
Jihan menatap pantulan dirinya di cermin besar kamar nya dan Alviro. Gaun yang Jihan kenakan terlihat kekecilan, perut Jihan juga sudah semakin terlihat menggembung.
"Kamu sudah semakin tumbuh yah nak , di dalam sana" tangan Jihan mengusap usap perutnya.
Alviro yang baru saja selesai mandi , tersenyum melihat pemandangan indah yang menjadi impian nya.
"Sayang" Alviro mendekat dan memeluk istrinya dari belakang.
"Lihat perut ku, sudah semakin membesar" kata Jihan, padahal perutnya masih terbilang rata, hanya terlihat sedikit membuncit. Jika memakai saragam nya, perut Jihan masih belum terlihat seperti orang hamil.
"Aku seneng, kamu dan calon anak kita sehat" balas Alviro ikut mengusap perut istrinya.
"Aku semakin gendut" kelu Jihan memperhatikan mentuk tubuh nya.
"Mau kamu gendut atau jelek sekali pun.Aku tetap akan mencintai mu. Karena cinta ku ini bukan karena fisik mu, tapi karena hati mu dan takdir mu" jawab Alviro semakin mengeratkan pelukannya di tubuh istri nya.
Jihan terharu, ia langsung membalikkan tubuhnya dan memeluk suaminya.
"Makasih , makasih...." lirih nya mulai terisak.
"Eh kenapa nangis, nanti make up nya luntur bagaimana?" Alviro langsung mengambil tisu dan menghapus air mata yang mulai mengalir di pipi istrinya secara perlahan.
"Kita harus segera pergi, banyak sahabat kita yang harus kita bahagia kan" kata Alviro mengecup singkat bibir istrinya.
......................
Cantika datang kerumah Jasmin, ia menjemput gadis yang sebeny tidak di undang oleh Rasya.
"Malam Tante" sapa Cantika sopan ketika mama Jasmin membukakan pintu. Cantika merasa sedikit gugup, karena mama nya Jasmin terlihat sangat sangar.
"Jasmin, teman Lo datang!" teriak mama Jasmin acuh, ia langsung pergi begitu saja setelah berteriak memanggil putrinya.
Tidak ada basa basi, bahkan mama Jasmin terlihat sangat tidak sopan.
Tak lam kemudian, Jasmin pun datang menghampiri Cantika. Penampilan Jasmin terlihat sangat anggun, bahkan oenamynya terlihat sedikit berlebihan menurut Cantika yang berpenampilan biasa saja.
Cantika mengenakan gaun putih lengan pendek dan panjang gaun selutut. Cantika terlihat lebih natural dan dewasa.
Jasmin melirik penampilan Cantika, ia sedikit tertawa di dalam hati. Ia tau jika Cantika juga berasal dari keluarga kaya. Tapi, melihat penampilan Cantika malam ini terlihat udik dan biasa saja.
"Yuk" aja Jasmin.
"Let's go" sahut Cantika dengan senyum manis.
Mereka pun berlalu pergi menggunakan mobil Cantika.
Sesampainya di pesta itu, Jasmin mengerut bingung. Cafe yang di jadikan tempat pesta terlihat sepi dan terkesan biasa saja.
"Bener ini gak sih tempat nya?" tanya Jasmin ragu.
"Memnag ini lokasi yang kak Rasya kirim kan" jawab Cantika sembari melihat pesan yang Rasya kirimkan pada nya tadi.
Mereka pun turun dari mobil, mulai masuk ke dalam cafe yang terlihat sedikit remang.
"Cantika!!!!" teriak seseorang, Cantika dan Jasmin pun menoleh ke arah samping cafe. Mereka menghampiri Rasya yang terus melambai pada mereka.
"Kak, ini beneran pesta? kok sepi?" tanya Jaskik meneliti setiap sudut cafe.
"Udah kalian ikut aja, sebentar lagi bakalan di mulai" Rasya menarik tangan Cantika untuk ikut bersama nya, sementara Jasmin hanya mengikut saja.
"Guys, ayo cepat lakukan semua nya sekarang" kata Rasya bersorak, pada semua teman temannya.
