COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Tidak Ingin Cerai



Bab 47


KAMAR RESYAH


"Syah, maksud kamu apa ngomong kayak tadi" ucap devano


"Kamu pasti mengerti apa maksudku"


"Kau ingin memisahkan ku dari anak kita"


"Aku akan lakukan apapun untuk menjaganya sampai lahir kedunia. Aku hanya sebatang kara di dunia ini. tapi sekarang ada dia, aku akan mengorbankan apapun untuk dia walau nyawa taruhannya"


"Aku tahu itu. Tapi kenapa harus bilang cerai sama di depan mereka"


"Karena Lea sudah mengatakan ingin mengugurkan anak ini."


"Ada aku dan kau yang menjaganya. Dia tidak bisa mengugurkan anak kita. Terlebih lagi yang hamil itu kamu bukan dia. Bagaimana mungkin dia bisa mengugurkannya"


"Aku tahu Lea itu bagaimana. Dia itu orang yang nekad. Apapun bisa dia lakukan"


"Apapun itu aku nggak setuju untuk cerai"


"Bukankah kau mencintainya"


"Aku memegang mencintainya tapi aku tidak ingin berpisah dari anakku"


"Tidak ada yang memisahkanmu. Kau bisa datang kemari untuk melihatnya"


"Tetap saja aku tidak setuju"


"Setuju tidak setuju, jika sudah saatnya, aku akan mengurus perceraian kita"


"Syah"


"Aku rasa tidak ada lagi yang perlu dibicarakan" ucap resyah lalu berbaring di kasur memunggungi devano dan mematikan lampu.


Devano pun ikut berbaring "aku tidak ingin bercerai, apa kamu ingin melihat anak kita nanti mempunyai keluarga yang tidak lengkap. Aku janji aku menjagamu dan calon anak kita Sampai dia lahir. Apa pun yang terjadi" ucap devano lalu memejamkan matanya.


KE ESOKKAN HARINYA


Resyah, Delia dan devano sedang sarapan tidak ada percakapan apapun diantara mereka. Yang ada hanya suara sendok dan garfu yang beradu dengan piring.


Beberapa saat kemudian merekapunselesai makan "Kak resyah aku sudah membuatkan susu hangat untuk kakak dihabiskan ya. Mama menyuruh kalian untuk ikut kelas ibu dan anak" ucap Delia memecahkan keheningan.


"Aku tunggu kalian di mobil" ucap resyah lalu beranjak pergi


"Kak, apa kalian benar-benar akan bercerai jika anak kalian lahir nanti"


"Kakak juga nggak tahu. Tapi sepertinya resyah sangat ingin bercerai"


"Terus bagaimana"


"Kita lihat aja nanti" ucap devano lalu menyudahi makannya dan beranjak pergi


"Aku nggak bakalan biarin itu terjadi. Aku harus beritahu kak Gilang dan minta bantuan dia untuk masalah ini. Dan untuk kak Lea, kau lihat saja aku akan buat perhitungan padamu. Karena telah merusak keharmonisan rumah tangga kakakku"


Resyah, devano dan Delia berangkat bekerja. Diperjalanan hanya ada keheningan. Tidak satupun dari mereka yang berbicara. Ketiganya larut dalam pemikiran masingmasing.


Devano menghentikan mobil di depan perusahaan resyah. Resyah turun dari mobil dan langsung masuk ke perusahaan tanpa sepatah katapun. "Kak, ingat bujukkin kak resyah supaya mau ikut kelas mom and baby" ucap Delia lalu turun dari mobil.


Devano pun melajukan mobilnya menuju perusahaannya.


RUANGAN REYHAN


Delia, Reyhan dan Gilang sedang berbincang-bincang mengenai masalah devano dan resyah.


"Kak gilang, apa kak Rey sudah menceritakan ke kakak apa yang terjadi tadi malam"


"Iya kak Rey sudah cerita semuanya"


"Terus bagaimana dong, aku nggak mau mereka berpisah. Aku nggak nyangka sekalipun mereka punya anak mereka akan tetap berpisah. Itu artinya rencana kita dulu nggak ada gunanya"


"Ya mau bagaimana lagi. Itu sudah keputusan dari boss"


"Pokoknya kak Gilang harus bantuin aku. Bagaimanapun caranya"


"Apa yang bisa Ku bantu jika sudah begini. Aku tidak bisa berbuat apapun"


"Bagaimana kalau kita ceritakan masalah ini pada kak Leon. Biar dia yang ngurusin kak Lea. Dengan begitu nggak ada penghalang lagi antara kak devano dan kak resyah"


"Itu justru membahayakan"


"Maksud kakak"