I HATE YOU, BUT I LOVE

I HATE YOU, BUT I LOVE
EPISODE 143



Arvan kembali dari dapur membawa 2 piring nasi goreng yang di letak di atas nampan ke ruang tv, di mana Jihan ,Lea dan adik nya sedang menunggu dirinya.


"Nih, nasi goreng nya" Alviro mengambil nasi goreng nya, kemudian memberikan nya pada istri nya.


"Ni sayang makan dulu" Jihan menatap nasi goreng itu dengan tatapan biasa.


"Gak enak" kata Jihan tanpa menyicipi terlebih dulu.


"Sayang, cicipi dulu. Gimana kamu bisa tahu ini gak enak, kamu kan belum makan"


"Ihh Alviro, nasi goreng ini gak enak ya gak enak. Lihat tu kak Arvan, dia belum cuci muka. Masa aku makna nasi goreng nya sih, jorok"


Arvan dan Lea melongo, Jihan benar benar memancing keributan sekarang. udah ganggu tidur orang lain, meminta bikin nasi goreng, dan dengan seenak nya ia mengatakan masakan Arvan tidak enak.


"Lo benar benar mancing yah dek" Lea mulai emosi.


"Maaf yah kak Lea, Arvan, ini ngidam loh, jangan marah" ujar Alviro mengingatkan suami istri itu


"Huh, ngidam ngidam, selalu saja itu alasan nya!" kelu Lea kesal.


Sementara Arvan tidak bisa berkata apa apa lagi, mau marah? tentu tidak bisa. Meskipun Jihan menyebalkan, Arvan sudah menyayangi adik ipar nya itu.


"Aku mau jus, kak Lea tolong bikinin dong" pinta Jihan seenaknya.


"Apa? Lo minta gue buatin jus?" tanya Lea tak percaya. Lihat kan, tingkah Jihan semakin menjadi jadi.


"Kakak gak mau? padahal ini permintaan bayi aku" wajah Jihan langsung berubah sedih.


"Arrrggggggg" erang Lea menjambak rambut nya sendiri.


"Udah beb, buatin aja. Kasian kan dia lagi ngidam" tutur Arvan. Mau tidak mau, Lea beranjak menuju dapur.


"Babe, gue mau hamil!!!" teriak Lea keras, ia sudah tidak tahan dengan kelakuan adik nya. Lea pengen hamil dan membalaskan semuanya pada adik nya itu.


"Kok gue jadi pengen liat-"


Alviro langsung membekap mulut istrinya, ia sudah tahu apa yang sedang istri nya pikirkan.


Jihan merasa kesal, karena Alviro menutup mulut nya.


"Ihh, kamu kenapa sih. "


"Udah sayang, jangan di lanjutkan" bujuk Alviro.


Arvan menatap keduanya, ia penasaran dengan ucapan Jihan yang tertunda.


"Memangnya dia bilang apa?" tanya Arvan.


"Gak usah di tanya kak, nanti kalo udah keluar dari mulut nya, harus di turuti" jelas Alviro.


Lea membawa segelas juss alpukat , ia tahu adiknya paling suka buah ini.


"Nah, jus Lo"


Jihan menutup hidung nya , ia mendorong sodoran gelas jus itu menjauh dari jangkauan nya.


"Kenapa bau banget, kakak bikin jus apa sih"


"Ini jus alpukat kesukaan Lo dek" jelas Lea


"Ih kak Lea, gue gak mau jus ini, bau banget!!" rengek Jihan masih menutup hidung nya.


"Lo kenapa sih, ini kan buah ke sukaan Lo"


"Tapi gue sekarang gak mau kak,...."


Prank~


Jihan menepis gelas jus yang Lea pegang, alhasil semua nya tumpah di lantai dan gelas nya pecah.


"Ihhh Jihan, Lo nyebelin banget sih. Jatuh kan!" bentak Lea kesal, ia kelepasan karena terlalu kesal.


"Lo bentak gue? tega banget huaaaaa, bunda hiksss hiksss"


Alviro menepuk jidat nya, Arvan terlihat menghela nafas melihat kekacauan di rumah nya.


"Sayang, udah yah. Gak usah nangis, kak Lea itu gak bentak kamu kok" bujuk Alviro.


"Kamu gak lihat, kak Lea berteriak di hadapan Aku. Gelas itu pecah karena salah kak Lea sendiri, tapi dia malah menyalahkan aku" Alviro memeluk istrinya.


"What? Lo yang menepis tangan gue Jihan, kok Lo balikin fakta sih!!"sela Lea tak terima.


