
Bab 30
"Aku dulu juga tidak tahu apa-apa tapi di angkat jadi CEO, 2 tahun awal perusahaan benar-benar kacau. Hingga akhirnya, ditahun ketiga Reyhan datang keperusahaan membantu membereskan semua ke kacauan, dan di angkat oleh kakek jadi mananger . Dan dari Reyhan lah aku belajar banyak tentang bisnis"
"Wowww kak Rey, kau benar-benar hebat" ucap Reyhan
"Semuanya tergantung tekad, jika kita bersungguh-sungguh kita pasti bisa"ucap Reyhan
"Jadi Delia, belajarlah dengan baik. Perhatikan dan ingat dengan baik apa yang dilakukan dan dikatakan Reyhan. Mulai hari ini kau bisa bekerja menjadi sekretarisnya Reyhan"
"Terimakasih kak"
"Sekarang kalian pergilah bekerja"
"Lalu, apa yang harus saya kerjakan boss" ucap Gilang
"Kamu cari semua informasi tentang universitas bisnis terbaik, jam makan siang berikan padaku"
"Baik boss"
Reyhan, Gilang, dan delia pun pergi keruangan mereka.
"Kalian berdua satu ruangan" ucap Delia
"Sebenarnya ruanganku bukan disini. Tapi aku sendiri yang ingin di sini" ucap Gilang
"Kenapa? Bukannya kau tidak memetuhi peraturan perusahaan jika begitu"
"Ruangan kak Rey sangat besar, kau lihat. Dan aku sudah memindahkan barang-barangku kesini. Jadi kak Rey bekerja di sudut kanan dan aku bekerja di sudut kiri. Dengan begitu jika ada yang tidak aku mengerti aku tidak perlu repot-repot mencari kak Rey lagi"
"Kau sepertinya tidak ingin jauh-jauh dari kak Rey. Jangan-jangan kauu" ucap Delia sambil menutup mulutnya karena memikirkan Gilang homo (menyukai sesama jenis)
"Hentikan pikiran burukmu itu. Aku memang ingin seruangan dengan kak Rey,karena aku ingin belajar lebih banyak darinya. boss pun tidak mempermasalahkannya"
"Bukankah kau sudah cukup baik dalam berbisnis"
"Aku harus melakukan yang terbaik, ini perusahaan besar aku tidak ingin mengecewakan boss yang sudah mempercayaiku sebagai asisten pribadinya. Kau sendiri kenapa tiba-tiba ingin berbisnis dan pindah kuliah disini"
"Seperti yang kak resyah katakan tadi aku sudah 5 tahun disana. Aku hanya ingin lebih dekat dengan keluargaku, dan untuk mengelolah restoran aku harus belajar dulu jika tidak aku restoran itu akan bangkrut nanti"
"Kamu ada benarnya juga. Tapi aku yang harus repot-repot mencari informasi universitas terbaik"
"Berhentilah bicara. Lebih baik kau kerjakan tugasmu" ucap Reyhan
"Ini semua karena kau mengajakku bicara"
"Kau bertanya dan aku menjawab. Jadi apa salahku"
"Jika kalian ribut terus seperti ini aku akan mengusir kalian dar ruanganku" ucap reyhan
"Usir saja dia kak, lagian ini juga bukan ruangannya. Menggangu saja" ucap Gilang yang menatap layar laptop
"Kauu benar-benar menyebalkan"
"Lain kali jika ingin bekerja, pakailah pakaian formal. Bukannya pakaian seperti itu" ucap Gilang karena Delia hanya menggunakan baju kaos dan rok pendek.
"Aku tidak punya baju-baju formal"
"Delia kamu periksa data-data ini, jika sudah selesai berikan kepadaku"ucap Gilang menyerahkan beberapa lembar kertas kepada Delia.
"Baik,kak" Delia lalu duduk disofa dan mulai memeriksa data-data itu.
---------
Ruangan resyah
Resyah yang sedang sibuk bekerja tiba-tiba perutnya terasa sakit dan badannya menggigil.
"Kenapa akhir-akhir ini perutku selalu sakit dan badanku juga terasa dingin disaat yang bersamaan" ucap resyah memegang perutnya, dan mengatur suhu AC menjadi hangat. Tapi tubuhnya tetap saja kedinginan.
