
Bab 104
"Dan untuk menyakinkan kalian lagi, bahwa kedua kakakku ini sudah menikah. Aku akan memperlihatkan ini kepada kalian. Bisa kalian lihat sendiri tanggal dan hari mereka menikah" ucap Delia memamerkan dua buku nikah milik kakaknya itu.
"Jadi kalian benar-benar sudah menikah. Lalu, kapan kalian akan mengadakan pesta pernikahan" ucap wartawan 5
"Mungkin setelah anak kita lahir"
"Resyah, sedang hamil. Berapa usia kandungannya" wartawan 6
"10 Minggu" ucap devano
"Kenapa resyah hanya diam saja. Berikan sedikit penjelasan tentang pernikahan kalian" wartawan 7
"Seperti yang kalian ketahui kita memang sudah menikah 3 bulan lalu. Dan, mengenai pernikahan betul apa yang di katakan devano, mungkin kami akan mengadakannya setelah anak kami lahir" ucap resyah
"Apa kalian akan mengadakan pernikahan secara besar-besaran, setelah anak kalian lahir" ucap wartawan 8
"Tentu saja. Dan kami akan mengundang kalian semua ke pernikahan dua CEO kami ini, setelah anak pertama mereka lahir" ucap Delia
"Kalian berencana mempunyai berapa anak" ucap wartawan 9
" ini sudah waktunya jam kerja. Saya permisi" ucap devano menggenggam erat tangan resyah menariknya masuk ke dalam perusahaan. Begitu juga dengan Delia
Merekapun sampai di ruangan resyah.
"Aku pergi dulu" ucap devano
"Kakak pergi sekarang. Di luar masih banyak wartawan" ucap Delia
"Biarkan saja. Mereka tidak mungkin anarkis bukan?" Ucap devano kemudian beranjak pergi
---------
"Jadi begini cara kalian memperlakukan ku. Baiklah, kita tunggu saja pembalasanku sampai anak yang kalian tunggu-tunggu itu lenyap. Dan akan ada pernikahan selanjutnya bagi kalian berdua"
"Apa maksudmu dengan melenyapkan anak kami hah" bentak devano
"Setelah saatnya tiba, kau akan tahu sendiri apa maksudku" ucap Lea tersenyum sinis
"Apa yang kau rencanakan!"
"Kalian sudah mempermainkan ku, dan kau menyia-nyiakan cinta tulus yang aku berikan padamu. Apapun itu aku lakukan demi bisa bersamamu. Dan jika, aku tidak bisa memiliki mu siapapun tidak boleh memilikimu meski resyah sekalipun"
"Aku benar-benar salah menilaiku selama ini. Jika terjadi sesuatu pada resyah dan calon anak kami, aku sendiri yang akan membuat perhitungan denganmu"
"Kau mengancamku devano Nalendra? Tapi, sebelum itu aku pastikan kehidupan kalian yang akan hancur di tanganku. Kau tunggu saja, waktu itu pasti tiba"
"Keluar dari ruanganku. Dan jangan kembali lagi ke perusahaanku"
"Jangan begitu sombong devano. Perusahaan keluargaku sama besarnya dengan Perusahaan resyah, dan kau tidak ada apa-apanya"
"Aku tidak peduli!"
"Jika bukan karena aku mencintaimu, aku tidak mungkin mau bekerja di perusahaan cabang Seperti ini"
"Bagus kalo begitu. Sekarang pergilah, dan jangan kembali lagi baik di perusahaan ini maupun di dalam ke hidupanku"
"FINE! kita lihat seberapa lama pernikahan kalian akan bertahan" ucap Lea beranjak pergi.
Devano duduk di kursi kebesarannya, "sebenarnya apa yang Lea rencanakan. Jika dari awal aku tahu sifatnya seperti ini, maka aku tidak akan mau berhubungan dengannya. Dia benar-benar bukan seperti Lea yang kami kenal dulu. Aku harus menjaga resyah dan anak kami dengan ketat. Lea mungkin menggunakan kakaknya untuk membahayakan keselamatan resyah dan kandungannya" ucap devano
BACA TERUS KELANJUTAN CERITANYA YA ☺️ DAN JANGAN LUPA BACA JUGA KARYA BARU AUTHOR YANG BERJUDUL "BAD GIRL" DAN "SILENT DEADLY" YA READER'S TERCINTA ☺️🙏🏻