COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Berjanjilah akan baik-baik saja



Bab 120


Beberapa menit kemudian, Leon teringat dengan Lea.


"Gue pergi dulu, ada urusan mendadak" ucap Leon berdiri dari duduknya


"Urusan mendadak apa? Kakak juga nggak dapat telepon dari tadi" ucap Gilang


"Gue baru keringat sama perbuatan Lea, gue harus kasih dia hukuman"


"Hukuman? Hukuman macam apa maksud kamu" ucap reyhan


"Gue pergi dulu" ucap Leon beranjak pergi tanpa menjawab pertanyaan Reyhan


Gilang yang melihat Reyhan kebingungan atas ucapan Leon "dia nggak bakalan nyiksa Lea kok kak. Mana mungkin dia, menyakiti adik satu-satunya" ucap Gilang yang seakan tahu apa yang dipikirkan Reyhan. Reyhan hanya mengangguk.


Delia yang berada di lantai satu untuk mengecek pekerjaan karyawan yang melihat Leon pergi pun berucap "kak Leon pergi? Katanya mau nemanin aku di sini. Apa dia tersinggung ya, sama omongan aku tadi"


Sementara itu, di mansion resyah baru sadarkan diri. Dia beranjak duduk dan melihat-lihat sekitarnya. Dia melihat devano di balkon.


Resyah pun menghampiri devano dengan memegangi perutnya yang terasa sangat sakit.


Resyah berdiri di samping devano, sementara devano tidak menyadari keberadaan resyah karena terlalu fokus berpikir.


Resyah menatap lekat-lekat wajah devano, dapat dia lihat ketakutan dan ke khawatiran di wajah devano.


"Van..." Panggilan resyah,


Devano yang melihat resyah pun langsung memeluknya erat.


"Lagi mikirin apa?"


Devano menggeleng sambil terus memperat pelukannya.


"Kau khawatir?"


"Sangat"


"Bisakah kau berjanji untuk menyelamatkan anak ku apa pun yang terjadi"


Devano hanya diam tanpa melepaskan pelukannya.


"Van..." Ucap resyah mencoba melepaskan pelukan devano


"Aku rela Van. Asalkan dia selamat"


"Tapi... Bagaimana denganku nanti?"


"Kau bisa menikah lagi, asalkan orang itu bisa menyanyangi anak kita dengan tulus jika terjadi sesuatu yang buruk padaku"


"Aku nggak bisa Syah"


"Ini yang terbaik Van. Please"


"Aku hanya ingin menikah sekali seumur hidup. Dan itu hanya denganmu, aku ingin kita bisa membesarkannya bersama-sama. Berjanjilah Syah, untuk tidak meninggalkan ku apapun yang terjadi. Dan aku minta jangan ada perceraian di antara kita bisa kan Syah?" Ucap devano tanpa terasa air matanya mengalir


Sementara resyah berusaha tegar di hadapan devano.


"Selamatkan dia Van, Aku mohon. Dengan begitu kau bisa membesarkannya, dan aku pun akan terus bersama kalian. Karena di dalam diri anak kita, ada aku dan kamu"


"Tapi aku butuh kamu Syah. Berjanjilah akan baik-baik saja. Dan tidak ada perceraian di antara kita"


"Heum. Aku berjanji"


"Aku akan mencarikan dokter yang bisa menyelamatkan kalian berdua. Aku tidak ingin kehilangan satu di antara kalian" ucap devano menyembunyikan wajahnya di leher resyah karena tidak tahan menahan tanggis.


Air mata resyah jatuh tanpa sadar, tapi dia mencoba untuk terlihat baik-baik saja dan tegar di hadapan devano.


Resyah menepuk-nepuk punggung devano untuk menenangkannya.


"Kau tidak lapar?" Ucap resyah mencoba mengalihkan pembicaraan


Devano lalu melepaskan pelukannya "kau lapar?" Ucapnya


Resyah menganguk


Devano terkekeh kemudian berucap "bisa-bisanya kau lapar di saat seperti ini" dia lalu menarik tangan Resyah DNA membawanya ke meja makan.


"Kau duduk saja disini. Aku akan memasak makanan untukmu, tidak akan lama"


Resyah hanya mengangguk, devano pun mulai sibuk memasak


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️


Dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "BAD GIRL" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta ☺️🙏🏻