COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
BAB 158



Bab 158


Lea, kamu di sini? Bagaimana perasaanmu melihat kekasihmu menikah Dnegan sahabatmu secara langsung" wartawan 6


"Saya turut bahagia, melihat mereka bahagia. Lagi pula, saya dan devano sudah lama putus, jadi saya tidak ada perasaan apapun lagi dengannya" jelas Delia


"Benarkah? Kau tidak sakit hati? Bukannya dulu kau sangat sakit hati dan di jauhi oleh mereka" wartawan7


"Itu dulu. Saat saya tidak berdamai dengan kenyataan. Tapi sekarang, saya sudah mencintai laki-laki lain"


"Laki-laki lain? Apa dia kekasih barumu?" Wartawan8


",Hanya teman dekat tapi dia sangat istimewa untuk saya"


"Apa orangnya ada di sini? Wartawan 9


Delia tidak menjawab, dia hanya tersenyum manis ke para wartawan.


"Sekarang Delia sudah memiliki kekasih" ucap reyhan berdiri di samping Lea


"Heum" ucap Lea yang kaget


"Apakah orang kepercayaan dari perusahaan utama ini orang yang kamu maksud Lea?" Wartawan10


"Apakah kalian menjalin hubungan" wartawan11


"Kami akan memulai hubungan itu, jika Delia mau" ucap Reyhan menatap Delia lekat-lekat


Frislya merasa sakit hati melihat itu, dia ingin beranjak pergi dari sana. Tapi Leon menahan tangganya dan menggeleng-gelengkan kepalanya. Dengan berat hati, frislya pun tetap berada di sana.


"Lea argantara, maukah hidup bersamaku, mengarungi suka dan duka bersama, sampai akhir" ucap Reyhan


"Kakak serius? Tapi aku kan...."


"Kelamahanmu aku terima dan kekurangan mu aku maklumi" potong Reyhan. Dia tahu apa yang ingin Delia ucapkan


Lea mengangguk, "terima kasih kak" ucapnya menitikkan air mata


"Jangan menangis, dan terimakasih kembali" ucap Reyhan menghapus air mata Lea


"Wowo hari ini benar-benar mengeluarkan dunia media. 2 pasangan pengantin menikah dan 2 pasangan lagi mengadakan lamaran"Wartawan 12


"Apakah kalian akan menikah barengan juga? Seperti devano dan Delia?"wartawan13


"Usulan yang bagus. Ya kan Rey" ucap Leon.


Reyhan hanya mengangguk


-------------


1 MINGGU KEMUDIAN.....


Leon dan frislya resmi sudah menikah. Begitu juga Reyhan dan lea.


Frislya mencoba membuka hatinya kembali untuk Leon dan berusaha melupakan Reyhan.


Resyah, keyra dan devano, Gilang dan Reyhan berfoto dengan 2 pasangan pengantin baru itu.


"Kita semua nih kan pengantin baru, gimana kalo kita honeymoon ke luar negeri" usul devano


"Kita kali yang pengantin baru, kakak mah nikahnya udah satuhan lebih. Keyra juga udah mau bisa jalan" sahut Delia


"Ya tetap aja, kan Minggu kemarin habis resepsi"


"Yang pengantin baru itu kami, karena kami yang baru menikah" ucap Reyhan tersenyum manis kearah Lea


"Cieee yang lagi kasmaran" ledek Gilang


"Kayak lho nggak aja. Tapi, kalian berdua juga bukan pengantin baru, soalnya udah seminggu" ucap Reyhan


"Gimana kalo kita ke Turki aja. Aku udah lama bnaget pengen ke instanbul tapi nggak pernah ada waktu" ucap resyah


"Aku sih terserah kamu aja Syah. Tapi, enaknya sih kita pergi berdua aja nggak usah bareng-bareng sama mereka" ucap devano


"Ihh apa-apaan sih kak. Kita juga nggak bakalan gangguin kalian kali. Kita juga punya acara sendiri" ucap Delia


"Kalian mau pergi jalan-jalan? Kemana?" Tanya Sarah dan defra yang datang untuk memberikan semangat


"Rencananya sih ke instanbul mah, resyah udah lama pengen ke sana" ucap devano


"Yaudah, kalian pergi aja. Keyra biar mama sama papa yang jagain. Mama sama papa juga kesepian di rumah. " ucap Sarah


"Gimana Syah?" Tanya devano. Resyah hanya mengangguk


"Reyhan, frislya. Saya ucapkan selamat ya atas pernikahannya. Kalian adalah orang-orang terbaik yang di pilih oleh kakeknya resyah. Semoga pernikahan kalian Sakina mawadah warahmah Hingga ke Jannah. Selamat juga buat Lea dan Leon. Semoga kalian selalu bahagia" ucap daffa


"Terimakasih om" ucap Reyhan, Leon, Lea dan frislya bersamaan.


--------------------


Di sinilah mereka sekarang, di Turki. Namun di wisata yang berbeda. Meraka menempati hktek yang sama, tapi berlibur secara terpisah.


