COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Akan menjauhi kami



Bab 128


Hari beranjak sore, Gilang dan Delia sudah berada di hotel.


"Kak Gilang, kamar kak Leon di mana?"


"Di kamar khusus. Kita bareng aja ke sana, ada yang mau aku tanyain juga sama kak Leon"


"Kakak duluan aja. Aku mau pesan makanan yang duku buat kak Leon"


Gilang menganguk kemudian beranjak pergi.


Gilang mengetuk pintu kamar Leon, tak lama kemudian Leon pun membukakan pintu.


"Gilang? Ada apa?"


"Boleh aku masuk" Leon menganguk.


Gilang duduk di sofa kemudian berucap "ini kamu bawakan pakaian ganti buat kakak"


"Terimakasih. Tapi kami nggak perlu repot-repot"


"Kakak kenapa nginap di sini?"


"Tok"


"Tok"


"Tok"


Pintu kamar Leon kembali di ketuk.


"Buka dulu kak. Itu Delia"


Tanpa banyak kata Leon pun membukakan pintu. Di sana ada Delia, dan frislya yang membantu Delia mendorong tempat makanan.


Delia dan frislya langsung masuk dan menyiapkan makanan di atas meja.


Setelah selesai frislya langsung ingin pergi dari sana. Tapi, Gilang mencegahnya


"Mau kemana?"


"Pulang"


"Bisa temanin aku sebentar di sini"


Frislya yang seakan mengerti maksud Gilang pun langsung duduk di samping Gilang.


"Maaf ya nggak bisa nemanin kamu hari ini"


"Kak Leon kenapa minum-minum segala. Udah tahu nggak bisa minum tetap aja minum"


"Sebagai penenang sayang. Lebih baik minum dari pada narkoba kan?" Ucap Leon mengusap-usap kepala Delia


"Apanya yang baik. Emangnya ada masalah apa sih kak?"


Leon tersenyum kemudian berucap "cuma masalah Lea. Ya, kamu tahu sendirikan dia itu bagaimana?"


"Kalo ada apa-apa itu cerita kak, jangan di pendam sendiri"


"Kakak nggak sopan banget sih pake kimono. Sana ganti baju dulu"


"Soalnya nggak ada baju ganti. Dan ini, baru di kasih sama Gilang"


"Yaudah sana bantu baju dulu, habis itu makan. Kakak pasti belum makan kan"


"Tau aja kalo aku lagi lapar"


Ucap Leon kemudian beranjak ke kamar mandi dan berganti pakaian, dan kembali duduk di sofa


"Kakak mau makan apa?" Ucap Delia


"Terserah. Suapin ya, soalnya masih pusing nih"


"Apa hubungannya pusing dengan makan"


"Nggak ada sih. Yaudah lah suapin ya"


"Iya deh" Delia lalu mengambil udang ingin menyuapi Leon. Tapi di cegah oleh frislya


"Tunggu dulu"


Delia mengernyitkan dahinya melihat frislya


"Leon alergi udang. Kasih dia makanan yang lain aja, kalo nggak ntar bahaya dia bisa-bisa masuk rumah nanti" jelas frislya


"Oh. Maaf kak, aku nggak tahu" ucap Delia menurunkan sendok yang sudah berada di depan mulut Leon. Tapi Leon malah menahan tangannya dan tetap memakan udang itu.


"Kak, kenapa di makan?" Ucap Delia


"Sayang aja kalo nggak di makan, lagian nanggung banget udah di depan mulut"


"Bagaimana kalo nanti alerginya datang"


"Itu udah lama banget. Bisa jadi alerginya hilangkan sekarang" ucap Leon. Dia tidak ingin Delia berkecil hati ataupun merasa nggak nyaman. Walaupun dia masih sangat mencintai frislya, namun dia tahu betul cara menjaga diri dan menghargai seseorang.


"Oh iya, gilang kamu mau bilang apa tadi?" Ucap Leon mencairkan suasana


"Cuma mau nanya kakak kenapa nginap di sini. Tadi malam juga merancau bilang kecewa sama Lea"


"Bagaimana nggak kecewa, dia itu keterlaluan banget. Aku nggak habis pikir sama dia"


"Memangnya apa yang di lakukan kak Lea?"


"Kau pasti akan membenci kami nantinya jika kau mengetahui semuanya"


"Benci? Kenapa?"


"Lea adalah penyebab dari semua masalah yang di hadapi resyah. Termasuk masalah kandungannya"


"What?" Pekik Delia


"Kalian bisa bertanya pada devano, tentang detailnya. Aku yakin jika kalian tahu, kalian akan menjauhi kami"


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️ dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul BAD GIRL dan SILENT DEADLY ya reader's tercinta 🙏🏻☺️