COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Seperti Dalam Penjara



Bab 40


"Oke, kakak akan biarin kamu tetap disini asalkan kamu mau Nerima syarat dari kakak"


"Ya, kak aku mau. Apapun itu bakal aku lakukan"


Ucap Lea berdiri menghadap kakaknya


"Kamu boleh tetap disini asalkan kamu mau di jaga oleh Gilang"


"What? Mana mungkin. Gilang pasti tidak mau menjagaku. Lebih baik kakak cari orang lain saja untuk menjagaku"


"No. Jika kamu menolak Gilang, lebih baik kemasi barang-barangmu atau aku akan membawamu ke new York tanpa membawa apapun"


"Permasalahannya, apa Gilang mau menjagaku. Mengingat bagaimana dulu aku meninggalkannya"


"Dia pasti mau. Karena dia bukan orang yang tidak berperasaan sepertimu"


"Apa maksud kakak"


"Dan satu lagi. Jika kau tidak mendengarkan semua ucapan gilang, atau Gilang mengeluh tentangmu. Maka saat itu juga aku akan menarikmu ke new York. Dan kau jangan macam-macam walaupun Gilang tidak mengadukan tingkahmu aku akan tetap menyuruh beberapa orang untuk mata-matai dan memperhatikan kalian. Dan ya, di seluruh ruangan rumah ini sudah aku pasang CCTV yang terhubung di handphone ku. Jadi jangan harap bisa membodohi ku"


"Damn! walaupun dia tidak bersamaku tapi dia benar-benar membuatku seperti dalam penjara" batin Lea.


-------


Sementara itu resyah, delia, Reyhan dan Gilang sedang menikmati waktu makan siang mereka di restoran milik Delia.


"Kebetulan besok weekend bagaimana kalo nanti malam kita ke puncak untuk refreshing. Karena aku senang banget semua masalah kak devano sudah selesai"


"Bilang aja kamu mau refreshing karena defresot sama mata kuliah dan pekerjaan" ucap Gilang


"Itu juga salah satunya" ucap Delia cengengesan


"Pikiranmu itu udah kebaca" ucap Gilang


"Iya deh iya. Jadi gimana setuju nggak nih"


"Kalo aku ngikutin kalian aja. Kalo semuanya ikut aku juga ikut" ucap Reyhan


"Jangan lupa ajak kak devano juga nanti"


"Hemm"


"Kak Gilang gimana ikut nggak"


"Aku rasa nggak bisa deh. Kalian tau sendiri kak Leon pergi ke new York hari ini dan dia memintaku untuk menjaga Lea"


"Kak Gilang tenang aja, kita bakalan ajak kak Lea kok. Nanti aku yang akan ngabarin dia. Lagi oula kalo nggak ada kak Gilang kak seru, akunya nggak ada temen berantem" ucap Delia lalu terkekeh


"Sekarang aja bisa ketawa-ketawa, kemarin nangis mana mukanya jelek banget lagi" goda Gilang


"Ihh nyebelin banget sih. Lagian mana ada orang nangis terlihat cantik maupun ganteng"


"Ada"


"Kalau memang ada bawa orangnya kesini aku mau lihat"


"Nih orangnya sudah ada di depan mata" ucap Gilang terkekeh


"Ihh resek nyebelin banget sih. Merasa sok ganteng gitu"


"Bukan sok ganteng tapi emang ganteng, kalo nggak mana mungkin cewek-cewek pada mau jadi pacarku"


"Perasaanmu"


"Kalo nggak percaya tanya aja sama boss sama kak Rey, waktu SMA dulu bisa di bilang aku ini rebutan para cewek-cewek. Setelah kak Rey dan devano lulus"


"Berada di nomor 3 aja bangga. Kalo kak Rey dan kak devano masih ada di sekolah itu cewek-cewek juga nggak mungkin mau sama kamu yang nyebelin tingkat angkut. Lagian itukan masa-masa SMA tapi sekarang lihat kak Rey nggak pernah pacaran tuh semenjak putus sama kak Lea. Jangan-jangan kak Rey gamon ya"


"Enak aja. Aku ini lagi milih-milih supaya nggak dapet cwek yang cerewet, nyebelin, nyusahin, manja, dan banyak maunya kayak kamu"


"Hey cewek kayak aku ini limited edition. Buktinya dimasa muda sudah punya restoran, jadi sekretaris manager perusahaan ternama dan adik dari dua orang CEO"


"Punya restoran sih nggak salah, yang salah itu nggak bisa ngembanginnya. Jadi sekretaris manager juga nggak salah yang salah itu justru kamu malah ngerepotin manager bukannya ngebantuin. Dan masalah punya dua orang kakak CEO itu hanya keberuntunganmu"


"Ihh nyebelin banget sih. Nggak bisa banget gitu ya lihat orang lain bahagia" ucap Delia menyubit pinggang Gilang.