
Rasya duduk meja dengan cahaya remang remang. Deretan botol minuman tersusun di hadapan nya. Ada 3 botol yang berisi, dan ada 2 yang sudah kosong.
Jangan salah paham, Rasya tidak meminum nya. Isi dari botol itu sudah di buang oleh nya.
Brmm......
Deg deg kan banget. Batin Rasya menggigit bibir nya menahan gugup.
Ia melirik pada teman teman nya yang memberi kode jika Eldi sudah masuk.
"Sialan!!!!!"
Brak~
Prang~
Rasya menyapu semua yang ada di atas meja nya dengan kedua tangan nya.
"Astaga Rasya!" Eldi langsung berlari mendekati nya.
"Lo kenapa sya?" tanya Eldi memeluk tubuh Rasya agar tenang. Namun, Rasya dengan akting nya yang memang benar-benar total banget, mendorong tubuh Eldi agar menjauh dari nya.
"Gak usah ikut campur!!!" bentak Rasya.
"Lo kenapa sya?" tanya Eldi bingung, ia mencoba mendekati Rasya , tapi gadis itu melangkah mundur.
Melihat hal itu, Eldi menghentikan langkahnya.
"Gue benar-benar gak tahu lagi. Lo tiba tiba membenci gue. Teman teman seakan tidak suka sama gue."
Eldi menarik nafas dalam, sungguh Rasya tidak tega melihat nya.
"Salah gue apa sya? kenap Lo tiba-tiba membenci gue?"
"Lo memang salah Eldi!!! Lo yang harus bertanggung jawab atas semua nya!" teriak Rasya.
"Apa? gue? Apa yang gue lakuin, sehingga gue harus bertanggung jawab!!!" balas Eldi tak kalah berteriak. Ia sudah lelah, sudah tidak bisa berpikir lagi.
"Kalian semua sama saja! gue gak tahu lagi harus bilang apa. Gue udah cape!" lirih Eldi , ia sudah pasrah.
Eldi membalikkan tubuh nya , ia akan pergi namun, Rasya malah melempar botol minuman ke lantai.
"Lo gila yah!" sentak Eldi yang langsung menghampiri Rasya.
"Lo harus bertanggung jawab!" kata Rasya.
"Apa?"
"Lo harus membayar semua kerusakan ini!"kata Rasya lagi .
Happy birthday to you~
Happy birthday to you~
Lampu seketika menyala, semua orang bernyanyi dengan semangat dan tersenyum pada Eldi.
Happy birthday to you~
Happy birthday to you~
Happy birthday to you~
Happy birthday to you~
"What?" Eldi melongo, ia tidak tahu harus mengatakan apa.
"Selamat ulang tahu Eldi!" ucap Rasya yang berdiri di belakang Eldi.
"Jadi semua ini pura-pura?" tanya Eldi pada Rasya.
"Tidak, yang tadi itu serius"
"Maksudnya?"Eldi tidak mengerti.
"Lo memang harus bertanggung jawab atas kerusakan ini" kata Rasya menahan senyum.
"Eh sudah sudah, itu bisa di urus nanti. Yang penting tiup lilin dulu "sorak Jihan yang sedang memegang kue nya.
Tiup lilin nya~
Tiup lilin nya~
Tiup lilin nya~
Fyu~
"Yey!!!!!!" mereka bersorak bersama.
"Selamat ulang tahu yah bro, sorry kita udah keterlaluan sama Lo" kata Albi.
"Gue juga boy" Babas dramatis banget.
"El, gue gak bermaksud marah marah sama Lo. Semua itu konsep dari dia" kata Liem menunjuk Rasya yang mengulum senyum.
"Ayoo potong kue nya" kata Lea yang tiba-tiba pengen makan kue ulang tahun.
Eldi pun memotong kue ,Suapan pertama ia berikan kepada Rasya, kemudian pada semua anak wolf .
"Ini bagian gue" kata Alviro merebut sendok dari tangan Eldi.
"Ah gak seru, masa gak nyiapin cewe semua" kelu Eldi dengan nada kecewa.
"Emang gue pikirin" balas Alviro mencibir pada Alviro.
Melihat hal itu membuat mereka semua tertawa. Apalagi Alviro dengan sengaja memanas manasi Eldi dengan cara bermesraan dengan Jihan.
Tanpa mereka sadari, ada seseorang yang merasa tidak suka melihat adegan itu.
"Eh apaan sih" Cantika memberontak, membuat semua orang memperhatikan nya.
"Lo ikut gue!" ucap Liem menarik paksa tangan Cantika.
"Gak, gue gak mau. " Tolak Cantika lagi.
"Jadi adek kelas membantah mulu Lo!" gerutu Liem.
"Enak aja Lo ngomong, Adel kelas cuma berlaku di sekolah aja yah. Lagian, kalo Lo ngapa ngapain gue gimana? siapa yang tanggung jawab!"
Wajah Liem seketika memerah, baru kali ini ada cewe yang melakukan hal ini kepadanya.
"Hahah... udah la Liem, bawa Cantika nya entaran aja. Kita makan bersama dulu" kata Rasya yang di setujui oleh semua orang.
Apa sih , yang mereka lihat dari Cantika. Mereka terlihat suka banget sama dia.Sifat iri Jasmin mulai bergejolak.
