
Arya Jaya gempar dengan sebuah postingan video singkat yang memperlihatkan Jihan dan Alviro sedang berpelukan di sebuah apartemen.
Dalam sekejap, Video tersebut langsung viral di akun sosial sekolah.
Jasmin dengan bahagia nya, memasuki kelas nya. Ia sudah tidak sabar ingin mendengar setiap siswa siswi membicarakan soal video itu dan membenci Jihan.
Siswa siswi mulai berdatangan, mereka tampak kaget dan heboh dengan video itu.
"Wahh...Lo liat video itu gak?" tanya seorang siswi pada teman nya. Jasmin tersenyum mendengar nya.
Pasti mereka sekarang akan membenci Jihan.
"Yang Kak Jihan sama kak Alviro itu kan?"
"Iya, gue iri banget sama kak Jihan. Mereka tu so sweet banget!!!"
"Gue sampe mengulang ulang rekaman video itu"
What? mereka menyukai nya?
Jasmin tak habis pikir, apa yang ia rencana kan tidak sesuai seperti yang ia harap kan.
"Eh bentar deh, kenapa kalian suka banget sama video nya! itu gak baik tahu!" kata Jasmin pada teman sekelasnya.
Salah satu dari siswi itu melipat kedua tangannya di depan dada, menatap Jasmin dengan senyum miring.
"Kenapa kita harus membenci nya? Wajar kali mereka ada di sana. Mereka kan sepasang kekasih."
"Bener tuh, lagian mereka kan cuma berpelukan. Kali aja kak Alviro kangen sama kak Jihan, kan seharian sekolah"timpal yang satunya.
"Satu apartemen berdua tahu, mana baik!"kata Jasmin tanpa sadar, ia menunjukkan sikapnya seolah olah ia mengetahui apa yang sedang terjadi di dalam video tersebut.
"Btw ni yah, kenapa Lo kaya yakin gitu dengan situasi video nya?" ketiga siswi itu menatap Jasmin penuh curiga.
"Jangan bilang, Lo yang udah unggah video itu!"
Jasmin gelagapan, ia mulai panik dan memilih pergi dari sana.
"Gue rasa beneran dia deh!"
"Gue juga merasa begitu"
Jasmin berjalan cepat di lorong kelas, ia merasa kesal dengan semua orang yang tidak membenci Jihan. Rencana nya gagal lagi.
"Well, Lo gagal lagi Jasmin!" ucap seseorang yang sedang bersandar di tiang tak jauh dari Jasmin.
Gadis itu menghentikan langkah kakinya, ia berbalik dan menatap sinis pada seorang gadis.
"Cantika!"
"Iya gue! kenapa? kaget?" Cantika tersenyum miring, ia sudah tahu semua kejahatan Jasmin.
Sebenarnya Cantika merasa kasihan pada Jasmin, namun melihat sikap Cantika yang tega memalsukan sebuah akun yang di beri atas nama dirinya, membuat Cantika malah membenci Jasmin.
"Huh, bagus deh kalo Lo udah tahu. Jadi, gue gak perlu capek capek lagi berpura-pura" Jasmin menatap balik Cantika yang terlihat sangat marah.
"Gue gak habis pikir, orang yang menjadi teman pertama gue di sekolah ini tega memfitnah teman nya sendiri!
Beruntung kak Eldi berhasil menghack dan mengubah semua nya!" Cantika menatap Jasmin tajam.
"Beruntung Lo kali ini, lain kali gue gak akan memberi cela untuk Lo!" kata Jasmin penuh penekanan.
"Sebenarnya apa sih masalah Lo sama gue, kenapa Lo sebenci ini sama gue!" Cantika menggeleng, ia bingung dengan sikap Jasmin.
Hampir seluruh hati nya percaya pada Jasmin yang menjadi teman pertama bagi nya di SMA ini.
"Cih, gila kali Lo. Gue mau temenan sama cewe udik kaya Lo. " balas Jasmin.
"Gue heran aja, kenapa Alviro dan teman temannya melihat Lo, kenapa mereka tidak mau dekat sama gue!!" sambung nya.
"Itu karena Lo memiliki hati yang busuk! lebih busuk dari ******!"
"Kak Liem" gumam Cantika, ia tersenyum senang.
"Gue gak habis pikir, cewe secantik Lo bisa memiliki hati yang begitu buruk!"
