COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Penyakit Resyah?



Bab 31


Setelah Reyhan dan Delia pergi, hanya Gilang yang masih berada di ruangan resyah. Dia yang merasa begitu kepanasan diruangan resyah pun berucap "Boss, kenapa suhu diruangan boss sangat panas"


"Kau boleh menurunkan suhunya, remotnya ada didekat sofa" ucap resyah yang sudah kembali bekerja karena keadaannya sudah membaik.


Gilang kemudian menurunkan suhu ruangan tersebut agar terasa sejuk, lain halnya dengan resyah dia kembali merasa kedinginan. dia merangkup wajahnya dimeja. Sedangkan tangannya begitu gemetar dan sangat menggigil dari sebelumnya. Mukanya pucat dan bibirnya membiru.


Gilang yang kaget melihat resyah pun berucap "boss kau tidak apa-apa"


"Dingin" lirih resyah


"Aku akan menaikkan kembali suhu ac-nya" ucap Gilang lalu kembali menaikkan suhu ruangan.


"Apa masih dingin boss" ucap Gilang namun tak ada jawaban dari resyah.


"Boss apa kau baik-baik saja"


Hening, tak ada jawaban.


"Boss" ucap gilang menguncang tubuh resyah. Disana dia melihat wajah resyah yang sudah berubah pucat pun semakin panik


"Astaga, resyah. Kau kenapa. Ayo aku bawa kerumah sakit"


"Tidak apa-apa, sebentar lagi juga sembuh biasanya juga seperti ini. Kau kembali lah bekerja"


"Jika benar-benar sakit ayo kerumah sakit. Tidak perlu berbohong"


"Aku tidak bohong, pergilah istirahat habis itu kerjakan semua tugas Reyhan"


"Baiklah, kalau ada apa-apa langsung panggil aku" ucap Gilang kemudian beranjak pergi.


Setelah sampai di ruangannya Gilang duduk memikirkan resyah yang dia tinggal saat kesakitan tadi.


"Boss sebenarnya kenapa ya. Kok kayak kesakitan gitu, Apa dia mengidap penyakit.


Aku kasih tau kak Rey aja kali ya mungkin kak Rey tahu tentang ini. Tapi kak Rey kan lagi nemenin resyah kalo aku kasih tahu dia pasti balik lagi ke sini, bisa-bisa di amuk boss aku. Tapi kalo nggak dibawa ke rumah sakit gue khawatir kalo dia ada penyakit mukanya aja sampai pucat gitu. Badannya juga menggigil, takutnya nanti itu penyakit berbahaya dan gara-gara terlambat mengetahui akibatnya akan patal." Ucap Gilang berpikir keras


"Oh iya, boss kan udah nikah tuh sama devano. Apa aku kasih tahu dia aja ya, biar dia yang bawa boss ke rumah sakit. Tapi aku kan nggak punya nomornya devano. Aku minta aja sama kak Rey"


Lalu mengeluarkan benda pipih itu dari dalam kantongnya dan mengirimkan WeChat ke reyhan sedetik kemudian dia pun mendapatkan nomor devano. Gilang langsung mengesave nomor devano dan langsung menelponnya.


---------


Diruangan devano dia sedang serius menatap layar laptopnya, dengan Lea yang memeluknya dari belakang. Tiba-tiba hpnya berdering yang menelpon adalah Gilang, devano mengernyitkan dahinya melihat nomor tak di kenal menelponnya.


"Siapa" ucap Lea melepaskan pelukannya


"Ngak tahu, nomor nggak di kenal"


"Angkat aja dulu, siapa tahu ada yang penting"


Devano menerima panggilan telpon itu "siapa" ucap devano dengan nada nggak suka


"Gilang mantannya Lea" menatap ke arah Lea sedangkan Lea hanya menaikkan bahunya


"I-iya. Aku cuma mau ngasih tau kayaknya boss sakit, tapi dia nggak mau aku bawah kerumah sakit. Makanya aku telpon kamu biar kamu saja yang membawanya kerumah sakit, kamu kan suaminya" ucap Gilang penuh penekanan saat mengatakan 'kamukan suaminya'


"Maksud kamu, boss kamu itu resyah"


"Iya, cepatlah kemari aku melihatnya sangat kesakitan" devano lalu mematikan sambungan telpon dan langsung berlari ingin menemui resyah.


Lea yang melihat devano berlari pun mengikutinya, dengan berteriak-teriak memanggil nama devano.


"Devano kamu mau kemana"


"Sayang"


"Devano" ucap Lea berhenti berlari ketika melihat pintu lift tertutup dengan devano di dalamnya. Dan dengan napas tersengal-sengal.


"Ahhhh mau kemana sih devano, aku nggak bisa ngikutin dia di jam kerja"


Sementara itu Gilang kembali ke ruangan resyah karena merasa khawatir. Dia yang melihat resyah tergeletak di lantai tak berdaya bergegas menghampirinya.


"Boss"ucap Gilang membalikkan badan resyah membenarkan rambut resyah yang menutupi mukanya. Melepaskan jasnya untuk menyelimuti resyah yang menggigil kedinginan.


"Boss aku akan membawamu kerumah sakit" lalu mengendong resyah ala bridge style dan berlari menuju lift. Setelah keluar dari lift Gilang berlari keluar kantor mengendong resyah yang setengah sadar itu tanpa mempedulikan karyawan-karyawan lainnya yang menatap mereka heran.


Devano yang baru sampai di tempat parkiran perusahaan resyah, melihat Gilang yang kesulitan membuka pintu mobil karena mengendong resyah. Devano pun memberhentikan mobilnya, buru-buru menghampiri gilang


"Buka pintu mobilku." Ucap devano dengan mengambil alih mengendong resyah. Gilang hanya mengaguk lalu membuka pintu mobil devano. Dan devano dengan segera memasukkan resyah ke dalam mobil.


"Terimakasih, dimana reyhan. Kenapa dia tidak menjaga resyah"


"Kak Rey di suruh boss nemenin Delia melihat-lihat universitas. Lagian kamu itu suaminya si boss ngapain nyuruh orang lain untuk jagain dia"


"Bukan urusanmu" ucap devano mengembalikan jas Gilang. Dan menyelimuti resyah dengan jasnya


Devano lalu menutup pintu mobilnya. Dan langsung masuk ke mobil menuju rumah sakit.


"Dasar suami nggak becus. Kalo kak Rey ada yang bawa resyah ke rumah sakit sekarang itu pasti dia bukan kamu" ucap Gilang kemudian beranjak masuk kedalam perusahaan.


Diperjalanan menuju rumah sakit resyah membuka matanya devano yang melihatnya pun berucap "kau sudah sadar, tenanglah sebentar lagi kita akan sampai dirumah sakit"


"Aku nggak mau kerumah sakit"


"Tapi kamu harus di periksa Syah, tadi malam kamu juga kayak gini. Ini nggak bisa di biarin terus Syah"


"Bawa aku pulang" ucap resyah yang setengah sadar


"Tapi"


"Aku mohon" ucap resyah hampir tak kedengaran