Reyhan yang memasuki ruangan resyah untuk memberikan laporan-laporan pekerjaannya seketika panik melihat resyah yang menahan sakit.
"Syah, kamu kenapa" ucap Reyhan penuh ke khawatiran
"Aku ngak apa-apa" bohong resyah mencoba menyembunyikan rasa sakitnya
"Ngak apa-apa gimana, kamu aja udah berkeringat kayak nahan sakit gitu"
"Aku benaran ngak apa-apa. Perutku hanya sedikit sakit, mungkin karena tamu bulananku akan datang"
"Apa biasanya sesakit ini. Kamu terlihat sangat kesakitan wajahmu juga sangat pucak dan lihat kau bahkan menggigil. Untuk memastikannya ayo pergi kerumah sakit"
"Biasanya juga seperti ini. Ngak apa-apa bentar lagi juga sakitnya akan menghilang"
"Apa kau yakin"
Resyah mengangguk
"Aku kesini mau ngasih laporan keuangan bulan ini. dan ada yang ingin aku omongin juga tentang Delia"
"Delia, dia kenapa. Apa dia membuatmu kesulitan"
"Bukan itu. Aku dengar tadi dia mengeluh karena tidak ada baju formal untuk bekerja dan aku juga ingin mempelajari tentang bisnis restorannya. Karena jujur saja aku tidak ada pengalaman dalam hal itu. Takutnya nanti dia bertanya mengenai hal tersebut dan aku tidak bisa menjawabnya"
"Kau benar. Tidak satupun dari kita mengerti mengenai restoran. Memang lebih baik kau yang mempelajarinya karena kau bisa memahami semua hal lebih cepat dari pada aku, devano ataupun Delia. Terimakasih telah memperhatikan hal itu. Aku bahkan tidak kepikiran ke sana dan ya bagaimana dengan 2 cabang perusahaan hotel milikmu apa kau menyuruh orang untuk menghandlenya"
"Tidak, Aku sendiri yang akan menghandlenya. Lagi pula tidak ada orang yang bisa di percaya untuk saat ini"
"Kau pasti sangat sibuk. Apa kau tidak lelah mengurus banyak hal di waktu yang bersamaan"
"Bekerja sudah merupakan sebagian dari hidupku. Lagi pula ada Gilang yang membantu"
"Kenapa tidak percayakan saja cabang hotel kepada Gilang, aku yakin dia mampu mengurusnya dengan baik"
"Dia sama sepertiku tidak ingin meninggalkan perusahaan ini"
"Terimakasih telah setia pada perusahaan"
"Tentu saja. Apapun pekerjaanku perusahaan ini akan selalu aku utamakan"
"Aku percaya itu. Oh iya, seingatku dua diantara hotelmu salah satunya berdekatan dengan restoran milik Delia. Apakah benar"
"Kamu benar syah. Aku pikir aku bisa memantau perkembangan hotel dan mempelajari wirausaha tentang restoran di saat yang bersamaan. Dengan begitu tidak akan memperpadat waktu"
"Tapi kau akan kelelahan jika begitu"
"Aku merasa senang, jika bisa melakukan semuanya"
"Kau memang benar-benar luar biasa"
Gilang dan Delia juga memasuki ruangan resyah.
"Boss ini dia informasi yang boss minta" ucap Gilang memperlihatkan notebook kepada resyah
"Perlihatkan pada reyhan. Biar nanti Reyhan yang menemani Delia melihat-lihat universitas mana yang ingin Delia masukin"
"Kak Rey" ucap Gilang memberi notebook itu kepada reyhan
Reyhan lalu melihat-lihat notebook itu.
"Baiklah kita akan pergi untuk melihat-lihat saat jam makan siang nanti. Apa pekerjaanmu sudah selesai"
"Sudah kak. Sudah ku letakkan di meja kakak. Kakak cek saja nanti mm ungkin masih banyak yang salah" ucap Delia
"Kak Rey, kalau kalian mau pergi melihat-lihat,sekarang sudah saatnya jam makan siang" ucap Gilang