I HATE YOU, BUT I LOVE

I HATE YOU, BUT I LOVE
EPISODE 25



Area balap liar sudah di penuhi oleh orang orang yang ingin menonton pertunjukan dari Alviro dan Ringgo. Selama ini, belum ada yang bisa mengalahkan kedua orang itu. Jika Alviro kalah, maka Ringgo yang akan memenangkannya. Begitu juga sebaliknya.


Jihan dan kedua sahabat nya tiba di area. Ini kali pertama Jihan menginjakkan kakinya di tempat ini. Begitu juga dengan kedua sahabat nya.


"Ya ampun, mereka tidak memakai pakaian lengkap? " pikir Fela ketika melihat segerombolan gadis dengan pakaian minim.


"Ini beneran tempatnya? " gumam Jihan sembari melirik kiri dan kanan. Lokasinya terlalu sepi, dan hanya ada 1 tempat yang terlihat ramai, seperti nya itu adalah star nya.


"Yuk keluar" ujar Ria. Mereka pun keluar dari dalam mobil. Dengan was was, jihan berdiri di samping Ria dan Fela, mereka mencari cari keberadaan geng Wolf.


Tak jauh dari mereka berdiri, ada sekelompok cowo menoleh ke arah mereka. Jihan merasa jika mereka sedang di awasi oleh cowo itu. Benar apa yang Jihan pikirkan, kelompok cowo yang berjumlah 5 orang itu berjalan mendekat ke arah mereka.


"Hai, ladies. " Sapa Anji sari menatap ketiga gadis di hadapan nya dari kaki hingga ujung kepala.


Jihan dan kedua sahabat nya hanya menatap cowo asing itu datar. Di lihat dari penampilan nya, anji tidak terlalu buruk. Tapi Jihan yakin, dia adalah salah satu laki-laki bajingan. Apalagi cara kelima cowo itu menatap mereka seperti ingin menelanjangi tubuh mereka. Membuat Jihan semakin yakin bahwa mereka bukanlah pria baik baik.


"Sorry yah, kita kesini tidak mencari kalian" ketus Fela.


"Widihhhh, pedas juga ni cewe" ujar Anji pada teman temannya.Seketika mereka tertawa lepas, apalagi melihat Jihan menatap garang kepada mereka. Anji merasa seperti di olok olok oleh gadis yang sok polos.


"Dia belum tahu siapa kita bro" sahut salah satu cowo yang berdiri di samping Anji.


"Apa kita mesti ngasih tahu? " kekeh Anji. Ia melirik kearah Jihan, gadis yang paling menonjol di antara ketiganya.


"Udah ah yuk" ajak Jihan menarik kedua temannya pergi dari hadapan para cowo cowo bajingan itu. Belum sempat Jihan dan kedua sahabat nya melangkah, Anji dan teman temannya sudah menghalanginya.


"Mau lo apa sih! gue sama teman teman gue mau nonton acara balapan. Jadi! stop ganggu kita! " tegas Jihan menatap Anji nyalang.


"Selow sayang" Gumam Anji mencoba membelai pipi Jihan, namun cepat cepat di hindari oleh Jihan.


"Don't touch me" ucap Jihan menendang tulang kering Anji, membuat pria itu seketika mengerang kesakitan.


"Rasain lo! " ucap Fela dan Ria. Jihan kembali melanjutkan langkah nya bersama Ria dan Fela.


"Sialan! " Umpat Anji. Ia segera berbalik dan mencekal lengan Jihan. Anji tidak terima dipermalukan seperti ini.


"Awh!! Lepasin bajingan!!! " maki Jihan sembari meronta agar cekalan tangan Anji terlepas dari lengannya.


"Jihan! " Gumam Fela. Ia menatap Anji penuh amarah.


"Lepasin temen gue! " teriak Ria. Ia memukul mukul Anji. Membuat pria itu semakin kesal, Anji memberi kode kepada anak buahnya untuk menahan Fela dan Ria.


"Lepasin!!! "


"Lepasin!!! "


Jihan menatap Anji nyalang, pria ini terlalu berbahaya. Rambut Jihan yang tergerai, seakan menari kesana kemari karena Jihan bergerak memberontak melepaskan cekalan Anji.


