
Bab 29
"Aku nggak mau pergi, pokoknya nggak mau" lalu berlari menaiki tangga namun kalah cepat dengan devano yang sudah menggenggam tangannya.
"Kenapa kau tidak ingin pergi. Bukankah dulu kau sangat ingin kuliah di luar negeri"
"Itu dulu bukan sekarang"
"Delia kenapa kau tidak ingin kuliah lagi, apa ada aMasalah" ucap defra
"Kalian pasti tahu alasannya kenapa aku tidak ingin pergi. Lagi pula aku bukannya tidak ingin kuliah lagi aku ingin tetap disini"
"Apapun alasannya kau harus tetap kuliah. Ayo kita ke Bandara sekarang" lalu menyeret Delia untuk masuk mobil.
Resyah yang melihat itupun mencoba mencegah devano. "Devano, berhenti. Lepaskan Delia. Kau menyakiti tangannya" devano lalu melepaskan genggaman tangannya dari Delia.
Sedangkan Delia memeluk resyah sambil menangis "kak, aku nggak mau pergi ke London. Aku nggak mau jauh dari kalian"
"Sudah-sudah jangan menangis lagi"
"Kak bantu aku tetap disini"
"Nggak bisa Delia, kamu nggak boleh putus kuliah. Ayo pergi" ucap devano lalu menarik tangan Delia dan memaksanya masuk ke mobil.
"Kakak,aku nggak mau kak. Aku mau disini sama kalian"
Delia dan devano sudah masuk kemobil.
"Ma, pa. Cepat masuk mobil atau kita akan terlambat ke bandara. Resyah kau berangkat kerja sendiri dulu. Aku akan mengantar Delia kebandara"
Sarah dan defra pun masuk ke mobil. Disaat defra ingin menghidupkan mobil dengan cepat resyah merebut kunci mobil dari mertuanya itu dan membuangnya kesembarang arah
"Resyah apa yang kau lakukan" ucap devano turun dari mobil begitupun dengan Delia Sarah dan defra.
"Kamu yang apa-apaan. Kenapa memaksakan kehendak kepada Delia. Kalau dia nggak mau pergi nggak usah dipaksa"
"Dia nggak boleh putus kuliah Syah"
"Memangnya Delia tadi bilang nggak mau kuliah lagi? Nggak kan. Dia hanya bilang nggak mau pergi ke London dan ingin tetap bersama kalian. Bukankah Delia sudah sekolah di luar negeri sejak SMA, sudah lima tahun dia disana. mungkin sekarang dia ingin menghabiskan waktu bersama kalian. Kuliahnya juga tinggal dua tahun lagi. Kita bisa menguliahkan Delia disini. Apa kau setuju Delia"
"Memang itu yang aku inginkan kak. Aku juga akan mengubah jurusanku menjadi jurusan bisnis supaya aku bisa berbisnis membantu kak devano dan bisa mengelolah restoran ku"
"Kau dengarkan"
"Apa kau yakin ingin pindah kuliah disini sayang" ucap Sarah
"Aku sangat yakin mah"
"Sudahlah jangan menangis lagi. Cepat mandi, biar Kakak yang membicarakan ini sama mereka" ucap resyah
"Tapikan"
"Pergi mandi atau berangkat ke bandara"
"Mandi" lalu berlari menuju kamar
"Kalian lihat sendiri kan dia begitu antusias untuk tinggal disini. Apa salahnya menguliahkannya disini. Aku dan devano juga kuliah disini dulu" ucap devano
"Iya, pa. Sebaiknya kita pindahkan saja Delia kuliah disini. Dengan begitu kita bisa memantau pertumbuhannya" ucap sarah
"Tapii"
"Tapi apa lagi devano. Kamu mau Delia di sana malas-malasan. Bagaimana kalau dia kabur dari asrama nantinya dan terpengaruh pergaulan bebas disana. Kamu tahu sendiri seperti apa kehidupan diluar negeri" ucap resyah memotong ucapan devano
"Kalo papa terserah Delia saja. Disini ataupun di luar negeri, asalkan dia belajar dengan sungguh-sungguh"
"Aku akan mendaftarkan Delia di fakultas terbaik. Agar kalian tidak ragu lagi dengan keputusan Delia" ucap resyah melihat kearah devano.
"Kita bicarakan lagi ini nanti malam. Sekarang waktunya kerja dulu. Ayo Ma, aku antar kamu pulang dulu" defra dan sarahpun beranjak pergi
"Kamu, pergilah kekantor. Aku akan bawa mobil sendiri"ucap Delia kepada devano lalu beranjak pergi ke kamarnya. Sedangkan devano beranjak pergi bekerja"
Resyah kembali ke kamarnya mengambil tas. Delia yang baru selesai mandi menghampirinya.
