COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Di PIhak Kalian



Bab 110


"Permasalahannya, pernikahan kita nggak akan pernah terjadi kak Leon" batin Delia,dia terus menatap ke arah Leon


Leon yang seakan-akan tahu apa isi pikiran Delia pun mengusap-usap rambut Delia lalu berucap "kenapa lihatin aku sebegitunya. Kangennya"


"Ihh apaan sih. Orang lagi serius juga" ucap Delia menepis tangan Leon


"Udah kalian nggak usah khawatir. Aku berada di pihak kalian. Masalah Lea biar menjadi urusanku. Kalian fokus saja ke perusahaan"


"Kakak benaran akan bantu kita kan?"


"Kamu budeg atau gimana sih. Baru 5 detik yang lalu Kakak ngomong bakalan bantuin kalian, malah di tanya lagi. Udah nggak usah terlalu khawatir dan takut gitu. Kakak akan ada selalu di samping kamu, sampai semua Maslah ini selesai" ucap Leon dengan senyum manisnya.


"Kamu yakin mau bantu kita? Kenapa malah mendukung kami. Padahal Lea kan adikmu" ucap reyhan


"Disini yang salah itu Lea. Aku nggak mungkin membela yang salah. Lagi pula, aku hapal betul watak adikku itu. Resyah berhati-hatilah, adikku ini jika sudah dendam dia benar-benar akan menghancurkan orang itu. Benar kan Gilang" ucap Leon yang sengaja mengajak Gilang berbicara. Karena semenjak Leon memasuki ruangan resyah terlihat betul wajah Gilang yang tidka menyukai kedekatannya dengan Delia


"Dia begitu juga karena kakak yang selalu memanjakannya. Apalagi sifatnya tidak jauh beda dengan kakak" ucap Gilang sedikit menyindir Leon


"Hahaha... Ya kau benar. Dia sama persis denganku. Karena aku ingin yang terbaik untuknya selama ini. Makanya aku sellau menuruti keinginannya, tapi siapa sangkah dia perlakuan ku itu malah membuat sikapnya seperti ini. Aku tahu, kalian pasti tidka mempercayai ku, tapi aku benaran tulus akan membantu kalian kelaut dari masalah ini. Tidak masalah jika kalian percaya atau tidak denganku"


"Kalian dengar sendiri kan kak Leon tuh tulus mau bantuin kita. Sudah aku bilang dari awal dia pasti bantuin kita. Buktinya, dia datang kan sekarang" ucap Leon


Resyah, devano, reyhan dan Gilang hanya terdiam.


"Sudahlah tidka perlu membelaku sebegitunya. Wajar saja jika mereka tidak mempercayaiku, mengingat bagimana dulu aku ingin memenjarakan devano dan papamu. Aku bahkan malu untuk bertemu ornag tuamu untuk melamar, takut di tolak"


"Benaran lho Del. Tapi, kamu tenang aja apapun itu bakalan kakak lakuin buat dapetin restu. Dan salah satu alasan kenapa aku ingin membantu kalian, ya karena Delia adik kalian. Aku tidak ingin keluarga calon istriku terkena masalah apapun. Aku ingin secepatnya menikah dengannya, jadi aku akan menyelesaikan masalah ini dulu sebelum pernikahan kami"


Lagi-lagi semua orang hanya diam mendengar ucapan Leon.


"Del, ini sudah malam. Aku juga belum makan dari pagi. Bagaimana kalo kita ke restoran mu"


"Wartawan masih banyak di luar. Jika kau lapar, kau bisa makan di kantin Perusahaan" ucap resyah


"Tenang saja, para wartawan itu tidak akan bisa mengerumunin kita. Orang-orang ku sudah ada di luar berjaga-jaga. Jika kalian ingin pulang, mari keluar bersama-sama"


"Baiklah kak, ayo kita ke restoran. Selama maslah ini, aku belum pernah ke restoran lagi, Karena selalu terjebak di dalam perusahaan sampai larut malam"


"Kasihan banget gadis kecilku ini. Pasti capek dan membosankan bukan" ucap Leon mengacak-acak rambut Delia


"Jangan di acak-acak. Kusutkan jadinya rambut aku" ucap Delia membenarkan rambutnya


"Kangen banget tahu nggak" ucap Leon


"Ingat jangan macam-macam, kaianb kalo lagi Berduaan" ucap devano


Baca juga kelanjutan ceritanya ya 😊


Dan jangan lupa baca juga karya author lainnya yang berjudul "BAD GIRL" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta πŸ™πŸ»β˜ΊοΈ