
Bab 34
Perusahaan G-group adalah perusahaan yang di kelolah oleh devano. Perusahaan ini merupakan perusahaan kedua milik kakeknya resyah dulu, perusahaan ini mengelolah berbagai kosmetik kecantikan dimulai dari farpum, lipstik, bodylotion, make up dan lain sebagainya. Sedangkan perusahaan utamanya di kelolah oleh resyah. Perusahaan ini mengelolah produk seperti laptop, komputer, mesin cuci, kulkas, dan berbagai alat elektronik lainnya.
--------
Leon sudah berada di kantor devano. Disaat menuju keruangan devano Lea menarik tangannya Leo. namun, dengan sigap kedua pengawal Leo menghadangnya.
"Kalian pergilah dulu keruangan itu, saya ada urusan sebentar" dua pengawal dan sekretarisnya Leo pun mengangguk dan beranjak pergi.
"Ikut aku" ucap Lea lalu menarik tangan kakaknya menuju toilet.
"Kamu ngapain ngajak aku kesini. Ini tuh toilet cewek, apa kata orang-orang nanti kalau lihat aku disini. Bisa hancur reputasiku"
"Aku nggak peduli. Aku mau kakak pergi dari sini dan masalah uang ganti rugi itu aku yang akan membayarnya"
"Heh, kamu mau ngumpulin uang itu dari mana. Kamu kerja 24 jam pun nggak akan bisa mengembalikan uang itu"
"Aku akan memberikan semua saham perusahaan yang ku miliki untuk kakak, tapi please sekarang kakak pergi dari sini, dan jangan membuat masalah untuk devano"
"Aku jadi penasaran seperti apa sih seorang devano itu, sampai-sampai kamu rela mengorbankan segalanya untuk melindunginya. Aku mau lihat seberapa hebatnya dia"
"Leon,kau jangan macam-macam"
"Aku tidak macam-macam aku hanya ingin uangku kembali. Dan kau tahu diluar sana sudah banyak sekali wartawan yang ingin mewawancaraiku. Jika devanomu itu tidak mampu membayar uangku maka berita besar akan terjadi ketika dia diseret polisi nantinya. Karena aku tidak akan memberikan toleransi apapun" bisik Leon ditelinga Lea lalu beranjak pergi.
"Leon, kurang ajar kau" teriak Lea. Sedangkan Leon hanya tersenyum sinis.
Delia yang berada di dalam salah satu toilet ketakutan mendengar semua ucapan mereka.
"Bagaimana ini, bisa-bisa kak devano di tangkap polisi" gumam Delia dengan air mata yang sudah berlinang
"Nggak ada pilihan lain, aku harus minta bantuan sama kak resyah. Aku nggak kak devano masuk penjara. Sebaiknya aku telpon kak resyah sekarang"
Lalu mengambil benda pipihnya dari dalam kantong dan sialnya baterai hpnya lowbat
"Ya, lowbat lagi. Nggak ada pilihan lain aku harus cepat bertemu dengan kak resyah, sebelum polisi menyeret kakakku" Delia terdiam sejenak kemudian melihat keluar apakah masih ada Lea disana. Dan ternyata Lea sudah pergi.
Delia pun berlari menuju keluar perusahaan. Disana dia melihat ada banyak sekali wartawan
"Ternyata benar-benar banyak wartawan disini" gumam Delia. Kemudian dia memilih keluar dari perusahaan dari pintu belakang, menghindari karyawan.
"Aku tidak melihat Delia dari tadi apa dia tidak masuk bekerja hari ini" ucap resyah
"Dia tidak memberitahuku apa pun. Mungkin dia kesiangan dan terlambat sampai ke sini" ucap Reyhan
"Tapi ini sudah jam 2 siang, apa jangan-jangan dia sakit"
"Aku telpon dia dulu untuk memastikannya" ucap reyhan diangguki oleh resyah.
Namun nomornya Delia tidak aktif.
"Nomornya nggak aktif" ucap reyhan
"Nggak biasanya dia nggak nge-aktifin ponselnya"
Dilain tempat Delia berlarian memasuki perusahaan resyah dengan air mata yang terus mengalir "aku harus cepat" ucapnya sambil mengusap air matanya dengan tangan.
Namun, karena kelelahan berlarian di perusahaan yang besar itu deliapun terjatuh. Gilang yang berada tak jauh dari sana langsung menghampiri Delia.
"Kenapa lari-larian sih, jatoh kan" ucap Gilang membantu Delia berdiri.
Delia tidak mempedulikan Gilang dia terus berjalan dengan cepat walaupun kakinya sakit. Ingin sekali rasanya dia berlari agar cepat menemui resyah namun kakinya sudah tak sanggup lagi.
Gilang yang ditinggal Delia pun berucap "Hey, mau kemana. Aku belum selesai ngomong sama kamu"lalu mengikuti Delia.
Deliapun sampai diruangan resyah. Reyhan dan resyah yang kaget melihat penampilan Delia yang acak-acakan dan menangis pun menghampirinya.
"Delia kenapa" ucap resyah menatap ke arah Gilang lalu memeluk Delia. Gilang hanya menggelengkan kepala dan menaikkan bahu
Delia melepaskan pelukan dari resyah dan memegang kedua tangan resyah lalu berucap "kak, bantu aku please, tolongin kak devano"
"Bantu apa, dan devano kenapa. tadi pagi dia baik-baik saja"
Deliapun menceritakan semua yang terjadi.
"Apa? Kenapa devano tidak memberitahuku masalah sebesar ini. Dan kamu kenapa baru memberitahu kakak sekarang"
"Kak devano nggak ngizinin aku, ngasih tahu semua ini ke kakak. Tapi kak aku mohon bantu kak devano aku nggak mau kakakku sampai dipenjara" ucap Delia menangkupkan kedua tangannya
"Aku sudah curiga jika devano lagi punya masalah. Jadi ini alasannya kenapa devano menjual semua asetnya dan ini juga alasan kenapa kamu ingin belajar bisnis dan pindah kuliah disini" ucap Reyhan yang diangguki oleh Delia