"Papa dan mama sepertinya setuju. Hanya kakakmu yang keberatan"
"Lalu, apa dia akan tetap mengirimku ke London"
"Kau tenang saja, kakak akan mendaftarkanmu di fakultas terbaik yang ada disini. Dan kau berjanjilah belajar yang sungguh-sungguh dan tidak mengecewakan kami"
"Aku jani kak, aku akan belajar dengan giat. Dan tidak akan mengecewakan kakak dan buat rasa keraguan kak devano menjadi rasa bangga"
"Bagus percaya padamu. Kenapa Kau masih memakai piyama ini, pilih saja baju yang mana yang ingin kau pakai dilemari. Lalu cepat ganti baju dan ikut kakak ke kantor"
"Bukankah kakak tidak suka orang asing memegang barang-barang kakak. Jadi aku tidak berani mengambil baju kakak tanpa izin dari kakak" ucap Delia lalu dengan cepat berganti pakaian.
"Kamu bukan orang asing bagiku. Dari dulu aku sudah menggapmu sebagai adikku. Sekarang cepatlah ganti pakaianmu" Delia hanya mengangguk lalu dengan cepat berganti pakaian
"Sudah selesai" tanya resyah yang melihat Delia keluar dari kamar mandi
"Apa boleh memakai baju kakak yang ini"
"Kakak sudah bilang pakai saja yang kau suka"
"Terimakasih kak"
"Ayo, pergi". Mereka berduapun beranjak menuju perusahaan resyah.
15 menit kemudian merekapun sampai di perusahaan. Resyah masuk keruangan Gilang dan Reyhan. Sementara Delia hanya mengekori kemanapun resyah pergi
"Kalian berdua datang keruanganku sekarang" ucap resyah lalu segera beranjak pergi menuju ruangannya.
"Ada apa" tanya gilang
"Mungkin ada meeting dadakan. Sudahlah ayo kita kesana dari pada menebak-nebak" ucap Reyhan.
Merekapun memasuki ruangan resyah
"Boss ada apa memanggil kami" ucap Gilang
"Duduk dulu" ucap resyah Gilang dan Reyhan pun duduk di sofa Yanga dan di ruangan itu.
"Delia, bukannya 3 hari yang lalu kamu bilang mau berangkat ke London hari ini"
"Ini yang ingin aku bicarakan sama kalian. Aku ingin kalian mencari fakultas terbaik yang ada disini karena aku akan mendaftarkan Delia untuk pindah kuliah disini"
"Semua fakultas rata-rata sudah masuk penilaian terbaik boss. Tapi aku rasa dari pada yang terbaik lebih baik mencari yang cocok dan nyaman. Dengan begitu Delia akan betah belajar disana"
"Aku setuju dengan pendapat Gilang. Bagaimana kalau kita bawa Delia ke universitas kita dulu. Universitas itu Sekarang cukup terkenal dengan siswa-siswa terbaiknya"
"Bagaimana Delia. Apa kamu mau melihat-lihat universitas kita dulu."
"Aku mau kak"
"Mungkin, ada banyak perbedaan di antara universitas luar negeri dan disini. Kamu harus bisa beradaptasi mengigat kamu sudah 5 tahun belajar di luar negeri"
"Kakak tenang saja. Aku sudah janji tidak akan mengecewakan kakak. Dan sekarang aku berjanji tidak akan mengeluhkan apapun tentang study ku"
"Bagus, kau juga ingin belajar bisniskan"
"Aku mau bantu kak devano menjalankan perusahaan di masa depan dan bisa mengelolah restoranku dengan baik"
"Kalau begitu kau belajarlah semuanya dari Reyhan. Dulu aku juga belajar darinya. Bagaimana Reyhan kamu setuju"
"Aku sih terserah Delia saja. Jika dia mau belajar tidak ada alasanku untuk menolak mengajarinya"
"Aku mau kak, terimakasih. Aku akan jadi murid kakak yang baik di masa depan. Walaupun nggak sebaik kak resyah tapi aku akan berusaha sebaik mungkin sebisaku" ucap Delia antusias
Resyah,Reyhan dan Gilang tertawa mendengar ucapan resyah yang bicara sangat cepat tanpa rem itu.
"Dan Rey, aku memilih Delia untuk menjadi sekretarismu. Bukankah selama ini kau tidak punya sekretaris"
"Orang yang nggak tahu apa-apa disuruh jadi sekretarisnya manager. Apa boss nggak salah" ucap gilang