I HATE YOU, BUT I LOVE

I HATE YOU, BUT I LOVE
EPISODE 139



Jam istirahat telah tiba, Cantika masih duduk diam di bangku nya dengan tatapan lurus ke depan .


Jasmin melihat nya, ia yang sudah berada di ambang pintu kelas kembali mendekat pada Cantika.


"Lo kenapa Cantika, kok masih duduk aja?" tanya Jasmin.


Cantika tidak bergeming, tangan nya mencengkram erat ponsel nya yang masih menyala.


Jasmin mengerut heran, ia melirik ke layar ponsel Cantika.


"Alamat apa ini?" gumam Jasmin.


Cantika langsung tersadar, ia memeluk Jasmin sangat erat.


"Bagaimana ini Jasmin" kata Cantika.


"Apa nya?" Jasmin semakin heran di buat nya .


"Kak Rasya meminta gue hadir di pesta ulang tahun kak Eldi" kata Cantika menghela nafas berat. Ia merasa tidak yakin untuk hadir di antara orang orang yang sangat asing bagi dirinya. Pasti nanti nya ia akan merasa terasingkan atau seperti kambing congek yang tidak tahu harus melakukan apa.


Gak,,, Cantika menggeleng kuat, ia tidak mau hal itu terjadi.


"Bagaimana ini Jasmin...." Rengek Cantika.


Sementara Jasmin terhenyak mendengar fakta yang baru saja Cantika katakan.


*Jadi mereka mengadakan pesta? tap tidak ada yang membicarakan pesta di sekolah ini.


Apa mereka hanya mengundang Cantika saja*?.


Jasmin melirik Cantika tidak percaya, apa yang menjadi istimewa yang di miliki oleh Cantika, dan tidak di miliki oleh nya.


"Jasmin! Jasmin!!" Cantika menggoyang goyangkan bahu Jasmin.


"Eh iya"


"Lo kok bengong sih, gue minta saran dari Lo nih!" Rajuk Cantika.


"Humm... Menurut gue sih, Lo datang aja" saran Jasmin.


"What? lo mau gue terlihat seperti kambing congek di sana? aduh Jasmin,,,, gue gak bisa bayangin itu semua!" ungkap Cantika memukul mukul kepalanya agar mendapatkan sebuah ide yang bagus.


"Lo tenang aja Cantika, gue akan bersama Lo"


Mendengar ucapan Jasmin, Cantika langsung menghentika aksi nya. Ia menatap Jasmin senang.


"Lo yakin , mau nemenin gue?" tanya Cantika ,wajah nya langsung berseri .


"Tentu saja mau, apa sih yang nggak buat sahabat gue" kata Jasmin yakin.


Cantika langsung memeluk tubuh Jasmin, sebagai ungkapan rasa senang nya .


"Baiklah Jasmin, gue akan katakan sama kak Rasya dulu. Gue harap kak Rasya tidak keberatan" kata Cantika yang langsung mengetikan sesuatu pada layar ponselnya dan mengirim ke Rasya.


"Baiklah, sekarang apa kita sudah bisa pergi ke kantin?" tanya Jasmin tersenyum.


"Tentu saja, aku sudah lega sekarang" balas Cantika tersenyum.


Mereka pun pergi ke kantin untuk mengisi perut yang sejak tadi sudah berbunyi.


Cling~


Rasya mengambil ponsel nya yang ia simpan di saku baju. Sebuah pesan masuk dari Cantika.


Cantika Junior


Kak, maaf. Apakah aku boleh mengajak Jasmin sebagai teman ku di pesta itu?.


Rasya tampak menimbang nimbang, ia tidak tahu siapa Jasmin. Mungkin dia adalah teman nya Cantika.


Jihan melewati kelas Rasya, dan hal itu terlihat oleh Rasya. Rasya pun langsung berlari dan memanggil Jihan.


"Jihan!!! "


Mendengar nama nya di panggil, Jihan pun menghentikan langkah nya dan menoleh ke belakang.


"Eh Rasya, ada apa? apa ada yang kurang di pesta nanti malam?"


" Tidak Jihan, tapi ada sesuatu yang mau gue tanyakan sama Lo" kata Rasya ragu.


"Selow, katakan saja" ucap Jihan tersenyum, ia melihat Rasya meragu.


"Siapa teman nya?" tanya Jihan.


"Si Jasmin katanya, gue sih gak tau siapa dia." ungkap Rasya lagi.


