COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
ketahuan Berbohong



Bab 63


"Selesai" ucap Leon mengembalikan pesan Delia.


Sementara itu dilain sisi Reyhan, Gilang dan resyah berada di caffe Delia. Mereka terlihat sibuk menatap laptop masing-masing.


Sesaat kemudian hp resyah berdering dan yang menelpon adalah devano. Telpon pertama di abaikan oleh resyah. Hingga hpnya berdering untuk yang ketiga kalinya barulah resyah menerima panggilan itu.


"Ada apa" ucap resyah dingin


"Apa kau tahu Delia pergi kemana"


" kau sendiri yang bilang bahwa dia pergi kelondon"


"Tapi papa bilang dia menelpon kepala sekolah di London dan sampai sekarang Delia tidak ada disana"


"Apa. Jika Delia pergi dari pagi tadi seharusnya dari tadi siang dia sudah berada disana"


"Maka dari itu aku bertanya padamu apakah dia memberitahumu pergi kemana. Soalnya hpnya pun tidak bisa dihubungi"


"Aku tidak tahu. Dia tidak mengirimkan ku pesan ataupun menelponku seharian ini"


"Yasudah kalau begitu" ucap devano memutuskan sambungan telpon.


"Ada apa" ucap Reyhan


"Delia tidak ada di London. Kemana anak itu pergi sebenarnya. Apa dia pernah mengatakan sesuatu pada kalian ingin pergi kemana". Gilang dan reyhan menggeleng.


"Apakah Delia mengirimkan kalian pesan" ucap resyah.


"Dia tidak mengirimkan pesan apapun padaku" ucap Reyhan


"Seharian ini aku belum membuka hp. Biar aku periksa dulu" ucap gilang mengambil hpnya .


Gilang terkejut melihat pesan dari Leon.


"Aku tahu Delia dimana" ucap Gilang lalu berlari beranjak pergi.


"Delia pergi kemana, Gilangg" teriak resyah


"kau akan pulang ke negaramu atau menginap disini"


"Aku terlalu lelah untuk memulai perjalanan lagi. Aku akan menyewa hotel malam ini dan kembali pagi-pagi besok"


"Aku mempunyai dua apartemen yang berdampingan. Kau bisa menginap disalah satunya. Dan aku akan tinggal di apartemen satunya lagi untuk menjagamu"


"Tidak perlu repot-repot. Aku bisa jaga diri dan bisa menginap dihotel saja"


"Jangan terlalu berbahaya bagimu. Tidak apa-apa aku akan menjagamu selama kau disini. Sebagai ucapan terimakasih karean telah memberitahuku semua tentang Lea. Dan kau tenang saja, aku akan membuat rencana agar m Lea menjauh dari devano"


"Benarkah. Dengan cara apa"


"Kau lihat saja nanti"


"Menjauhkan kak Lea dari kak devano itu bukanlah hal yang mudah. Karena kak Lea Sepertinya sudah tergila-gila pada kakakku"


"Ya, adikku itu memang benar-benar bodoh. Dia tidak mau mengurus perusahaan keluarganya. Tapai malah jadi asisten kakakmu. Dia bahkan masih mengharapkan kakakmu walau tahu kakakmu akan segera menjadi memiliki keturunan dari wanita lain. Ini semua juga salahku, karena terlalu memanjakannya"


MANSION RESYAH,,,


resyah baru pulang ke mansion, dia melihat devano berjalan mondar-mandir di ruang utama.


"Kau tenanglah. Gilang bilang dia tahu dimana dia berada"


"Benarkah, dimana"


"Gilang tidak menyebutkan itu dimana, tapi setidaknya Gilang telah menyusulnya"


"Anak itu benar-benar membohongiku. Dia tidak memikirkan papa dan mama yang sekarang khawatir memikirkannya"


"Kau beritahu saja om dan Tante kalo Delia baik-baik saja dan Gilang sudaj menyusulnya. Agar mereka tidak terlalu khawatir" devano mengangguk.


Resyah lalu beranjak pergi ke kamarnya. Dia pergi mandi, setelah selesai berganti pakaian resyah berdiri di balkon kamarnya memandangi langit yang sangat cerah karena banyak bintang-bintang dan bulan yang menyinari malam.


Setelah devano menelpon orangtuanya. Dia lalu memotong-motong buah, membuat roti dan susu untuk resyah. Setelah selesai dia pun masuk ke kamar resyah.