COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Menjalankan Rencana



Bab 92


KE ESOKKAN HARINYA...


Resyah, devano dan delia sedang sarapan bersama.


"Kamu mau kami antarkan ke caffe" ucap resyah


"Nggak perlu kak, Hari ini aku ada kelas. Kalian pergi saja, aku bisa naik taksi nanti" ucap Delia


"Salah kamu sendiri yang tidak mau belajar nyetir. Coba aja kalo mau, kakak akan belikan mobil untukmu" ucap devano


"Aku tidak tertarik untuk itu"


"Why not? Itu mempermudahkan mu untuk berpergian"


"Aku bisa naik taksi, ojek ataupun jalan kaki"


"Jika jaraknya jauh dan tidak ada taksi ataupun ojek, kamu tidak akan sanggup untuk berjalan"


"Kalo begitu, aku tidak akan pergi"


"Sudahlah, Berhenti berdebat. Van, ayo kita berangkat. Kamu yakin nggak mau berangkat sekalian sama kita" ucap Resyah


"Nggak kak. Kelas ku juga di mulai jam 10. Kelamaan ntar aku di sana"


"Yasudah kalau begitu kita pergi dulu" ucap resyah beranjak pergi.


"Piring kotornya jangan lupa di cuci" ucap devano yang berjalan mengikuti resyah.


"Emangnya aku pembantu di mansion ini" ucap Delia kesal.


Delia melihat dua orang itu keluar mansion, dia lalu berlari dan bersembunyi di balik pintu.


Devano membukakan pintu mobil untuk resyah, Delia mengambil beberapa foto mereka dari kejauhan. Devano dan resyah pun pergi meninggalkan mansion.


"Kalo cuma foto ini, tidak terlalu meyakinkan kali mereka sudah menikah. Oh iya, kak Leon" ucap Delia lalu menelpon Leon.


"Kakak masih di sana kan? Cepat ke sini mereka baru saja keluar" ucap Delia menelpon Leon sambil berjalan menuju gerbang.


Delia menunggu Leon, sesaat kemudia mobil Leon muncul di hadapannya. Delia langsung masuk ke dalam mobil Leon


"Mereka baru saja pergi. Kita ikuti dari kejauhan, jangan sampai mereka curiga" ucap Delia, Leon hanya mengangguk.


Mereka lalu mengikuti mobil resyah dan devano.


"Kalau sudah ada orang-orang kakak. Ngapain juga kita masih ngikutin mereka"


"Untuk membandingkan hasil foto mana yang lebih bagus"


"CK, kurang kerjaan banget sih" ucap Delia


Devano dan resyah sampai di perusahaan resyah. Seperti biasa, devano selalu emncium resyah sebelum resyah keluar dari mobil.


"Cepat foto mereka" ucap Leon. Delia siap-siap untuk memotret mereka.


"Kali cuma mau ngambil foto mereka yang kayak gini, aku bisa mengambil foto ini di mansion"


"Jika aku mengambil foto mereka dari sana. Maka akan ketahuan jika kau yang merencanakan ini nantinya. Bukankah hanya ada kamu di antara mereka berdua yang tinggal di mansion. Dan lagi, jika di foto dari sini, mereka akan mengira kalau paparazi yang memotret mereka"


Delia mengangguk lalu berucap "benar juga"


"Kau tidak ingin kembali bekerja di perusahaan"


"Tidak"


"Kenapa"


"Caffe sudah cukup bagiku"


"Itu bukan alasan utamanya. Alasan utamanya pasti karena kau ingin menghindari Gilang"


"Siapa bilang"


"Jika tidak, Kembali lah ke perusahaan. Devano pasti akan sering datang ke sini. Dan aku bisa mengambil foto mereka di perusahaan ini. Sebagai suami istri walaupun tidak saling mencintai tapi devano pasti menjaga anak yang di kandung resyah bukan"


"Jadi, aku harus kembali ke kantor"


"Jika kau ingin, rencana kita berjalan dengan lancar. Kau bisa kembali ke sana"


"Belum juga satu Minggu aku resign dari kantor, masa udah balik lagi. Kan malu"


"Kenapa harus malu. Resyah itu Kakak iparmu"


"Tetap saja. Aku juga perlu alasan yang masuk akal untuk meyakinkan mereka, agar keterima lagi masuk kantor"


"Kau sudah pasti di terima. Tidka mungkin resyah menolakmu. hanya saja kita memamng memerlukan alasan yang tepat saat ini agar kau bisa bekerja lagi"


BACA TERUS KELANJUTAN CERITANYA YA ☺️ DAN JANGAN LUPA BACA JUGA KARYA BARU AUTHOR YANG BERJUDUL "BAD GIRL" DAN "SILENT DEADLY" YA READER'S TERCINTA ☺️🙏🏻