjang lebar. Ia menepuk bahu Alviro pelan.
"Lo harus menjaga Jihan, karena mereka bukan ingin mencelakai atau membunuh kita. Tetapi mereka ingin menghancurkan kita, mereka ingin melihat kita hancur, sehancur nya! "ujar Arvan lagi.
" Mereka? maksud kakak, Mirna tidak sendiri? "
"Yah, Mirna memiliki seorang adik. Dia mengungsikan Adiknya di London" jawab Arvan.
Rendi yang sejak tadi hanya mendengarkan kakak adik yang sedang berbicara serius. Ia tidak berniat untuk menyela atau membalas ucapan Alviro ataupun Arvan.
Alviro menatap kagum pada Arvam, kakak sepupunya ini tahu segala hal. Alviro menjadi kagum dan menggemari kakaknya.
"Bagaimana cara menangkapnya" tanya Alviro.
"Tidak susah kok Alviro. " jelas Rendi cepat. Arvan langsung menoleh pada nya, Begitu juga dengan Alviro.
Alviro dan Advan mengangguk setuju mendengar penjelasan dari Rendi, senyum menyeringai terlihat di kedua bibir Adik kakak itu.
"Bagus, gue setuju sama usulan lo" gumam Alviro.
Setelah perbincangan tentang siasat yang Rendi susun, Alviro memutuskan untuk segera pulang. Ia merasa tubuhnya sangat lelah, kehidupan nya kian semakin rumit.
...----------------...
Di malam yang di temani bintang yang berkelap kelip indah. Jihan menatap kotak gitar yang sudah lama nongkrong di atas lemarinya. Sudah lama ia tidak membuka kota itu. Bahkan Jihan sudah lama tidak memetik gitar yang dulu menjadi benda kesayangan nya.
"Masih sangat baru" gumam Jihan. Perlahan ia menepis nepis pelan pada gitar agar debu yang melengketi gitar pink itu menghilang.
"Apa kabar mu? " tanya Jihan pada gitar tanpa ada balasan. Senyum tipis menghiasi wajahnya.
"Aku tau kau merindukan ku" kekeh Jihan pelan. Ia membawa gitar itu ke balkon kamarnya. Entah mengapa Jihan merasa ingin memainkan gitar ini.
Jreng.....
Jihan mulai memetik senar gitar, ia memikirkan sebuah lagu yang cocok dengan perasaannya malam ini.
Jihan tersenyum, ia terpikir dengan sebuah lagu dari sang idola. Ia mulai memetik gitar dan mulai bernyanyi.
...Harun neomu gilgo...
...Bamsae dwicheogida maeil saenggakae...
...Oneul bami jina...
...Naeil bami omyeon...
...Joeun kkumeul kkumyeo jamdeul su itgil...
...Maneun chueokgwa...
...Seolledeon uri maeumi...
...Gieok sogeseo jeomjeom...
...Sarajyeo ganeun geon aninji...
...How are you?...
...Neoneun jal jinaeneunji...
...Baradeon haruinji...
...Naege haetdeut neon neoegedo mureobwajwo...
...Nan jal jinaego isseotdago...
...Sunganui mangseorimdo eopsi...
...Malhaejugil jinsimeuro baralge...
...I'm fine, I'm fine, I'm fine...
...Geu hanmadimyeon na yeoksi I'm fine...
...Gingin haru kkeute...
...Jeomjeom gireul ilko...
...Bamsae hemaeida nareul wirohae...
...Joeun geonman bogo...
...Joeun geonman deutgo...
...Joeun saenggageuro gadeuk chaeugil...
...Maneun yaksokgwa...
...Sojunghan uri kkumdeuri...
...Gieok sogeseo millyeo...
...Meonjiman ssaijin anneunji...
...How are you?...
...Neoneun jal jinaeneunji...
...Baradeon haruinji...
...Naege haetdeut neon neoegedo mureobwajwo...
...Nan jal jinaego isseotdago...
...Sunganui mangseorimdo eopsi...
...Malhaejugil jinsimeuro baralge I'm fine...
...Hoksi anira haedo...
...Neutgi jeone nawa gachi haebolkka hanassik...
...Honja gominhaji anke...
...Deoneun huhoehaji anke...
...Jageun sowonkkajido hanahana duri...
...How are you?...
...Neoneun jal jinaeneunji...
...Baradeon haruinji...
...Naege haetdeut neon neoegedo mureobwajwo...
...Nan jal jinaego isseotdago...
...Sunganui mangseorimdo eopsi...
...Malhaejugil jinsimeuro baralge...
...I'm fine, I'm fine, I'm fine...
...Geu hanmadimyeon na yeoksi I'm fine...
...----------------...
Halo guys, itu lagu dari Do kyungsoo. Makna lagunya bagus banget. Silakan di dengar yah, bagus banget serius. Jangan lupa like, komen dan vote.