COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Di larikan ke rumah sakit



Bab 114


Di lain tempat, di rumahnya Leon dan Lea.


Lea kesal karena tidak bisa keluar, karena orang-orang Leonenjaga rumah itu dengan ketat.


Lea memilih menonton televisi di ruang tamu.


Tak beberapa lama kemudian, Leon melewatinya, membawa sebuah paper bag.


"Kakak memesan makanan?"


"Tidak. Kenapa, kamu lapar?"


"Oh nggak. Terus isi paper bag itu apa"


Leon mengeluarkan kotak kecil panjang berwarna biru dalam paper bag itu.


"Kalung? Apa itu untukku" ucap Lea merebut kotak kalung itu dari tangan Leon dan membukanya.


"Wahhh, ini sangat bagus. Apakah ini kalung keluaran terbaru. Berapa harganya"


"Itu bukan untuk kamu!"


"What! Bukan buat aku. Terus buat siapa dong"


"Calon istri" ucap Leon merebut kembali kalung itu dan memasukkannya ke dalam paper bag.


"Maksud kakak untuk Delia"


"Terus siapa lagi? Emangnya aku punya berapa calon istri"


"Nggak, nggak, nggak. Kalung itu seharusnya buat aku. Karena aku adik kandung kakak. Delia nggak pantas di kasih hadiah sebagus dan semahal itu"


"Apa maksud dari ucapanmu tidak pantas? Delia itu calon istriku Leon argantara, jadi nantinya apa yang menjadi milikku akan menjadi miliknya juga"


"Ini pasti Delia kan, yang minta untuk di beliin"


"No! Ini insiatif ku Sendiri untuk membelikannya. Karena aku baru pulang dari Jepang, jadi aku membelikan ini sebagai oleh-oleh untuknya"


"What! Kakak ke Jepang. Ngapain?"


"Bahkan di saat Perusahaanku hampir bangkrut saja kau tidak tahu. Dan kau berpikir berhak menerima hadiah dariku. Adik macam apa kau ini"


"Ya nggak gitu juga kali kak. Kakak juga salah nggak ngasih tahu aku"


"Gimana mau ngasih tahu, orang kamu sibuk untuk ngejatuhin orang lain" ucap Leon beranjak pergi.


Sementara itu, di perusahaan utama. Devano, resyah, dan Delia berada di parkiran.


Sementara para wartawan dua Minggu lebih selalu mengejar-ngejar mereka.


"Kita turun saja, jalan dengan cepat dan abaikan para wartawan itu" ucap devano di angguki oleh Delia dan resyah.


Mereka turun dari mobil, para wartawan dengan segera mengerumuni mereka. Devano berdiri di tengah-tengah, tangan kanan mengenggam tangan resyah, dan tangan kiri mengenggam tangan adiknya itu.


Mereka berjalan dengan cepat, tanpa mempedulikan pertanyaan dari para wartawan.


Belum sampai di dalam perusahaan, tiba-tiba perut resyah kembali terasa sakit. Resyah melepaskan tangannya dari genggaman devano.


Resyah juga berhenti berjalan, dia berjongkok dengan memegangi perutnya.


Devano yang merasakan genggaman tangan resyah terlepas pun menoleh ke belakang.


"Syah, kenapa"


"Saaakit Van" ucap resyah


"Kita kerumah sakit sekarang" devano langsung mengendong resyah ala bridge style.


Setelah sampai di mobil, Delia dengan segera membukakan pintu mobil. Dan dengan cepat devano memasukkan resyah ke mobil dan menuju ke rumah sakit.


Sementara apa yang terjadi itu, di abadikan oleh para wartawan, mulai dari merekamnya ataupun sekedar memfoto-foto.


15 menit setelah kejadian itu, beritanya pun langsung beredar di internet.


Gilang dan Reyhan yang berada di ruangan mereka, tidak mengetahui kejadian itu.


Gilang mendengar notifikasi dari ponselnya pun langsung membuka ponselnya danembaca berita resyah yang di bawa ke rumah sakit, karena tiba-tiba kesakitan.


"Kak, si boss di bawa ke rumah sakit"


"Apa!"


"Buka internet"


Reyhan pun membuka internet "kita kerumah sakit sekarang. Devano nungkin membawa resyah ke rumah sakit terdekat" ucapnya.


Gilang dan reyhan meninggalkan perusahaan dan pergi ke rumah sakit.


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️


Dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "BAD GIRL" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta 🙏🏻☺️