
bab 81
Karena tidak ada respon dari Leon Delia pun membangunkannya lagi "kak Leon bangun" dengan ucapan yang lebih keras.
Leon lalu terbangun "aku masih mau minum" ucap Leon membuka sebotol alkohol lagi lalu meminumnya.
"Nggak, nggak, nggak, Kakak nggak boleh minum lagi. Udah cukup, sekarang aku antar kakak pulang" ucap Delia
"Ya, pulang" ucap Leon berjalan keluar restoran dan menjatuhkan dompetnya yang Delia letakkan di meja.
Delia mengambil dompet itu, dia melihat ada foto frislya disana.
"Kak frislya. Ada hubungan apa dia dengan kak Leon. Ah, nanti saja aku pikirkan sekarang kejar kak Leon dulu"
Delia berjalan mengikuti Leon.
"Kak sudah minumnya. Kau bilang ingin menceritakan masalahmu padaku Dan tidak merepotkanku jika mabuk. Tapi sekarang kenapa kakak merepotkanku" ucap Delia merebut botol alkohol itu.
Leon lalu menjatuhkan botol alkohol itu. Dan botol minuman itupun pecah, pecahan botol itu menancap di kakinya Delia.
"Auuu" ringis delia. Sementara Leon yang sepenuhnya terpengaruh alkohol terus saja berjalan.
"Kak, berhenti. Jika kau tidak ingin menceritakan masalahmu padaku. Izinkan aku bertanya, kenapa ada foto kak frislya di dompetmu" teriak Delia
Leon menghentikan langkahnya. Dia lalu berbalik lalu berucap "Frislya. Kau ingin tahu masalahku. Frislya lah Masalah ku" ucap Leon kemudian kembali berjalan Delia mengikutinya walau kakinya terluka
"Kenapa Kak frislya bisa menjadi Masalah kakak. Ada hubungan apa di antara kalian"
"Kekasihmu"
"Ya. Dia kekasihku saat kami masih duduk di bangku SMP. dia memutuskanku secara sepihak tanpa persetujuanku waktu itu"
"Kenapa dia memutuskan hubungan kalian"
"Karena aku harus pindah ke London. Tiga tahun lamanya bersama, dia malah meninggalkanku hanya karena alasan jarak. Aku bahkan memberikannya ponsel agar kita bisa berkomunikasi tapi dia malah menolaknya. Setiap liburan sekolah aku selalu kembali ke sini untuk menemuinya. Tapi sejak saat itu dia menghilang entah kemana. Aku sudah mencari-carinya tapi tidak pernah bertemu hingga pada akhirnya" ucap Leon berhenti berjalan dia lalu duduk di pinggiran jalan
"Pada akhirnya apa kak" ucap Delia penasaran
"Pada akhirnya, aku mengetahui keberadaannya dari kalian waktu itu. Aku sangat bersemangat untuk bertemu dengannya kembali. Dan saat bertemu dengannya dia malah melupakanku. Dia bilang tidak ada hubungan apapun lagi diantara kami dan dia juga bilang..."
"Kak frislya bilang apa kak?"
"Dia mencintai orang lain. Dan mereka akan segera menikah. Padahal selama sepuluh tahun aku mencari dan menunggunya. Tapi ini balasan dari penantian ku. Aku tidak pernah melupakannya barang sedetikpun, karena aku sangat mencintainya. Berharap jika kita bertemu kita akan membina rumah tangga tapi nyatanya hanya aku yang mengingatnya dan mengagapnya sebagai kekasih. Selama ini aku tidak pernah berhubungan dengan wanita manapun, karena aku merasa jika aku melakukannya aku akan mengkhianati frislya. Tapi frislya, dia dengan mudahnya melupakan semua kenangan kebersamaan kami dan dengan mudahnya mencintai orang lain. Kenapa dia sebegitu teganya denganku. Dan kenapa aku tidak bisa seperti dia. Katakan kenapa?" Ucap Leon dengan suara tinggi
"Sudahlah kak, Sekarang kita pulang. Mungkin memang kak frislya bukan jodoh kakak. Jangan sia-siakan ketulusan kakak untuk orang yang salah"
"Tapi, aku sangat mencintainya"
"Kakak pasti bisa melupakannya"
"Tapi kenapa selama bertahun-tahun aku tidak bisa melupakannya. Dan terus menerus mencarinya" teriak Leon