I HATE YOU, BUT I LOVE

I HATE YOU, BUT I LOVE
EPISODE 142



5 bulan berlalu, perut Jihan kian membesar. Tidak memungkinkan bagi Jihan untuk masuk sekolah. Jika ia tetap masuk sekolah, maka semua teman temannya akan tahu bahwa Jihan sedang hamil.


Meskipun Jihan dan Alviro mengaku sudah menikah, pasti mereka akan mengira pernikahan itu terjadi karena ada tragedi. Jadi, Alviro dan keluarga semua nya meminta Jihan untuk homeschooling saja. Jihan pun menerima usulan dari keluarga nya.


Semakin hari, Alviro merasa tingkah Jihan semakin aneh . Seperti hari ini , Alviro masih tertidur di ranjang. Sedangkan Jihan duduk di sofa sembari menonton tv.


"Huaaaa!!!!!!" Alviro kaget dan langsung melompat dari atas ranjang mendengar tangisan istri nya.


"Sayang kamu kenapa?" dengan panik Alviro memeriksa kondisi istrinya.


"Hikss...Hiks..."


"Sayang, kamu kenapa. Cerita sama aku" Bujuk Alviro memeluk istrinya yang semakin terisak.


"Aku, ..Mau makan mie....huaaaa hikss ..Hiks..."


Alviro menatap istrinya bengek, ia tidak habis pikir Jihan menangis hanya karena ingin makan mie.


"Sayang, kamu kan bisa masak mie nya. Kenapa harus menangis?"


"Kok kamu malah marah sih sama aku. Hikss...Hikss .." Tangis Jihan semakin menjadi jadi.


Emosional wanita hamil memang berubah ubah nak, kamu harus mengerti yah.


Alviro mengingat pesan dari mama dan bunda mertua nya. Tarik nafas, hembus kan. Ia harus lebih sabar lagi menghadapi istri nya yang sedang hamil.


"Sayang, aku gak marah. Aku cuma bilang, kamu kan bisa masak mie nya. Gak harus nangis sayang" kata Alviro lembut.


"Tapi...Tadi, kamu bentak aku" kata Jihan sesegukan.


"Gak sayang, aku gak akan pernah membentak istri aku. Apalagi istri aku yang paling cantik di dunia ini"


Jihan tersenyum, seketika tangis nya berhenti setelah mendengar ucapan suaminya.


"Aku gak jadi mie nya, aku mau makan.Tapi buatan kak Arvan" kata Jihan membuat Alviro kaget.


"Sayang, kamu tahu sekarang jam berapa?" tanya Alviro. Jihan melirik jam dinding, sekarang pukul 6 pagi.


"Sudah jam 6 sayang, kenapa?"


"Aku yakin, kak Arvan dan kak Lea belum bangun" kata Alviro.


"Huaaaaaa....Pokoknya aku mau makan masakan kak Arvan. huaaaaaa, bunda!!! mama!!!" tangis Jihan kembali pecah.


"Eh iya iya, kita ke apartemen mereka sekarang" ucap Alviro cepat.


"Ayok!" denga semangat, Jihan menarik tangan Alviro keluar dari apartemen mereka. lalu, pergi ke apartemen Lea dan Arvan yang berjarak 2 pintu dari apartemen mereka.


"Ayo pencet bel nya" kata Jihan.


Alviro menurut, ia menekan bel apartemen Lea.


Ting tong~


Ting tong~


Lea dan Arvan yang masih berada di alam mimpi merasa sangat terganggu dengan suara bel.


"Aduh, siapa sih pagi pagi gini udah bertamu!" gumam Arvan semakin menarik Lea ke dalam dekapan nya.


"Sayang, bukain lah!!" kata Lea mendorong Arvan agar tidak mengganggunya.


"Biarkan saja, entar juga pergi" balas Arvan .


Ting tong~


Ting Ting~


Terdengar tidak sabaran, bel terus di pencet tanpa jeda.


"Aduhhhh mengganggu banget!!!" Lea duduk dari tidurnya. Dengan mata setengah terbuka ,ia mengikat rambut lurusnya.


"Awas aja kalo gak penting!"gumam Lea keluar dari kamar. Sementara Arvan, kembali tidur.


Lea membuka pintu, ia melongo melihat adik nya dan adik ipar nya berdiri di depan apartemen nya.


"Kalian mau ngapain ke sini pagi pagi buta begini?"


"Eh ehh .." Lea terdorong menyingkir dari depan pintu, Jihan masuk tanpa di persilahkan.


Lea mengerut kesal, pirasat nya mulai tidak enak. Jika ibu hamil sudah datang ke rumah nya, maka ia harus siap siaga.