"Anda aja hati Lo baik, maka tubuh Lo gak akan sebau ******!"
widihhh Kata kata anak pendiam itu memang tajem banget yah. Padahal jarang di pake buat ngomong ye kan😅.
Liem menarik tangan Cantika, membawa nya pergi dari hadapan Jasmin.
"Lihat aja nanti, kalian akan menyesal udah memperlakukan gue kaya gini!" kata Jasmin menatap kepergian Cantika dan Liem .
"What the puk" ujar Jihan manja.
Ia tidak menyangka dirinya terlihat ramping di video itu. Padahal perutnya sudah membesar.
"Pasti orang aneh itu gak melihat dengan teliti" ledek Jihan. Ia menebak jika pelakunya adalah orang terbodoh di dunia.
Cling~
Pesan dari Liem masuk ke ponsel Alviro.
"Sayang, ada pesan!" teriak Jihan pada suaminya yang sedang mandi.
"Bacakan beb!!"sahut Alviro dari dalam kamar mandi.
Jihan pun menuruti permintaan suaminya, ia mengambil ponsel Alviro dan mulai membaca isi pesan yang ternyata di kirim oleh Liem.
"Wahh ternyata Liem ngasih tahu kamu, kalo yang unggah video kita itu si Jasmin!" teriak Jihan memberitahukan suaminya isi dari pesan itu.
Ceklek.
Alviro keluar dari kamar mandi, terlihat dari aurah wajahnya kesegaran yang melanda .
"Siapa tadi ,yang udah lakuin itu?" tanya Alviro.
"Si temennya Cantika. Yang udah seenaknya dudukin posisi aku" jelas Jihan.
Alviro mengangguk paham, ia sudah menduga jika gadis itu memang tidak baik. Dari ekspresi wajah nya saja Alviro sudah bisa menebaknya.
"Beb, aku kangen bunda sama mama!" rengek Jihan tiba-tiba.
"Sekarang?" tanya Alviro memastikan. Jihan menjawab dengan anggukan kepala.
"Gak tahu kenapa, aku kangen banget"
"Yaudah, aku telfonin papa sama ayah yah. Biar mereka semua datang ke sini dan kumpul bareng kita di sini."
"Oke baby"
Alviro menghubungi papa dan ayah mertuanya. Ia mengatakan jika putri mereka tengah merindukan mereka.
Setelah selesai menghubungi semuanya, Alviro memeluk istrinya dari samping.
"Beb, apapun yang terjadi. Kamu adalah istri terbaik aku. Kamu segalanya bagi aku!" tutur Alviro.
Jihan tersenyum, lalu membalas pelukan suaminya. "Me too beb, setelah apa yang terjadi pada kehidupan kita. Aku akan mempercayai seribu persen!"
"Kamu nyindir aku?" sela Alviro.
Jihan tertawa sumbang, ia mengungkapkan isi hatinya, tapi suaminya malah tersindir oleh ucapan nya.
"Aku serius sayang, kenapa kamu malah tersindir?"
"Yah, kan dulu aku sempat melakukan kesalahan kepada mu babe" balas Alviro manja.
Jihan menangkup wajah suaminya, senyum manis terukir di bibir nya, membuat Alviro gemas.
"Beb, yang lalu biarlah berlalu. Kita hidup di masa sekarang. Dan harus memikirkan masa depan, masa depan kamu, aku, dan buah hati kita" kata Jihan bijak seraya mengelus perut bulat nya .
"Love you babe"
"Love you too😘"
Mereka kembali berpelukan, menyalurkan perasaan hangat yang di bumbui oleh bumbu bumbu cinta sejati. Melihat apa yang telah mereka lalui, mereka pantas untuk mendapatkan kebahagiaan.
Jihan dan Alviro tertidur di sofa, mereka tidak sadar keluarga mereka sudah datang. Dengan gerutuan dan hati gondok, Tia dan Leni menekan bel apartemen Alviro dan Jihan secara bergantian. Namun, tidak ada tanda tanda mereka akan membukakan pintu.
Zidan yang juga ikut bersama keluarga nya mencobanya menelfon Alviro maupun Jihan. Tetap juga tidak di jawab
"Mungkin mereka tertidur" kata Lea.
"Yaudah, ngumpul di apartemen kita aja" ujar Arvan.
"Ah, dasar anak nakal. Awas saja nanti jika kalian minta jumpa lagi!" omel Leni.
Mereka semua pindah ke rumah Arvan dan Lea.
...----------------...
Hai hai, maaf baru up.
HAPPY READING GUYS😘