Mereka semua sudah berada di meja makan yang memang Cafe cuanlo siapkan.
"Nah, tuan tuan dan Nyonya Nyonya. Silahkan menikmati hidangan kami" kata Rendi berperilaku sebagai pelayan profesional.
"Bagus juga bagian Lo kak" celetuk Eldi.
Rendi langsung cemberut, kemudian mengambil posisi duduk di samping Albi.
"Makasih yah Sya, gue gak nyangka Lo ngasih gue kejutan terindah ini" kata Eldi menggenggam tangan Rasya di bawah meja, tidak ada yang melihat nya karena mereka duduk di baris yang cuma ada mereka. Seperti posisi seorang raja dan ratu gitu. Di sisi samping meja, barulah teman teman mereka.
"Jihan sama yang lain mana Sya?" tanya Alviro. Di sana cuma ada Lea dan Rasya saja yang cewe. Selebih nya entah pergi ke mana.
"Ada kok Al, tuh" tunjuk Arvan ke belakang tubuh Alviro.
"Baru pergi beberapa detik saja sudah panik gitu" cibir Lea.
"Jelas lah, istri aku itu emas berlian. Banyak yang mengincar nya!" cibir Alviro.
Jihan dan para Ladies berjalam menghampiri meja, mereka baru saja dari toilet . Bekas kue tart membuat lipstik mereka sedikit berantakan.
"Siapa gadis itu?" bisik Lea pada suaminya. Lea merasa gadis itu memiliki rasa pada adik ipar nya. Terlihat vdari cara pandang dan kelakuan gadis itu yang terus melihat ke arah Alviro.
"Gak tahu beb" jawab Arvan acuh, ia tidak terlalu memperhatikan setiap teman teman adik nya.
Jihan hendak duduk di samping Alviro tapi, Jasmin lebih dulu memotong nya dan langsung duduk di sana. Semua orang terlihat kaget , terlalu berani sekali gadis itu.
"Aku boleh duduk di sini kan?" cicit Jasmin dengan tidak tahu malu nya tersenyum.
Cantika melotot melihat keberanian Jasmin, ia sempat menahan nafas melihat ekspresi Jihan.
"Jas, Lo tahu kan itu-" ucap Fela terpotong oleh ucapan Jihan.
"Gak papa, siapa saja boleh duduk dimana pun kok" potong Jihan. Ia memilih duduk di samping kakak nya .
Sementara Alviro masih kaget dengan situasi ini, ia melirik Jihan yang tampak langsung fokus ke makanan.
"Lo di sini" kata Liem menarik Cantika agar duduk di sebelah nya. Tanpa bisa menolak, Cantika terpaksa menerima nya dan duduk dengan gelisa di samping Liem .
"Ah, mana bisa gue jauh dari berlian gue!" lenguh Alviro yang langsung berpindah ke samping Jihan.
"Eh " kaget Jihan ketika Alviro sudah duduk di samping nya dan mengecup pipi nya.
Barulah Jasmin merasa sangat vmalu sekarang, tidak ada yang duduk di samping nya. Karena memang, posisi duduk Alviro sama seperti Eldi dan Rasya. Mereka hanya duduk berdua dengan pasangan mereka. Tapi, karena Jasmin menduduki nya, maka dia sendiri duduk di sana.
Kasian banget Jasmin. pikir Cantika.
"Di sini kosong kan?" kata Rendi, ia langsung duduk di samping Jasmin.
"Tenang aja, gue masih jomblo kok. Gak mungkin ada yang marah ketika gue duduk di sisi cewe mana pun" ujar Rendi lagi yang di sambut oleh tawa semua orang.
"Dasar modus Lo!" cibir Alviro dan Arvan kompak.
Meskipun mereka semua tertawa, tetap saja mereka menaruh rasa was was kepada Jasmin.
Sebenarnya Jihan sudah merasakan hal itu sejak awal melihat Jasmin. Tapi, karena hari ini adalah hari special Eldi, Jihan tidak akan membuat kesalahan.
Beruntung nya, Alviro sangat menjaga perasaan istri nya. Perlakuan Alviro tadi, menambah rasa cinta yang sudah menumpuk di hati Jihan.
Malam itu menjadi malam yang indah bagi mereka semua, kecuali bagi Jasmin.
Di malam itu, Eldi mengungkapkan perasaan nya kepada Rasya, dan Rasya juga melakukan hal yang sama .
Sementara Liem, ia hanya terus menjahili Cantika yang terlihat sangat sulit untuk di dekati. Lagi pula, Liem belum merasakan adanya cinta di antara mereka, ia hanya merasa tertarik dan ingin mengganggu Cantika .
...----------------...
Hallo guys, sesuai saran dari pembaca setia. Aku akan fokus ke cerita ini. Yah memang sih, Novel ini sudah hampir di penghujung kisah. Karena, Aku mau buat kisah terpisah antara kehidupan Jihan dan Alviro setelah mereka lulus dan menjalani kehidupan nanti . Lebih tepat nya, di season kedua nya akan terfokus pada kisah anak mereka.
Dukung aku terus yah, jangan lupa like dan komen nya. Ngintip ke novel sebelah juga boleh. udah terlanjur aku publish.😞