
Hari yang aneh, Eldi merasa semua teman temannya menjauh dari nya . Entah apa salah yang sudah ia perbuat, sehingga mereka bersikap seperti itu.
Seperti saat ini , ia meminta Ringgo menjemput nya untuk berangkat bersama ke sekolah. Tapi ,Ringgo malah menolak nya.
"Mereka semua kenapa sih?" gumam Eldi menggaruk kepala nya yang tidak gatal sama sekali.
Hari ini ia sangat malas mengendara, tapi apa boleh buat.Tidak ada yang mau mendemput dirinya.
Akhirnya Eldi tiba di sekolah dengan di antar supir, mobil kesayangan nya sedang dalam perawatan.
" Albi!!!" teriak Eldi ketika melihat Albi keluar dari mobil nya bersama Ria.
"Duh..... Dia nyamperin lagi" Albi mulai panik, ia takut jika dirinya membocorkan rencana yang sudah mereka rancang sejak tadi malam.
Untuk menghindari Eldi, Albi pura pura tidak mendengar panggilan nya dan berlalu bersama Ria yang terlihat biasa saja. Ria kan orang nya tidak ember seperti Fela Bahas dan Albi.
"Heh Cunguk!!! jangan pura-pura gak ngeliat gue Lo yah" gerutu Eldi menggapai kerah baju seragam Albi.
"Eh eh.... Lo ngapain si El, kasar banget. " Sentak Ria.
"Huh?" Eldi kaget, ia melepaskan cengkram tangannya pada kerah baju Albi.
"Tuh kan, baju Albi jadi kusut gini" kata Ria menatap kerah baju Albi, kemudian beralih menatap pada Eldi.
"Kalian kenapa sih, gue biasa kali kek gini!" kata Eldi mulai heran.
"Lo emang biasa begini, tapi hari ini gak hari biasa" balas Albi di dalam hati.
"Hm.."Albi tampak bingung ingin menanggapi nya bagaimana.
"Udah lah sayang, ayo pergi"
Ria menarik lengan Albi, membawanya pergi dari hadapan Eldi. Cepat cepat keduanya berlalu hingga tak terlihat lagi oleh Eldi.
"Huhff.. Untung aja gak keceplosan" Albi bernafas lega.
"Kamu sih, punya mulut susah banget rapat nya" omel Ria menepuk bahu Albi pelan. Mereka kembali melanjutkan menuju ke kelas.
Tanpa di duga, seseorang mendengar pembicaraan mereka tadi. Entah apa yang sedang ia pikirkan, ia terlihat mengulum senyum.
Di dalam kelas, Eldi menatap semua teman temannya . Mereka terlihat acuh kepadanya.
Mereka semua kenapa sih?
kok sikap mereka aneh banget sama gue.
Perasaan kemarin gue debat nya cuma sama Raysa deh, bukan sama semua orang.
Eldi duduk di bangku nya, ia melirik Liem yang terlihat sibuk dengan ponsel nya.
"husst. .. Liem, Lo tahu gak-"
"Duh diem deh El. Gue lagi sibuk nih" potong Liem tanpa menoleh pada Eldi. Pria ini jadi patah mental, ia memilih untuk diam dan membiarkan teman temannya bersikap aneh seperti ini.
Di lain sisi, Rasya tengah menyusuri lorong kelas satu. Ia mencari cari seseorang yang ia sendiri tidak tau namanya dan juga tidak tahu kelas apa.
"Eh kak Rasya" sapa seseorang yang mengenal Rasya.Memang sih, sebenarnya Rasya juga terkenal di kalangan adik junior nya, sama seperti Fela Ria dan Jihan .
"Eh iya, hmm.. Kalian tahu kan siswi yang berantem sama kak Liem kemarin?" tanya Rasya kepada siswa yang menyapa nya tadi.
Siswa itu terlihat berpikir, mungkin ia mencoba mengingat ingat kejadian kemarin.
"Oh sih Cantika itu, kelasnya ada di no 2 itu kak. Dia kelas IPA" kata siswa itu sembari menunjuk kelas Cantika.
Rasya mengikuti arah tunjuk junior nya, kemudian tersenyum.
"Makasih yah udah mau bantuin" kata Rasya.
"Sama sama kak" balas siswa itu tersenyum senang melihat senyum manis Rasya.
