
Bab 81
Delia lalu memeluk Leon untuk menenangkannya.
"Tenanglah kak. Suatu saat kak frislya pasti akan menyesal telah menyia-nyiakan orang tulus seperti kakak" Ucap Delia mengelus-elus punggung Leon
"Benarkah"
"Ya, Dia pasti akan menyesal. Jika dia bisa melupakan Kakak dengan mudah maka kakak harus melupakannya pula"
"Benarkah? Bagaimana caranya"
"Aku akan cari caranya nanti. Aku janji akan bantu kakak untuk lupain kak frislya" Leon hanya mengangguk. Delia tetap memeluk Leon setelah di rasa Leon sudah tenang Delia melepaskan pelukannya.
"Sekarang, aku antar kakak ke hotel" Leon tidak dia sudah tertidur.
Delia melihat-lihat sekitarnya apakah ada taksi disekitaran nya. Cukup lama menunggu akhirnya
Ada taksi yang lewat. Delia melambaikan tangannya. Taksi itupun berhenti.
Delia lalu membantu Leon masuk kedalam taksi
Dan diapun ikut duduk di kursi penumpang.
"Ke hotel redgreat" ucap Delia.
Di sepanjang jalan Leon selalu menyebut-nyebutkan nama frislya dan mengatakan bahwa dia mencintainya"
20 menit kemudian merekapun sampai di hotel. Delia membayar taksi dengan uang yang ada di dompet Leon. Delia lalu berjalan menuju resepsionis menanyakan kamar Leon.
"Kau lihat orang ini, di kamar berapa dia menginap"
"Oh, tuan Leon. Dia berada di kamar utama hotel ini"
"Apakah dia meninggalkan kartu aksesnya disini"
"Tidak nona"
"CK, kak Leon. Dimana kau meletakkan kartu aksesmu" Leon mengeleng-gelengkan kepalanya.
"Nona langsung saja ke kamar tuan Leon di lantai paling atas. Disana hanya ada satu kamar yang bersebelahan dengan ruangan manager kami. Saya akan menelpon manager kami untuk memberikan kartu aksesnya pada Nona".
"Baiklah terimalah" ucap Delia lalu membawa Leon naik lift menuju lantai 20.
"Kau bilang jika mabuk tidak akan merepotkanku. Tapi nyatanya kau bukan hanya merepotkanku tapi juga sangat menyusahkanmu"
TING
Lift terbuka, Delia langsung memapah Leon keluar dari lift menuju kamarnya.
Di depan pintu kamar Leon sudah ada Leon dan frislya.
"Kalian ngapain disini" ucao Delia
"Delia, kami kesini untuk memberikan kartu akses ini pada pemilik kamar". Delia langsung mengambil kartu akses itu.
"Kenapa dengan Leon apa dia mabuk" ucap frislya.
Leon yang mendengar suara frislya pun berucap "frislya" dengan cepat Delia pun menutup mulut Leon. Sehingga kartu akses yang di pegangnya jatuh.
"Sudah, jangan bicara lagi. Diamlah" ucap Delia yang sudah tahu. Kalimat apa yang akan di katakan Leon. Leon pun tidak bersuara lagi.
Gilang mengambil kartu akses itu, lalu memberikannya pada Delia
"Biar aku bantu bawa kak Leon ke dalam"
"Nggak perlu. Aku bisa membawanya sendiri. Kalian berdua jika sudah tidak ada urusan pergilah dari sini" ucap Delia menempelkan kartu akses itu pada pintu.
Namun setelah pintu terbuka dompet Leon yang di pegang oleh Delia jatuh. Sehingga foto frislya terlihat jelas di dompet leon
Tidak ingin frislya ataupun Gilang mengetahui itu, Delia lalu menendang dompet itu masuk ke dalam kamar
"Auuu" ucap Delia, yang lupa kalau kakinya terluka dan masih ada pecahan botol di kakinya.
Delia lalu membawa Leon masuk ke kamar dan menutup pintu kamar itu tanpa mempedulikan Gilang dan frislya yang berada di depan pintu.
Delia lalu membaringkan Leon di ranjang, Dia menyelimuti tubuh leon. Sementara Leon terus mengumumkan kalimat "frislya, aku mencintaimu"