Jihan tampak berpikir, kemudian menatap Rasya kembali.


"Biarkan saja, lagi pula mereka masih junior gak bakal bisa buat yang macam macam" kata Jihan.


"Oh oke baiklah" Rasya langsung membalas pesan Cantika.


"Yaudah, gue ke kelas dulu yah"


"Ok siap" balas Rasya kembali masuk ke dalam kelas nya.


Sementara itu di kantin tengah ada keributan antara Liem dan Eldi. Pemandangan ini sangat sangat langkah terjadi.


Bagaimana tidak, si kalem Liem dan si pengalah Eldi sedang berdebat . Sungguh ini di luar nalar anak anak Arya Jaya.


"Lo kalo ngomong gak usah ke bangetan deh Liem. Gue cuma nanya, tapi Lo malah melebar ke sana kemari" kata Eldi menatap Liem kesal.


"Terserah Lo deh, gue udah capek ngadepin temen gak guna kaya Lo!" lontar Liem menyayat hati Eldi.


"Apa Lo bilang!" Eldi berdiri , ia menatap Liem dengan tatapan tidak percaya, Liem sampai hati mengatakan kata kata seperti itu.


"Gue selama ini, udah banyak bantuin Lo, tapi begini cara Lo ngeharagi persahabatan ini"


"Lo ngungkit ngungkit semua yang Lo lakukan boy?" sahut Albi .


"Gue bukan ngungkit Al, tapi gue gak habis pikir aja dengan ucapan dia!" lirik Eldi pada Liem.


"Udah lah, gak usah emosi gitu!" lerai Alviro menarik tangan Eldi. Namun Eldi menepis nya.


"Gue gak tahu salah gue apa sama Lo pada, tapi gue ngerti sekarang. Begini cara kalian menghargai hubungan yang selama ini terjadi." kata Eldi kecewa, sangat kecewa.


Fela dan Ria menghampiri mereka, sesuai skenario mereka datang dengan wajah bingung.


"Ada apa ini? kok suasana nya sangat tegang?" tanya Ria.


"Eldi!" panggil Fela ketika pria itu akan melangkah pergi.


"Apa lagi, Lo pasti mau menuduh gue yang enggak enggak kan!"tuding Eldi tajam.


Fela yang sudah duduk di samping Babas langsung berdiri. Ia tidak menyangka Eldi akan mengatakan hal itu.


"Sejak kapan Lo kasar gitu sama kita El."vkata Fela.


"Iya, gue baru tahu Lo sekasar ini" sahut Ria.


"Eldi, Lo itu kenapa sih . Sejak tadi pagi gue liat Lo emosian mulu" Babas ikut bangkit dan memegang bahu Eldi. Lagi lagi Eldi menepis nya.


"Jangan sentuh gue!" hentak Eldi .


Ya ampun, gue gak tega banget lihat perdebatan yang terlihat nyata ini.


Rasya menggigit bibir bawah nya menyaksikan drama yang sudah anak wolf siapkan untuk Eldi.


Tak jauh dari Rasya berdiri, Cantika dan Jasmin memasuki kantin. Mereka ikut merasakan ketegangan yang anak anak wolf buat. Bahkan anak anak lain yang sedang menikmati makan siang mereka tidak jadi menghabiskan nya.


"Astaga, ada apa ini?" gumam Jasmin kaget.


"Sttt, jangan berisik, kalian jangan sampai ada yang memberitahu siapapun yah!" serga Rasya yang mendengar gumaman Jasmin.


Jasmin dan Cantika mengangguk mengerti, Cantika sedikit tergelitik melihat ekspresi Liem yang terlihat tidak pandai berakting. Wajah Liem terlihat datar, tidak ada ekspresi apapun. Hanya nada suara nya saja yang mencerminkan ekspresi apa yang sedang ia perankan.


Kini Rasya mulai masuk ke dalam kantin, ia sengaja melewati Eldi tanpa melirik sedikit pun .Rasya benar benar mengabaikan Eldi, dan hal itu membuat pria itu frustasi.


"Terserah kalian saja!" Eldi pergi begitu saja dari kantin, melewati Cantika dan Jasmin yang langsung menunduk takut melihat ekspresi marah Eldi.


...----------------...


Guys, aku ngasih kabar bagus ni.


Aku sudah membuat cerita baru. Boleh minta pendapat kalian gak?


Silahkan berkunjung di ceriiterbaru aku. Judulnya.


HIDEN & INAYA