"Lo maunya apa sih!!! "bentak Jihan mulai jenga.


"Gue datang baik baik, tapi lo. Malah mancing gue untuk ngasarin lo! "


"Baik baik lo bilang? dengan cara menghina kami? " dengus Jihan kesal.


Anji tersenyum menyeringai, ia hendak menarik tangan Jihan pergi dari sana. Namun Jihan terus meronta ronta.


"Lepasin bego!! lo bikin tangan gue sakit!! "


"Ini akibat dari lo yang udah menghina gue! " balas Anji terus menarik Jihan.


"Mau lo bawa kemana temen gue!! " teriak Fela, ia terus mencoba melepaskan tangannya yang di pegang oleh anak buah Anji.


"He bajingan! lepasin tangan gue! sakit" bentak Ria, ia mencoba menendang nendang kaki pria yang memegangi tangannya, namun kekuatan pria itu lebih kuat darinya.


Tak jauh dari sana, geng wolf baru saja tiba di lokasi balapan. Mereka turun dari dalam mobil bersamaan.


"Lepas bego!!!! "


Terdengar oleh mereka suara teriakan yang tidak asing di telinga mereka. Alviro melirik lokasi sekitar, mencari cari sumber suara itu berasal.


"Jihan Al. Anji mengganggu mereka" pekik Eldi mendapati tak jauh dari mereka geng Anji tengah memegangi Jihan dan juga kedua sahabat nya.


"Sial" umpat Alviro berjalan cepat menuju ke sana. Bukan hanya Alviro yang sedang di landa api ke marahan. Tetapi Albi dan Babas juga merasakannya. Kedua curut itu berlari cepat menghampiri Jihan dan juga kedua sahabat nya yang di ganggu oleh geng Anji.


"Woy lepasin!!!!! " teriak Albi. Ia langsung menendang cowo yang memegangi Ria. Seketika cowo itu terjungkal ke belakang. Ria langsung berlari memeluk Albi. Ia merasa sangat ketakutan.


Bug! Babas tak kalah oleh Albi, ia membogem cowo yang menyakiti Fela. Dalam sekejap cowo itu langsung berlari bergabung dengan kelompok nya. Fela yang sudah menitikkan air matanya di peluk oleh Babas. Bukan karena takut, tapi karena sakit di lengannya. Fela terlalu menyayangkan kulit nya yang terlihat memar.


"Lo gak papa? " tanya Babas penuh kekhawatiran. Fela diam saja, ia terlalu malu untuk menjawab. Fela hanya membenamkan wajahnya di dada bidang Babas.


Sementara Anji yang sedang memegangi Jihan terlena. Sehingga membuat Jihan kembali menginjak kakinya hingga pegangannya terlepas. Kemudian Jihan menggunakan kesempatan itu untuk kabur dan bersembunyi di belakang Alviro.


"Lo gak papa? " tanya Alviro melirik Jihan yang sudah berdiri di belakang nya.


Anji berdiri tegap menantang Alviro. Ia menatap Jihan yang seperti nya sangat ketakutan.


"Lo gak usah ikut campur! " ucap Anji.


"Gue yang lebih dulu bertemu dengan nya!!! lo cari cewe lain deh"


"Lo gak salah ngomong? " cibir Alviro dengan ekspresi meremehkan Anji.


"Lo gila, kita kesini untuk menonton balapan Alviro! " sahut Ria sengit. Ia menatap benci ke arah Anji.


"Lo dengar? " ujar Alviro tersenyum miring. Membuat Anji semakin membencinya. Sejak dulu Anji sudah berusaha untuk mengalahkan Alviro, dalam pertandingan apapun. Namun tetap saja hasilnya sama, Alviro selalu mengalahkan nya.


Amin tersenyum miring, ia melirik pada Jihan. Seperti nya gadis itu sangat dekat dengan Alviro. Anji mulai memikirkan sesuatu yang membuat Alviro lemah.


"Baik.Sekarang gue tantang lo. Balapan sama gue! " ujar Anji.


"Yang menang, dapatin tidak cewe"lanjut Anji menunjuk Jihan.


