
Bab 101
"Apa-apaan ini. Kenapa hubungan mereka sampai di ketahui media seperti ini" ucapnya kesal.
"Ini nggak bisa di biarin. Media nggak boleh tahu kalo resyah lagi mengandung anaknya devano. Gue nggak rela jika orang-orang mendukung hubungan mereka. Gue harus cari cara agar resyah di benci Kalayak banyak"
-----------
Di sore hari resyah baru membukakan kedua matanya. Dia melihat jam di ponselnya menunjukkan pukul 17;15 sore.
"Apa aku tidur terlalu lama. Aku bahkan tidak ke kantor ataupun memberi kabar ke perusahaan"
Ucap resyah yang seakan-akan lupa bahwa perutnya terbentur meja.
"Kau sudah bangun" ucap devano memasuki kamar dengan membawa nampan yang berisi makanan dan segelas susu yang telah dia campuri dengan vitamin.
Vitamin itu adalah yang di tukar Lea dengan obat penggugur kandungan.
Sesaat kemudian, queisha mengingat kejadian kemarin.
"Apa bayi ku baik-baik saja" ucap queisha memegang perutnya.
"Ya. Bayi kita baik-baik saja" ucap devano mengelus-elus rambut resyah.
Resyah menghela nafas lega, karena seingatnya dia pendarahan kemarin dan takut dia akan keguguran.
"Sekarang makanlah dulu" ucap devano memberikan nampan kepada resyah.
Resyah pun hanya menurut, dia mulai memakan makannya.
"Apa yang terjadi padamu kemarin. Kenapa bisa jatuh?" Ucap devano
"Aku juga tidak tahu. Tiba-tiba aku kehilangan keseimbangan dan perutku terbentur meja. Aku snagat takut terjadi apa-apa pada bayi di dalamnya. Makanya aku menelponmu"
"Awalnya aku juga sangat takut. Tapi sekarang sudah tidak apa-apa, bayi kita baik-baik saja. Kau hanya perlu menjaga kesehatan, pola makan dan jangan terlalu banyak bekerja. Setelah makan, beristirahat lah lagi. Masalah kantor, aku sudah menyuruh Reyhan untuk menghandlenya".
"Apa aku boleh memelukmu" ucap devano, resyah hanya mengangguk sebagai jawaban.
Devano langsung memeluk resyah dia kemudian mengelus-elus perut resyah.
"Menurutmu anak kita nanti prempuan atau laki-laki" ucap devano
"Perempuan ataupun laki-laki, itu sama saja kan. Aku hanya ingin, anak ini lahir dan tumbuh menjadi anak yang baik"
"Kita akan menjaga, melindungi dan mengajarinya dengan baik. Apa kau sudah memikirkan nama untuk bayi kita"
"Kita bahkan belum mengetahui jenis kelaminnya. Kenapa sudah memikirkan namanya"
"Itu harus. Kita harus mempersiapkan nama yang bagus untuk anak pertama kita"
"Kalau begitu, kita cari di internet saja" ucap resyah mengambil ponselnya dari meja.
Namun, devano dengan cepat mengambil ponsel resyah "beristirahatlah" ucap devano memejamkan matanya.
Jam menunjukkan pukul 20;00, Delia, Reyhan dan Gilang masih belum pulang dari perusahaan, karena masih banyak wartawan yang menyerbu perusahaan.
Delia sedari tadi berdiri di depan kaca memperhatikan wartawan-wartawan yang datang ke perusahaan. Ada rasa khawatir yang menyelimutinya. Karena takut rencananya ini akan berdampak besar pada perusahaan.
"Semoga saja aku tidak salah langkah" batinnya.
"Apa kita harus menerobos mereka, agar bisa pulang" ucap Gilang.
"Sepertinya, memang harus begitu" ucap Reyhan.
Tiba-tiba ponsel Delia berdering, dan yang menelponnya adalah Leon.
"aku keluar dulu untuk mengangkat telpon" ucap delia kemudian beranjak pergi dari ruangan Reyhan
BACA TERUS KELANJUTAN CERITANYA YA ☺️ DAN JANGAN LUPA BACA JUGA KARYA BARU AUTHOR YANG BERJUDUL "BAD GIRL" DAN "SILENT DEADLY" YA READER'S TERCINTA ☺️🙏🏻