Leon dan frislya naik balon udara di Cappadocia. Mereka menikmati pemandangan yang sangat indah.


"Apa kamu menyesali pernikahan ini?" Tanya Leon


"Kenapa?"


"Karena orang yang kamu cintai sekarang malah jadi ipar kamu"


"Aku sedang belajar melupakannya. Mungkin, ini manyakiti hatimu. Tapi aku juga nggak mau bohong sama kamu. Aku akan membuka hati untuk kamu dan belajar mencintai kamu lagi"


"Terimakasih" ucap Leon memeluk frislya dari belakang


---------------


Reyhan dan lea berada di kastil Bodrum- museum underwater archeology, Mereka melihat-lihat koleksi berharga jutaan dolar.


"Kamu suka tempat ini?"


"Heum, semua barang-barang di sini menyimpan sejarah"


"Begitu juga dengan masa lalu, jadikan dia sebagai sejarah. Yang harus kita pelajari. Kamu mengerti kan maksud ku"


"Aku mengerti kak, terimakasih karena bersedia menikah Denganku. Kakak mungkin menikahiku agar aku tidak jadi bahan olokan media kan?"


"Itu salah satunya. Selebihnya, memang aku ingin melindungimu hingga sisa hidupku"


"Terimakasih kak. Tapi, jujur saja aku benar-benar tulus cinta sama kakak"


"Aku bisa merasakan itu" ucap Reyhan mengenggam tangan Lea.


-------------------


Gilang dan Lea berada di wisata istiklal street atau yang terkenal dengan istiklal caddesi dengan jalan sepanjang 1,4 kilometer. Mereka berdua berjalan-jalan menelusuri jalanan yang di penuhi oleh dangangan, coklat, roti, pakaian, buku, musik, bioskop, cafe, restoran, galeri seni dan banyak lagi.


"Capek?" Tanya Gilang


"Lumayan"


"Mau istirahat dulu?"


Delia menganguk mereka kemudian duduk di restoran terbuka. Dan minum untuk menghilangkan dahaga.


"Aku ke toilet bentar ya kak" ucap Delia


"Mau di temanin?"


Gilang melihat di sebelahnya ada orang yang menjual buket bunga. Dia pun membeli buket bunga itu.


"Lah, kak Gilang kemana?" Ucap delia yang kembali dari toilet


"Ini untuk kamu" ucap Gilang memberi buket bunga itu dari belakang Delia sambil memeluknya


Delia mengambil bunga itu dan menciumnya


"Kamu suka?"


"Heum. Bunganya cantik"


"Kamu lebih cantik"


"Gombal"


Mereka berdua lalu tertawa bahagia


Sementara itu di lain tempat, devano dan resyah berada di BLUE MOSQUE.


Keduanya kagum Dengan interior masjid ini. Yang memiliki tidak kurang dari 20.000 keramik hasil kerajinan keramik terbaik dari daerah iznik Turki. Masjid yang bermotif daun, tulip, mawar anggur, bunga delima atau motif-motif geometris. Juga terdapat lebih dari 200 kaca hias yang di pakai untuk jendela masjid yang memberi jalan cahaya masuk dari luar.


"Indah banget kan Van, masjid ini. Ini adalah alasan kenapa aku sangat ingin ke sini dan bisa sholat di sini" ucap Delia menatap takjub masjid itu


"Benar-benar indah. Aku harap pernikahan kita akan seindah dan Sekokoh masjid ini" ucap devano


"Heum" resyah cuma berdehem


"Kita sholat magrib di sini aja, nanti baru kumpul sama mereka"


Resyah mengangguk, mereka berdua ikut sholat berjamaah di masjid itu.


Saat semua jamaah masjid pergi, meraka berdua masih tetap di sana.


"Syah, kamu nggak bakalan minta cerai lagi kan?"


"Aku nggak janji Van"


"Kenapa?"


"Sekarang, aku udah nggak bisa hamil lagi"


"Kita udah punya kayra dan keyra. Itu udah cukup buat aku Syah. Lagi pula, kamu bukannya nggak bisa hamil, dokter cuma mengatakan kecil kemungkinannya. Lagi pula, semua itu cuma Allah yang menentukannya Syah. Bukan dokter"


"Aku tahu Van, tapi tetap a...."


"Udalah Syah, nggak perlu mikirin yang kayak gituan. Kita udah ada keyra sama kita sekarang. Dengan adanya kamu dan keyra hidup aku benar-benar bahagia"


Resyah langsung memeluk devano, dimana dia masih menggunakan mukenah.


"Makasih Van....."


