
Bab 134
"Mau menunggu sampai kapanpun, pernikahan itu nggak akan pernah terjadi" batin Delia.
"Kau lelah?" ucap Gilang mengalihkan pembicaraan Karena Delia tak menanggapi Ucapnya.
"Heum, lumayan"
"Mau pulang?"
"Nunggu kak devano sama kak Resyah aja"
Beberapa saat kemudian, hanya keheningan diantara mereka.
"Sudah satu bulan ini, kak Lea menghilang. Kira-kira dia dimana ya sekarang?"
"Mungkin, sengaja sembunyi. Karena takut di laporin ke polisi"
"Kak gilang ngomong kayak gitu, kayak nggak pernah ada hubungan aja sama kak Lea"
"Jika masih berhubungan pun, aku akan mengatakan hal yang sama"
"CK, yang ada kak Gilang kelimpungan nyari dia sekarang. Kalo emang benar kalian masih berhubungan. Apa jangan-jangan kak Gilang memang masih ada rasa ya sama kak Lea. Wah parah nih, kak Gilang kan mau nikah sama kak frislya masa nyimpan rasa ke orang lain"
"Siapa juga yang suka sama keduanya" batin Gilang.
"Ihh kak gilang. Jadi, benar ya. Kak Gilang masih suka sama kak Lea, aku aduin sama kak frislya lho" ucap Delia kesal karena tak mendapat respon dari Gilang.
"Nggak Del, siapa juga yang suka"
"Benaran?" Ucap Delia menatap tajam mata Leon mencari kejujuran di mata pria itu.
"Iya" tegas Gilang.
"Jangan Sampai, kak gilang suka sama dua wanita sekaligus"
"Kenapa?"
"Ihh malah nanya lagi. Nyebelin banget sih"
"Aku kan nggak tahu, makanya aku nanya?"
"Kalo kak Gilang menyukai dua orang di waktu bersamaan. itu berarti, kak Gilang menyakiti kedua-duanya". Gilang hanya mengangguk-angguk paham
"Tapi, aku nggak pernah lho kayak gitu"
"Makanya jangan coba-coba".
Resyah dan devano kembali, dengan devano, yang membawa beberapa kantong plastik berisi makanan yang resyah inginkan. Sementara resyah sedang asik makan es krim.
"Ya nggak adalah. Kenapa? Kamu mau juga" ucap devano
"Kalo orang nanya tuh bearti maulah"
"Kirain cuma orang hamil aja suka makan es cream malam-malam. Ternyata yang belum bersuami pun suka" ucap devano
"Nyebelin banget sih. Kakak kira, yang hamil aja punya selera gitu"
"Yaudah sana beli. Kita tungguin nih?"
"Ishh kakak lah yang beliin. Aku capek jalan"
"Yaudah, nggak usah kalo gitu. Kita pulang aja"
"Ishh nyebelin" ucap Delia memanyunkan bibirnya dengan kedua tangan bersidekap di dada
"Ayo, aku temanin beli" ucap Gilang.
Delia tersenyum senang "ayo" ucapnya menarik tangan Gilang pergi.
Sekarang, gantian resyah dan devano yang duduk di bangku dan menunggu mereka.
"Delia sama Gilang itu, kayaknya cocok banget" ucap resyah
"Maksud kamu?"
"Ya, kamu lihat aja, kebersamaan mereka. Delia kayak senang banget. Ya walaupun Delia dan Leon itu kelihatan mesra tapi ntahlah, di bandingkan dengan Leon aku rasa Delia lebih cocok dengan Gilang. Sangat di sayangkan Gilang nolak Delia waktu itu. Tapi, semua itu tergantung di mereka juga"
"Aku juga merasa aneh, sama hubungan Delia dan Leon. Tapi, mereka tuh kayak ngeyakinin kita kalo mereka itu serius. Itu yang buat bingung"
"Apapun itu, kita dukung aja pilihan Delia. Yang penting dia bahagia"
"Udah kayak bocah 5 tahun aja, makan es creamnya belepotan kayak gini" ucap Devano membersihkan bibir resyah.Kemudian, dia menjilati jarinya itu.
"Jorok banget" ucap resyah
"Penasaran sama rasa es creamnya syah"
"Kenapa nggak minta tadi"
"Gini nih, resikonya punya istri dingin dan mandiri. Kayak nggak ada gunanya usaha gue buat romantis-romantisan" batin devano
Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️
DAN jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta🙏🏻☺️