"Ayo ayo kita buat foto nya!" kata Fela. Rasya langsung berpose seperti seseorang yang frustasi, bahkan ia memecahkan botol minuman dan seperti akan menggoreskan pada tangannya. Fela dengan telaten merekam setiap gerakan akting Rasya . Persis seperti asli nya, Rasya benar benar pandai berakting.
"Oke selesai!!" kata Fela. Jihan yang baru saja tiba langsung mendekati teman temannya.
Melihat kedatangan Jihan dan Alviro membuat Jasmin sedikit mengerut.
Jasmin terus memperhatikan Alviro, ia sangat kagum dan semakin mencintai Alviro.
Dia benar-benar tampan, aku semakin menginginkan nya.
"Peran gue apa?" tanya Rendi.
"Lo kirim video ini ke Eldi, buat seolah olah cafe dah mau tutup tapi Rasya masih ada di sini. " Jelas Ria. Raindi pun mengangguk mengerti.
"Halo semua nya, kita telat kah?" ujar seseorang yang baru saja memasuki cafe.
Lea, Lidia dan para pasangan mereka memasuki cafe.
"Belum kak, ini batu juga mau mancing Eldi ke sini!" jawab Fela.
"Syukurlah" lega Lea.
Cantika tersenyum canggung, ia bersyukur membawa Jasmin ikut bersama nya. Andai aja dia tidak membawa Jasmin,mungkin ia akan menjadi kambing congek di sini.
Cantik. Satu kata itu lolos di bibir Liem , meskipun terdengar samar. Ia menatap Cantika dari kejauhan, karena peran dirinya dan yang lain sebagai pemberi kejutan.
Sementara di rumah nya, Eldi tengah duduk di balkon kamar nya. Eldi menatap langit sembari memikirkan apa yang telah ia lakukan sehingga teman temannya menjauh darinya.
"Gue gak ada ngapa ngapain deh. Tapi, mereka malah selalu mencari masalah dan seolah membenci gue"
"Ah! bodo amat!" Eldi hendak beranjak, namun tertahan oleh suara ponselnya yang berdering di atas sofa yang tadi ia duduki.
"Siapa lagi nih" gumam Eldi membuka ponsel nya.
"Rasya?" Eldi membuka pesan yang masuk dari Randi. Di sana ia mengatakan jika Rasya terlihat stress dan ingin melakukan bunuh diri.
"Rasya!!!" teriak Eldi setelah menonton video singkat yang Randi kirim bersama pesan singkat itu. Pria itu dengan buru buru keluar dari kamar nya dan tak lupa menyambar kunci mobil nya.
"Ma, Eldi keluar bentar ya!!" teriak Eldi.
"Eh mau kemana???" balas mama Eldi.
"Temuin temen!!!" jawab Eldi lagi yang sudah berlalu ke garasi dan melaju pergi.
"Mungkinkah ia sudah di hubungi oleh Rasya?" pikir mama Eldi yang langsung mengambil ponsel nya dan menghubungi Rasya. Sesuai permintaan Rasya, mama Eldi sudah menahan putranya di rumah tanpa di perbolehkan kemana mana kecuali Rasya yang menghubungi nya.
"Sayang, apa kamu sudah menghubungi Eldi?" tanya mama Rasya ketika panggilan nya terhubung.
"Sudah Tante, apa dia sudah pergi?" tanya Rayas di sebrang sana.
"Sudah sayang, dia terburu buru sekali" balas nya.
"Baiklah Tante, terimakasih sudah membantu Rasya untuk memberikan kejutan buat Eldi"
"Tidak sayang, justru Tante yang berterimakasih kepada mu" balas mama Eldi.
"Yasudah Tante ,nanti Rasya telfon lagi. Aku mau bersiap siap dulu" kata Rasya hendak menutup telfon nya.
"Baiklah sayang, jangan lupa di rekam yah" peringat Mama Eldi.
"Siap Tante....." balas Rasya.
Setelah menutup panggilan nya, Rasya langsung bersorak kepada seluruh teman nya.
"Guys!!! Guys!!! Eldi sudah berangkat. Ayo ayo sembunyi!!"
Semua orang langsung berlari dan bersembunyi ke posisi masing-masing. Mereka sudah siap dengan segala kejutan.
Sementara Rasya duduk di posisi nya, ia mengambil pose seperti di video tadi. Drama akan segerah di mulai.
...----------------...