"Mau ngapain Lo dek?" tanya Lea menatap adik nya yang sudah duduk di sofa. Jihan dengan ekspresi bahagia nya membalas tatapan kakak nya.


"Kata suami ku, kak Arvan mau masakin gue mie goreng super enak"


"Huh?" Alviro di buat tak percaya mendengar ucapan Jihan barusan. Bukannya Jihan, yang pengen makan masakan Arvan. Tapi ia malah memfitnah suaminya.


"Iya kan suami ku?" Alviro tak bisa mengatakan apapun lagi, selain mengiyakan ucapan istrinya.


"I-iya"


Lea melirik Alviro tajam, hari Minggu seperti ini harusnya Lea nikmati bersama suaminya. Namun, mereka malah di repotkan oleh adik nya yang sedang hamil.


Alviro terus berkomat kamit memanjatkan segala doa agar Lea dan Arvan tidak marah padanya.


"Kak Arvan mana?" Jihan celingak celinguk mencari keberadaan Abang ipar nya .


"Ji, Lo lihat jam gak? dan Lo pasti tahu jika kita masih tidur" dengus Lea kesal.


"Orang sukses itu, bangun nya subuh kak" nasehat Jihan tanpa dosa.


"Serah Lo deh, pusing gue" Lea tak ambil pusing, ia bersiap akan berbaring di sofa untuk melanjutkan tidur nya.


"Huaaaaaaa,,,, Bunda!!!!!" teriak Jihan menangis lebih kencang dari yang tadi. Arvan yang tidur di dalam kamar , berhamburan keluar karena kaget mendengar teriakan dan tangisan Jihan .


"Ada apa ini?"


"Dek, jangan nangis dong" bujuk Lea yang langsung mendekat pada Jihan.


Arvan menatap Alviro dan istri nya, mereka tak kunjung menjawab pertanyaan nya. Mereka malah sibuk membujuk Jihan agar berhenti mennagis.


"Kak Arvan!!!! Kak Lea bilang, kakak gak mau yah masak untuk aku, katanya masakan kakak gak enak. huaaaaaaa"


"Eh, kapan gue bilang gitu" protes Lea tak terima. Membuat tangis Jihan semakin pecah.


"Huaaaaa!!!!"


Lea menutup telinganya, begitu juga dengan Alviro. Mereka seketika panik melihat dan mendengar tangisan Jihan yang semakin keras.


Bagaikan mengasuh bayi nakal, Jihan lebih parah dari itu. Arvan mendekat pada Jihan, memeluk aduk ipar yang sudah ia anggap seperti adik kandung nya sediri sembari menepuk nepuk punggung Jihan pelan.


"Sttt....Udah udah, gue mau kok masakin buat Lo. Emang Lo mau makan apa?"


Tangis Jihan perlahan mereda, Alviro dan Lea bernafas lega.


"Gue mau makan mie goreng paling enak kak" kata Jihan pelan.


"Baik lah, Lo tunggu di sini yah. Gue akan memasak buat Lo nasi goreng spesial"


"Yuhuuuuu" sorak Jihan girang, ia melirik Alviro dan Lea dengan tatapan mengejek.


"Apa maksudnya coba" lirih Lea pelan.


"Wanita hamil kak" lirih Alviro .Lea mendengus kesal, lalu kembali duduk ke sofa dengan wajah di tekuk.


...----------------...


"Lo kenapa sih, ngikutin gue mulu!!" bentak seorang wanita pada seorang pria yang tidak sengaja menubruk si wanita.


Mereka saat itu sedang joging, entah bagaimana mereka selalu bertemu .Baik di sekolah mau pun di luar sekolah. Wanita ini merasa si pria sengaja mengikutinya.


"Eh, gadis bar bar. Gue gak ngikutin Lo, Lo kali yang ngikutin gue!"


"Enak aja, gak Sudi gue ngikutin Lo!"balas si cewe tak kalah sengit dari si pria.


Mereka adalah Liem dan Cantika, sejak acara ulang tahun Eldi, Cantika dan Liem sering terlibat masalah. Bahkan mereka sering di panggil oleh guru BK karena sering berkelahi di sekolah.


"Dasar cowo aneh!!" seru Cantika pergi begitu saja.


"Yeee lu tu yang aneh!" balas Liem setengah berteriak agar gadis itu mendengar nya.


Menarik, semakin menarik. Liem mengulum senyum menatap ke pergian Cantika.


...----------------...


Status novel ini, sengaja aku bikin tamat. Tapi aku tetap bakalan up kok guys. Jangan panik yah. Ini cuma status nya aja yang aku bikin tamat.