"Aku yang berterima kasih, karena kamu dan keyra sudah menyempurnakan hidupku. Aku sayang banget Syah sama kalian. Dan aku benaran nggak bisa, kalo tanpa kalian nantinya"


"Aku juga sayang, sayang, sayaanggg banget sama kamu dan keyra. Dari dulu, kamu selalu ada buat aku, terimakasih, terimakasih banyak. Aku nggak tahu kalo seandainya kita nggak pernah ketemu, ntah gimana jadinya aku" ucap resyah semakin memeluk erat devano


"Aku yang beruntung ketemu sama kamu dan kakek syah. Kalo nggak ada kalian, aku belum tentu bisa di sini sama kamu sekarang" ucap devano mengelus-elus kepala resyah


"Aku janji akan jadi istri dan ibu yang baik buat kamu dan keyra. Tegur aku jika ada sifat aku yang nggak mau suka, karena aku nggak bisa mengekspresikan diri"


"Aku tahu. Aku juga ya, kalo aku ada berbuat kesalahan tegur aku biar aku bisa merubahnya"


Resyah mengangguk sambil memeluk erat devano.


Ke 4 pasangan suami istri itu berkumpul di galata bridge.


Jembatan yang unik, karena memiliki cafe dan restoran yang mana pengunjung bisa menikmati pemandangan sekitar yang indah. Jembatan yang terbentang melintasi tekuk golden horn. Keindahan yang berkali-kali lipat jika di lihat di malam hari.


"Oh iya Delia, Gilang. Perusahaan yang kalian kelolah saat ini, kakak berikan ke kalian" ucap devano


"Kakak serius?" Tanya Delia


"Iya Del. Perusahaan itu resmi jadi milik devano semenjak keyra dan kayra lahir. Tapi devano ingin kalian yang mengelolah perusahaan itu" ucap resyah


"Iya, anggap aja itu kado pernikahan kalian dari kita" ucap devano


"Tapi, itu terlalu berlebihan. Kita nggak bisa Nerimanya" ucap Gilang


"Terima aja, nggak ada penolakan. Lagi pula, kalian tuh mampu kok memimpin perusahaan itu" ucap devano


"Kalo Perusahaan itu kakak kasih ke kita, terus kakak mau kerja dimana" ucap Delia


"Devano akan memimpin perusahaan utama sama aku, ya kan sayang" ucap Resyah. Devani menganguk sambil mengelus-elus rambut resyah


"Baru kali ini dengar kak resyah panggil kak devano sayang" ucap Delia


"Kamu aja yang baru dengar. Orang dia sering kok manggil sayang ke aku waktu kita cuma berdua doang" bohong devano. Padahal emang ini pertama kalinya resyah memanggilnya sayang. Dan dia yang tak bisa berkata-kata pun akhirnya hanya mengelus-elus rambut resyah


"Kalian itu udah satu tahun setengah menikah, kok malah lebih mesra dari kita yang baru nikah sih" ucap Reyhan


"Kayaknya kita harus banyak-banyak belajar nih sama senior" sahut frislya


Semua orang yang ada di sana tertawa.


"Oh iya, frislya. 2 cabang hotel yang kamu kelolah selama ini akan aku berikan ke kamu. Sementara 1 cabang hotelnya lagi aku berikan ke Delia dan Gilang sebagai kado pernikahan" ucap resyah


"Maaf bukannya menolak. Tapi, frislya akan ikut aku pindah ke new York. Jadi, dia tidak bisa mengelolah hotel itu lagi" ucap Leon


"Nggak apa-apa. Aku terima hotelnya, tapi tolong rubah nama pemiliknya jadi nama Lea dan Reyhan" ucap frislya


"Lah, kok jadi nama kita?" Sahut Lea


"Anggap saja itu kado pernikahan dari kami untuk kalian" ucap frislya


"Dan rumah peninggalan mama itu, kakak kasih ke kamu sepenuhnya ya. Kamu dan Reyhan bisa menempati rumah itu mulai sekarang" ucap Leon


"Kakak serius?" Tanya Lea yang hanya di angguki oleh Leon


"Tapi, Devano dan boss. Hadiah yang kaluan berikan itu terlalu berlebihan, aku benar-benar nggak bisa menerimanya" ucap Gilang


"Panggil kita kakak, kayak Delia. Udah satu Minggu tapi kamu belum juga terbiasa" ucap devano


"Terima aja Gilang, ini tuh demi masa depan kalian," ucap resyah


"Kalo kak Gilang nggak mau Nerimanya biar aku aja yang terima. Kan sama aja, baik aku maupun kak Gilang yang terima" ucap Delia


"Aku setuju sama pemikiran Delia" ucap frislya


"Kak Lea, kita beruntung banget punya kakak dan kakak ipar yang baik. Inimah namanya rezeki buat anak kita yang belum lahir" ucap Delia


"Gemasin banget sih" ucap Gilang mencubit pipi Delia


"Habis ini gimana kalo kita pergi umroh bareng. Mumpung belum sibuk kerja. Nanti kalo udah kerja, kita bakalan sibuk sama pekerjaan dan jarang ngumpul kayak gini lagi" ucap devano


"Ide bagus" ucap leon


"Gue setuju" sahut reyhan


Ke empat pasangan itu menceritakan kemana saja mereka berwisata dan menghabiskan waktu. Bercanda gurau dan tertawa bahagia, tanpa ada beban, dendam, dan kebencian. Yang ada hanyalah senyum dan tawa bahagia.


End_


tamat ya ceritanya para reader's ☺️


Baca juga Karya author yang berjudul"BAD GIRL" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta