I HATE YOU, BUT I LOVE

I HATE YOU, BUT I LOVE
EPISODE 135



Jihan berjalan menuju ke kantin, tadi dirinya pergi ke ruangan kepala sekolah terlebih dulu. Jadi ia sekarang akan menyusul sahabat sahabat nya ke kantin.


Bruk~


"Ups.. Maaf kak, aku gak sengaja" ucap seseorang yang dengan sengaja menubruk kan dirinya pada Jihan.


Jihan berjongkok, ia membantu siswi itu mengumpulkan semua buku buku yang tadi siswi itu bawa.


"Ini buku lo, maaf gue gak lihat lo tadi" ujar Jihan tak enak hati, ia tersenyum pada siswi yang ia ketahui ternyata adalah juniornya.


"Kak Jihan yah? " kata siswi itu dengan senyum palsu, ia pura-pura polos di depan Jihan.


"Iya. Itu nama gue" balas Jihan tersenyum canggung.


"Gue Jasmin kak, anak IPA 1" Jasmin mengulurkan tangannya pada Jihan.


"Oh iya, junior yah" Jawab Jihan membalas uluran tangan Jasmin.


"Gue duluan yah, temen-temen gue udah nunggu" kata Jihan langsung berlalu pergi, ia sudah hafal banget dengan siswi siswi yang modelan seperti itu. Pasti ujung-ujungnya pengen tahu tentang anak wolf. Sama seperti dulu ketika ia sekolah di Amerika, setiap cewe yang tahu jika Zidan adalah kakak sepupunya, sejak saat itu banyak yang mendekatinya.


Ketika tiba di kantin Jihan mengedarkan pandangannya, ia mencari posisi temen temennya.


"Sayang!!! " teriak Alviro.


Jihan langsung kaget, ia merasa sedikit malu pada anak anak yang lain.


"Kamu kok teriak teriak gitu sih" gerutu Jihan menutupi wajah nya.


"Udah lah beb, gak papa. Kita kan dah halal juga" balas Alviro berbisik.


Banyak yang iri melihat kemesraan alviro dan Jihan. Mereka mengira jika Alviro dan Jihan masih pacaran.


"Aahhh kapan yah, gue dapat cowo kek kak Alviro"


"Sosweet banget!!! " lirih mereka berangan angan.


Sementara di meja Jihan langsung duduk di samping Rasya. Alviro tentu langsung ambil posisi di samping istrinya.


Mereka langsung asik makan, tiba-tiba Rasya meringis membuat mereka semua kaget.


"Aw... "


"Lo kenapa sya? " tanya Jihan khawatir.


"Gak papa kok, kaki gue ke injek Eldi" balas Rasya melirik Eldi yang duduk di samping nya.


Eldi kaget, karena ia merasa tidak melakukan apapun.


"Kok gue sih Sya?. Dari tadi gue makan loh" kata Eldi berusaha mengelak, karena dirinya memang tidak melakukan apapun.


"El, kalo suka gak boleh gitu juga " kata Jihan mendorong bahu Eldi.


"Ya ampun Jihan, lu gak percaya sama gue?. Beneran, gue gak ngapa ngapain dia lo! " kata Eldi meyakinkan Jihan.


"Tapi ini beneran sakit lo, kok loh gak ngaku sih" tuduh Rasya sengaja menuduh Eldi, sebenarnya ia memang tidak ke injek apapun. Rasya hanya mau mengerjai Eldi doang.


"Wah parah lu Eldi. Kalo suka gak gitu caranya" celetuk Babas.


"Kalo gue sih gak mungkin lakuin itu" sahut Albi.


Eldi mulai kesal, ia segera bangkit dan pergi begitu aja. Teman-teman nya seolah olah menjadi musuhnya sekarang. Apalagi Rasya, ia tahu cewe itu berbohong. Tapi ini sudah keterlaluan, ia membuat semua teman temannya salah menduga. Eldi tidak suka itu.


Setelah Eldi pergi, Rasya langsung menjelaskan kepada teman teman Eldi.


"Guys, maaf yah. Gue emang berbohong. Tapi ini demi rencana gue" kata Rasya.


"Emang rencana apa sih, si Eldi beneran baper tu" kata Liem.


"Kalian gimana sih, 2 hari lagi adalah hari ulang tahun nya Eldi. Masa kalian gak ingat! "


"Astaga, iya bener. " gumam Ringgo kaget.


"Wah parah, kalian sahabat nya pada lupa" ujar Fela menggeleng kepala.


"Sakit beb" ringis Alviro manja.


"Jadi, gue berencana mau ngerjain Eldi. Trus buat kejutan deh" kata Rasya berbinar. Tanpa ia sadari terlihat ada cinta dari mata nya untuk Eldi.


"Lo suka Eldi yah? " tanya Liem tiba-tiba, membuat Rasya langsung terdiam dan malah salah tingkah.


"Eng... Gak kok. Gue kan cuma ingetin kalian" elak Rasya.


"Udah lah Sya, kita bisa lihat kok di mata lo. Meskipun lo selalu berantem sama Eldi. Tapi kita tahu, ada cinta di mata kalian berdua" ucap Ria yang di setujui oleh semua teman temannya.


"Kalian ini apaan sih, lagi ngomongin kejutan juga" kelu Rasya beralih menatap jus nya. Ia merasa sangat gugup banget sekarang, apalgi temen temen eldi menatap ke arahnya.


"Yes or No? " lontar Jihan memberikan pilihan yang tak dapat Rasya elakkan.


"Rasya, jawab aja. Kita bakalan bantu lo kok" desak Fela.


"Tapi gue maluuu" lirih Rasya masih menundukkan kepala.


"Kenapa malu? " tanya Jihan.


"Gue takut cinta bertepuk sebelah tangan, malu jika perasaan gue di tolak. " balas Rasya dengan suara pelan.


"Lahh kok otak pinter lo ilang, lo gak tahu? Eldi itu suka sama lo. Gak mungkin banget dia gak membalas perasaan lo" ujar Babas. Ia paling tahu sikap Eldi itu bagaimana.


Selama ini Eldi tidak pernah menunjukkan perhatiannya pada siapapun. Udah banyak cewe yang datang mencoba mencuri perhatiannya, tapi Eldi tak pernah melirik.


Kini, Rasya hadir di kehidupan Eldi. Membuat Eldi tak sedetik pun menjauh dari Rasya. Mereka tidak bersama hanya ketika masuk kelas, dan pulang sekolah.


"Tapi gue kan gak tahu, bagaimana jika itu hanya kebetulan saja" ujar Rasya meragu dengan penilaian teman temannya.


"Udah deh, sekarang kita mikirin bagaimana rencana lo selanjutnya. Masalah balas membalas, nanti kita pikirin lagi" kata Alviro, dan mereka semua setuju dengan hal itu.


"Baiklah, kita bakalan adain pesta di cafe Cuanlo." seru Liem.


"Sebelum itu, Gue mau kita semua bikin Eldi kesel se keselnya!! " usul Rasya penuh semangat. Tentunya hal itu tak luput dari sorotan mereka semua. Rasya menjadi sering di goda oleh anak anak wolf karena memiliki rasa pada Eldi.


"Sekarang kita semua udah ada pasangan nya yah. Bahagia banget gue" Kata Babas senang.


"Semua? Si Liem emang udah ada? " tanah Fela kaget. Jihan dan Ria mengangguk setuju.


"Iya bener, Liem kan masih jomlo" sahut Jihan.


Babas tersenyum, Sementara Liem melirik tajam ke arahnya.


"Lo gak anggep gue ada? " kesal Liem.


"Tenang bro... Sekarang emang jomlo, tapi bentar lagi si kalem kita ini bakalan dapat jodohh" teriak Babas dengan tawa di akhir ucapannya.


"Seriusan? " Alviro dan yang lainnya menatap Liem tidak percaya. Mereka sudah ketinggalan banyak hal dari Liem.


"Liem ada deket sama cewe? " tanya Ria.


"Yah, kalian gak tahu kan apa yang terjadi ketika Mos kemarin? " Babas menggantungkan kalimat nya membuat anak anak pada penasaran.


"Apaan sih, kok gantung banget" kesal Fela.


"Gue denger denger ni yah, ada yang kepincut adek kelas"


"What???? "


"Siapa orang nya? yang mana? "


"Ada di kantin ini gak? "


Ria Fela dan Jihan auto kepo dengan selera Liem yang notabene nya paling kalem di antara mereka semua.


"Rahasia, ntar kita juga bakalan tahu kok! " kata Babas menaik turunkan alisnya melirik pada Liem.


Sementara Liem gak bantah atau mengiyakan ucapan Babas, ia hanya menggeleng melihat kelakuan sahabat nya itu.