COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Kepergian Leon



Bab 98


Leon melepaskan pelukannya "Gilang tolong antarkan Delia ke caffe. Aku khawatir jika dia pergi ke sana sendirian"


"Kak, jangan aku bisa sendiri. Nggak enak sama kak frislya" ucap Delia


"Nona frislya, boleh saya pinjam pacar anda untuk mengantarkan calon istri saya sebentar" ucap Leon


"Ya, tentu saja." Ucap frislya


"So, Gilang. Kamu nggak mungkin nolak kan" ucap Leon


Gilang hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Aku pergi dulu" ucap Leon beranjak pergi.


Baru saja Leon membuka pintu mobil, dia kembali lagi berjalan menghampiri Delia.


"Kenapa?" Ucap Delia


"Ada yang ketinggalan" ucap leon


Cup


Ciuman singkat di kening Delia. Delia membulatkan matanya


"Jangan terlalu merindukanku, oke" ucap Leon lalu beranjak pergi. Kali ini benar-benar pergi.


Di lihat seperti ini, mereka seperti sepasang kekasih yang saling mencintai. Sungguh, Leon benar-benar pemain drama yang sangat baik.


"Apa-apaan kak Leon. Apa harus memainkan drama sebegininya. Eh, tunggu dulu. Bukankah kak Gilang jauh lebih parah dari pada ini dulu. Sungguh memainkan drama bukanlah ide yang bagus bagi orang yang belum pernah pacaran sepertiku. Tingkah-tingkahnya bisa saja membuat jantungku copot kapan saja" batin Delia melihat kepergian mobil Leon sehingga hilang dari penglihatan.


"Kau antarlah Delia ke caffe, aku akan menunggu hotel sampai kamu kembali" ucap frislya.


Gilang mengangguk "ayo kita pergi" ucapnya beranjak menuju parkiran di ikuti oleh Delia.


Sementara itu, resyah sudah tidak sadarkan diri. Devano mengeluarkan resyah dari dalam mobil, lalu memasuki lift dan membaringkannya di ranjang.


Devano begitu panik dan takut. Dia berulang kali mencium kening, mata, kedua pipi, dagu dan mengecup singkat bibir resyah. Akhirnya dia menempelkan keningnya dengan kening resyah yang mana kedua hidung mancung mereka juga menempel. Devano terus melakukan itu, sampai dokter datang.


"Bertahanlah. Demi anak kita"


Beberapa saat kemudian, dokter Piona pun datang. Devano sudah memberitahunya password mansion, sehingga dokter viona bisa langsung masuk.


"Ada apa dengannya"


"Aku juga tidak tahu. Tapi kemungkinan dia terjatuh. Dan mengeluarkan banyak darah"


"Darah. Kandungannya lemah, takutnya dia mengalami keguguran" ucap dokter viona


"Apa"


"Aku akan memeriksanya dulu. Semoga saja tidak terjadi hal buruk padanya"


Di saat dokter memeriksa resyah, jantung devano rasanya mau copot karena ketakutan. Ekspresi wajahnya pun tidak bisa di gambarkan


Beberapa menit kemudian, dokter viona pun Selesai memeriksa resyah.


"Bagaimana, hasilnya dok"


"Untungnya, calon bayi kalian masih ada. Lain kali jagalah dia dengan baik. Aku tahu dia pasti tetap akan bekerja, jadi sebagai suaminya kau harus siap siaga. Biarkan dia tetap beristirahat. Aku sudah meresepkan obat nanti kau tebus saja. Usia kandungannya baru 10 Minggu masih sangat mudah dan lemah. Kau harus memastikannya untuk selalu meminum vitaminnya"


"Baiklah dok, terimakasih"


"Ini sudah tugas saya. Kalau begitu saya pergi dulu. Jika ada apa-apa langsung hubungi saya"


Devano hanya mengangguk, dokter viona pun beranjak pergi.


Devano mengirim pesan ke Delia, memintanya untuk menebus obat yang resyah butuhkan. Setelah itu dia duduk di samping resyah, mengenggam tangannya kemudian kembali menyatukan kening mereka "Kau benar-benar membuatku ketakutan" ucapnya meneteskan air mata yang jatuh ke pipi resyah


BACA TERUS KELANJUTAN CERITANYA YA ☺️ DAN JANGAN LUPA BACA JUGA KARYA BARU AUTHOR YANG BERJUDUL "BAD GIRL" DAN "SILENT DEADLY" YA READER'S TERCINTA ☺️🙏🏻