COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Janji Resyah



Bab 46


"Aku nggak peduli" ucap Lea dengan cepat keluar dari apartemen.


"Gilang kenapa diam saja kejar dia. Bagaimana jika dia nekat" ucap Reyhan yang sedari tadi memperhatikan keributan mereka.


"Biarkan saja. Aku capek ingin istirahat"


"Kau ini" ucap Reyhan lalu beranjak pergi mengikuti lea


Gilang kembali duduk disofa "aku tidak ingin melihatnya terluka. Melihat dia kecewa saja hatiku begitu perih. Bahkan lebih sakit dibandingkan dia meninggalkanku dulu"


Gilang lalu menyandarkan kepalanya disofa memejamkan mata dan berucap "aku benar-benar harus melupakannya"


DI MANSION RESYAH


Lea menekan bel mansion sambil teriak-teriak


"Devano buka pintunya"


"Devano"


"Kamu mau ngapain sih. Udah deh, lebih baik pulang jangan ngelakuin hal-hal bodoh." ucap Reyhan


"Kamu diam kamu nggak tahu gimana rasanya" teriak Lea


Tak lama kemudian pintu pun terbuka dan yang membuka adalah devano.


"Devano, Kamu benar-benar jahat. Kenapa kamu ingkar janji hah" ucap Lea memukul-mukul dada devano. Sementara devano hanya diam


Delia yang sedang makan mendengar ribut-ribut pun menghentikan makannya.


"Kayak suara kak Lea. Dia ngapain sih kesini" ucap Lea lalu beranjak pergi ke sumber keributan.


"Kamu benar-benar jahat devano. Bukankah kamu udah janji sama aku nggak bakalan nyentuh resyah. Kalian membohongiku, kalian penghianat kalian benar-benar menghancurkan hidupku"


"Kak Lea cukup. Ini udah malam jangan buat keributan disini. Kak resyah juga sedang tidak enak badan. Lebih baik kakak pulang sekarang" ucap Delia yang berdiri disamping devano


"Memangnya apa yang harus dijelaskan sama kakak. Kakak itu orang asing nggak perlu ikut campur urusan keluarga kami"


"Devano itu pacarku. Dan dia sudah janji nggak bakalan nyentuh resyah. Tapi kenapa dia malah ingkar janji. Kenapa devano, kenapa" ucap Delia menarik-narik kera baju devano.


"Maaf" lirih devano


"Apa? Maaf. Kamu pikir kata maaf saja bisa nyembuhin luka di hatiku ini devano. Aku mau kalian gugurin kandungan resyah dengan begitu, kita bisa hidup bahagia nantinya. Dan aku akan menganggap semuanya nggak pernah terjadi" ucap Lea mengenggam tangan devano


"Aku nggak bakalan gugurin kandungan ku ini" ucap resyah yang tiba-tiba ada disana.


"Pasti karena kau ingin merebut devano dariku kan. Dan pasti kau yang sudah merayu-rayu devano supaya dia ingin menyentuhmu"


"Lea, cukup. Hentikan omong kosongmu itu. Aku nggak bakalan biarin siapa pun menyakiti resyah dan anakku. Dan aku akan jaga anakku sebelum dan sesudah dia lahir" ucap devano menghempaskan tangan lea


"Kalian jahat, kalian benar-benar penghianat. Bisa-bisanya kalian mempermainkan perasaanku" ucap Lea kembali memukul-mukul dada devano.


"Lea tenanglah dulu" ucap Reyhan


"Bagaimana aku bisa tenang , karena hidupku saja sudah hancur"


"Kau tenang saja Lea. Setalah anakku ini lahir aku akan langsung menggugat cerai devano. Bukankah itu yang kau inginkan agar kami cepat bercerai. Jadi kau tidak perlu menunggu selama satu setengah tahun lagi"


"Apa itu bisa dipercaya. Janji kalian saja kalian ingkari"


"Aku serius. Lagipula aku sudah mengatakan ini di depan kalian. Anakku ini akan ku jaga dengan baik, tanpa menganggu kehidupan kalian. Dan aku tidak ingin mendengar kau berkeinginan untuk mengugurkan kandunganku ini. Kau tidak punya hak untuk itu"


"Kak" teriak Delia terkejut mendengar ucapan resyah


"Kamu ingin memisahkan ku dan anakku resyah" ucap devano.


Resyah kembali masuk ke mansion diikuti oleh devano.


"Devano, berhenti aku belum selesai bicara"


"Kak Rey tolong bawa dia pulang" ucap Delia menutup pintu mansion