COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Cerita Masa Lalu



Bab 70


Tidak ingin berlama-lama bersama Leon, frislya beranjak pergi.


Tapi Leon menahannya dengan mengenggam tangan frislya.


"Kau benar-benar melupakanku"


Frislya menarik nafas kasar lalu berucap "ya aku benar-benar sudah melupakanmu. Kita memang bersama selama tiga tahun. tapi, waktu sepuluh tahun sudah menghapus semua kenanganmu di memoriku"


"Apa kau masih marah karena aku meninggalmu dulu"


"Tidak. Bahkan waktu itu pun aku sudah mengakhiri hubungan kita"


"Tapi aku tidak pernah menyetujuinya"


"Itu bukan urusanku"


"Kau tidak bisa memutuskan hubungan dengan sepihak"


"Aku terlalu miskin waktu itu, bahkan untuk menunggumu kembali saja aku tidak berani"


"Kenapa waktu itu aku memberikan kau hp agar kita bisa berkomunikasi tapi kau malah menolaknya. aku bahkan selalu kembali kesini setiap akhir tahun untuk menemuimu. Tapi kau menghilang bagaikan di telan bumi. Semenjak saat itu aku terus mencari-cari keberadaanmu dan baru sekarang aku menemukanmu. Frislya aku benar-benar mencintaimu. Aku bahkan tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun karenamu. Frislya please, kembalilah ke sisiku dan aku akan segera mempersiapkan pernikahan kita"ucap Leon memegang kedua tangan frislya.


"Maaf aku nggak bisa" ucap frislya lalu beranjak pergi


Sementara itu, Gilang dan Delia berada di caffe. Mereka berdua berada diruangan khusus owner.


Delia duduk di kursi kerjanya sedangkan Gilang duduk dipinggiran meja.


"Aku sudah memberitahu yang lainnya bahwa kita disini" Delia hanya mengangguk


"Kau takut" ucap Gilang melihat Delia yang menundukkan kepala. Sekali lagi Delia hanya mengangguk


Gilang menarik nafas kasar "kau sangat berani datang new York sendirian, tanpa memikirkan resiko dan dengan siapa kau berhadapan. Ini negaramu dan mereka mungkin hanya akan marah tapi tidak menyakitimu"


"Itu adalah konsekuensi dari perbuatanmu"


"Dia benar kau harus menerima konsekuensinya karena telah membohongi kami" ucap Sarah


"Mama" ucap Delia beranjak berdiri. Begitupun dengan Gilang beranjak agak menjauh dari mereka.


"Kau ini habis dari mana saja. Membohongi kami dan membuat semua orang khawatir. Apa ini yang kami ajarkan padamu selama ini, Delia. Apa ini yang kau dapatkan dari belajar di luar negeri selama lima tahun"


Devano, defra, resyah dan Reyhan datang bersamaan ke ruangan Delia. Tak terkecuali dengan Lea yang diam-diam mengikuti devano dan defra.


"Jawab Delia" teriak Sarah.


Seketika tubuh Delia gemetaran. Gilang yang melihat Delia sangat ketakutan mendekatinya.


"Aku harus jawab apa sekarang. Nggak mungkin aku menceritakan yang sebenarnya" batin Delia mengenggam ujung bajunya dan tertunduk.


"Delia, jawab pertanyaan mamamu" ucap defra


"A-ku aku" ucap Delia terbantah-bantah


"Ya, kau habis dari mana" geram Sarah. Delia terdiam tidak tahu harus mengatakan apa


"Kau sudah merasa dewasa. Sudah merasa hebat sehingga kau bisa membohongi kami begitu" ucap defra


"Nggak pa. Bukan seperti itu, aku- a aku"


"Apa kau pergi bersama laki-laki atau kau jangan-jangan punya pacar di London. Jadi diam-diam kau bertemu dengannya dan berbohong kepada kami tentang surat kelulusanmu" ucap defra


"Nggak pa. Jika aku punya pacar tidak mungkin aku ingin pindah kuliah disini"


"Sudah berbohong masih ingin membantah" ucap defra ingin menampar Delia namun, dengan cepat Gilang berdiri di depan Delia sehingga gilang yang terkena tamparan.