COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Membangun Caffe



Bab 53


"Itu saja yang ingin aku sampaikan, kembalilah ke kamarmu dan beristirahat" Gilang hanya mengangguk lalu beranjak pergi dari sana.


Setelah melihat Gilang menuruni tangga devano langsung beranjak dari duduknya untuk menemui resyah.


"Apa yang kau bicarakan pada Gilang. Sehingga harus menjauh dari kami"


"Urusan kantor" ucap resyah yang duduk disofa kamarnya dengan menatap laptop


"Kenapa harus berbicara berdua jika hanya urusan kantor"


"Itu tidak ada urusannya dengan kalian"


"Baiklah kenapa kau mengusirku dari kamar"


"Kekasihmu yang memintanya"


"Tapi nggak gini juga Syah. Kamu lagi hamil dan aku ingi ada disamping kamu supaya aku bisa jagain kamu"


"Aku bisa menjaga diriku sendiri. Ini kartu akses kamar dilantai satu sebelah kiri. Dan ya bawa sekalian barang-barangmu" ucap resyah meletakkan kartu akses itu di meja tanpa menatap devano.


"Oke, jika itu mau kamu. Tapi, Bagaimana jika mama dan papa ke sini. Apa yang akan mereka pikirkan nantinya jika melihat mereka ada di sini. Dan bagaimana jika mama dan papa tahu kalau kita tidak sekamar apalagi jarak kamar kita cukup jauh. Apa yang akan kita katakan nantinya"


"Aku akan mengatakan yang sebenarnya"


"Maksud kamu? Kamu mau bilang kita akan bercerai setelah anak kita lahir begitu"


KE ESOKKAN HARINYA...


Mereka semua berkumpul di ruang utama Mension bersiap-siap pergi bekerja.


"Baby, karena aku disini jadi aku akan pergi dan pulang kerja ikut kamu" ucap Lea mengandeng tangan devano.


"Rey, ini kartu cardku. bayar semua kebutuhan restoran pakai kartu ini. " ucap resyah


"Nggak usah kak, aku punya uang aku bisa membayarnya pakai uangku sendiri" ucap Delia


"Tidak perlu. Kau simpan saja uangmu untuk kebutuhanmu sendiri"


"Tapikan kak"


"Aku punya ide lain tentang desain restoran. aku sudah mengirimkan foto-foto detailnya kepada gilang. Biar Gilang yang menjelaskannya pada kalian"


"Kita akan merubah restoran itu 100% menjadi cafe. Ini contohnya" ucap Gilang memperlihatkan design foto cafe dari laptopnya.


"Designya sangat berbeda. Apa kita akan merobohkan restoran dan mendirikan yang baru. Jika itu membutuhkan waktu yang lama" ucap Delia


"Tidak. Kita hanya perlu memperluas dan memperpanjang restoran itu. Dan bisa juga menginginkan kita membuat cafe itu menjadi 3 lantai. Yang mana lantai pertama menunya hanya makanan laut dan minuman seperti biasanya, di lantai satu ini dibagi menjadi dua ruangan yang mana satunya lagi adalah dapur. Lantai kedua menu makanannya luar dan dalam negeri ruangannya juga dua bagian yaitu ruangan owner. Minumannya juga seperti di lantai satu. Dan lantai yang teratas menunya hanya kue, eskrim dan berbagai macam jenis kopi. Di lantai teratas ini seperti yang kalian lihat, suasananya akan terbuka" jelas Gilang


"Semuanya ada 3 lantai. Kita akan membuat tangga atau hanya lift"


"Kita akan mengunakan keduanya. Karena resyah khawatir jika ada wanita hamil yang ingin ke lantai 3 maka dia akan kecapek'an menaiki tangga. Jadi kita juga menggunakan lift"