"Nah itu dia" gumam Rasya senang, ia langsung menghampiri Cantika yang sedang ngobrol bersama teman sekelasnya.
Siswa siswi di kelas IPA 2 tampak terkejut melihat kedatangan Rasya, mereka dengan genit menyapa Rasya.
" Hei Cantika" sapa Rasya. Membuat seisi kelas semakin kaget, karena Rasya ternyata mendatangi kelas mereka hanya mencari Cantika.
"Saya kak, " tunjuk Cantika pada dirinya sendiri, ia merasa tidak yakin jika seniornya datang mencari dirinya.
"Iya kamu" balas Rasya tersenyum.
Cantika melirik semua teman nya, ia merasa sedikit aneh di cari oleh senior populer.
Mampus, kak Rasya pasti ingin menanyakan perihal debat sama kak Liem kemarin.
"Boleh bicara sebentar?" tanya Rasya, membuat Cantikan tersadar dari pikiran nya.
"Boleh kak, tentu saja boleh" gumam Cantika seraya bangkit dari duduk nya. amereka berjalan keluar dari kelas Cantika. Jam masuk masih 10 menit lagi, jadi mereka masih punya banyak waktu untuk mengobrol.
Di lorong ujung jelas Cantika, Rasya meraih tangan Cantika secara tiba-tiba.
"Eh, Kak.."kaget Cantika.
"Cantika, gue tahu Lo orang baik"
Deg. Jantung Cantika mulai berpacu, ia mulai yakin dengan dugaan nya tadi.
"Maksud kakak apa, gue gak ngerti deh" sahut Cantika dengan tampang polosnya.
"Cantika, hari ini adalah hari ulang tahu Eldi. Gue mau rayain hati special nya dia" kata Rasya tersenyum malu, sejujurnya ia merasa sangat malu membayangkan acara yang akan ia buat nanti malam. Namun Cantika? ia merasa tidak berkepentingan di dalam acara itu.
"Tapi kak, gue benar-benar gak ngerti maksud kakak apa ngomong itu ke gue" ulang Cantika menggeleng. Rasya tersenyum, ia benar-benar tergelitik melihat tampang polos Cantika.
"Gue mau Lo datang ke acara ulang tahu Eldi sebagai pasangan untuk Liem"
"What?" Cantika syok, ini benar-benar membuat dirinya syok berat. Cantika menggeleng pelan, mana mungkin iavmenjadi pasangan dari cowo yang sangat sangat menyebalkan itu. Gak, Cantika merasa tidak bisa .
"Maaf kak Tap-" kata Cantika terpotong.
"Gue gak Nerima penolakan. Lo harus mau Cantika, gue tahu kok ini berat, tapi gue mau Lo lakuin ini demi kak Eldi." Rasya terlihat memohon.
"Tapi kak, gue-"
Ting...Tong...
Bel masuk pun berbunyi menghentikan ucapan Cantika.
"Bel masuk udah bunyi, gue bakalan share ke elo lokasi nya. Gue harap Lo bakalan datang" ujar Rasya berlalu dari hadapan Cantika yang terlihat tidak bisa berbuat apa apa.
"Astaga, gimana ini!!!" erang Cantika frustasi. Bagaimana mungkin ia menjadi pasangan senior yang sangat menyebalkan seperti Liem. Bisa bisa ia menghancurkan pesta Eldi yang sangat penting itu.
Jasmin tiba di depan kelas, ia melihat Cantika melompat lompat seperti orang gila di depan kelas.
"Cantika, kenapa?" tanya Jasmin heran.
Cantika kaget, ia menoleh pada Jasmin dan tercengir .
"Gak papa kok, yuk masuk" kata Cantika masuk lebih dulu .
"Aneh" gumam Jasmin menatap curiga pada Cantika. Ia yakin jika Cantika menyembunyikan sesuatu darinya. Jasmin menyusul Cantika masuk ke dalam kelas, Bu Mega juga sudah hampir mendekati kelas mereka.
...----------------...
Hallo guys, maaf yah aku akhir akhir agak kurang up nya. Cuma satu aja. Aku lagi sakit, maaf ya guys.
Silahkan tekan tombol like untuk mendukung aku yah😘, biar aku makin semangat. Makasih yah semua.😘