"Sttt... Sayang udah, dia itu lagi labil. maklumin aja, bumil" Arvan menarik tangan istrinya dan membawanya duduk di samping nya.


...----------------...


Jasmin berjalan di sebuah taman, ia memikirkan bagaimana cara nya bertemu dengan Alviro. Sejak kabar mengenai Jihan sakit, Alviro malah jarang masuk sekolah.


Seharusnya ini kesempatan baginya untuk mendekatkan diri pada Alviro.


"Jasmin!!!" panggil seseorang dari arah belakang nya. Jasmin menoleh, ia melihat kakak nya setengah berlari ke arah nya.


"Kakak, ngapain di sini?" Orang itu tidak menjawab pertanyaan nya, ia malah mengajukan pertanyaan yang lain.


"Bagaimana, apa Lo udah berhasil mendekati dia?"


"Belum kak lika, dia selalu menempel sama teman temannya dan wanita sialan itu" balas Jasmin dengan ekspresi mengungkap jika dirinya tidak menyukai Jihan.


Yap, orang yang menghampiri Jasmin adalah Lika, yang merupakan kakak sepupunya.


"Lo harus menghancurkan mereka, pisah kan mereka!" titah Lika. Gadis ini menyimpan dendam yang sangat besar pada Jihan.


"Memang nya Lo dendam apa sama dia?"


"Lo gak perlu tahu, lakukan apa yang gue perintah kan!" setelah mengatakan hal itu, Lika pun pergi begitu saja.


"Sebenarnya apa yang Lo sembunyiin dari gue? apa alasan Lo menyuruh gue melakukan semua ini" Jasmin menatap kepergian kakak nya, meskipun ia tidak di minta untuk memisahkan Alviro dan Jihan, Jasmin juga sudah memiliki keinginan itu. Namun, ia juga sangat penasaran tentang Lika.


Jasmin kembali melanjutkan langkah nya, memikirkan rencana untuk menemui Alviro.


"Eh itu kan Cantika, "


"Sedang apa gadis udik itu berada di sini" melangkah menghampiri Cantika yang sedang duduk di bangku taman.


"Cantika, "


Cantika menoleh, ia kaget melihat Jasmin berada di hadapan nya. Melihat Jasmin, Cantika malah teringat dengan ucapan Liem.


"Lo harus jauhin Jasmin, dia tidak sebaik yang Lo lihat!" ucapan Liem mengiang di pikiran Cantika.


Eh ngapain gue patuh sama dia, lagian Jasmin baik sama gue.


"Can, Lo kok diam aja sih. Kesambet Lo yah?"


"Eh, iya Jas ada apa?" sentak Cantika kaget dengan panggilan Jasmin.


"Melamun aja Lo, ada masalah apa?"


Cantika menggeleng pelan, ia tidak mungkin mengatakan pada Jasmin tentang peringatan Liem kepadanya.


"Gak ada Jas, gue hanya lagi mikirin ulangan besok pagi"


"Lah, Lo kan pinter. Kenapa mesti pusing" ujar Jasmin. Ia memikirkan bagaimana cara mengetahui alamat Alviro dari Cantika. Kemarin Jasmin pernah dengar jika Cantika di ajak oleh rombongan Wolf menjenguk Jihan. Itu artinya Cantika dan yang lain nya dekat.


"Lo kemarin jengukin kak Jihan?" tanya Jasmin hati hati.


"Huh, kenapa?"


Jasmin menggerutu di dalam hati, ia kesal dengan sikap Cantika.


"Gue cuma mau tau keadaannya kak Jihan, udah lama juga gak keliatan di sekolah. Sakit apa dia?" tanya Jasmin laggi.


"Gak tahu deh gue dia sakit apa, tapi kak Jihan itu homeschooling" Cantika berusaha untuk tidak menceritakan yang sebenarnya pada Jasmin. Sejujurnya ia tidak terlalu percaya pada teman sekelasnya ini. Ada rasa curiga di hatinya untuk Jasmin.


Cantika malah penasaran, kenapa Jasmin terlihat antusias dan terlalu kepoim Jihan dan Alviro. Tidak mungkin hanya karena penggemar Alviro saja, Cantika yakin pasti ada hal yang lain.


"Duh dah sore nih, gue cabut duluan yah" pamit Cantika, kemudian ia berlalu pergi dari hadapan Jasmin.


"Susah banget deh , tu cewe juga nyebelin, tinggal bilang aja pun gak mau!" Jasmin menggerutu sendiri, ia merasa kesusahan mencari informasi tentang Jihan dan Alviro.