" What?? " kaget Jihan, matanya melebar ketika mendengar taruhan dari Anji. Tangan Alviro yang menggenggam tangannya, terasa semakin erat. Jihan melirik ke tangannya.


"Heh Cowo ketiban angkot. Lo pikir sahabat gue bahan taruhan apa! " ucap Fela tidak Terima. Ia tidak sudi jika Jihan di jadikan bahan taruhan.


Anji yang melirik Fela sebentar, kemudian kembali menatap Alviro.


"Bagaimana? " tanya Anji lagi.


"Tidak Alviro!! lo tidak boleh melakukannya!!! " teriak Ria, ia merasa sudah sedikit tenang sekarang.


"Kenapa? takut" Anji terus memancing Alviro. Ia sangat penasaran, seberapa besar Alviro melindungi cewe itu.


"Humm.... Gue rasa di ganti aja deh biar seru" Gumam Anji lagi, ia melirik pada semua anggota nya. Senyum miring tercetak di bibir tebal Anji.


"Gimana kalo yang menang, bisa dapatin ketiga cewe ini. Kasian juga anggota gue gak kebagian" kekeh Anji.


"Keparat lo!!!! sini gue pecahin kepala lo!! " geram Babas yang ingin menghajar Anji, namun di tahan oleh ringgo. Mereka tidak boleh gegabah, Anji seperti nya sengaja memancing mereka.


Jihan masih menatap Alviro dari belakang, ia penasaran apa yang akan Alviro lakukan.


"Al... " panggil Liem dan Ringgo.


Alviro menarik nafas dalam, ia bingung harus melakukan apa. Sejujurnya Alviro tidak mau menjadikan Jihan sebagai bahan Tarusan, tetapi, si bajingan itu malah menantangnya untuk mendapatkan Jihan. Jika Alviro menolak, itu sama saja ia mengaku kalah. Karena memang begitu sistem balapan di sini.


"Oke, jika lo kalah! maka bersiap untuk telanjang seharian di sekolah lo! "


"Al... " panggil Jihan dari belakang. Tapi Alviro tidak menjawab, ia hanya semakin mengeratkan genggaman tangan nya pada tangan Jihan.


"Lo serius Al? " tanya Albi tak percaya dengan keputusan Alviro.


"Gila, lo pikir kita wanita apaan" bantah Fela.


"Oke, gue tunggu lo di garis Star" ucap Anji tersenyum miring, kemudian membawa semua anggota nya berlalu dari sana.


Alviro membalikkan badanya, menatap dalam pada Jihan. Ia tahu Jihan marah pada dirinya, tetapi ini jalan satu satunya Jihan terbebas dari Anji. Karena, sekali Anji tahu Jihan dekat dengan Alviro, maka pria itu pasti akan terus mengusik Jihan.


"Lo percaya sama gue, gue gak akan biarin lo jatuh ke tangan pria brengsek itu" ucap Alviro meyakinkan Jihan.


"Lo paling brengsek"sahut Jihan kesal.


" Tidak masalah, selagi bukan orang lain yang nyakitin lo" kekeh Alviro.


"He Alviro, lo harus menang. Kita gak mau jadi wanita pemuas mereka" maki Fela.


"Calon masa depan ni" gerutu Babas pada Alviro.


"Kalian tenang aja, gue sama Ringgo pasti menang! " ucap Alviro pada mereka semua.


Balapan akan segera di mulai, Alviro dan ringgo sudah berada di dalam mobil. Sementara Anji dan temannya berada di sebelah mobil balap Alviro dan Ringgo.


Anji tersenyum miring ketika Alviro menoleh padanya.


"Bersiaplah untuk kalah!!! " teriak Anji. Ia yakin bisa memenangkan pertandingan ini.


"Dalam mimpi lo" balas Alviro.


Seorang wanita yang berpakaian sexy berdiri di antara kedua mobil balap Alviro dan Anji. Wanita itu memegangi 2 bendera.


"Bersiap!!!! "


3


2


1


"GO!!!!!! " teriak wanita itu, bersamaan dengan suara mobil Alviro dan Anji yang langsung melaju.


...----------------...