COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
BAB 135



Delia dan Gilang berada di tokoh es cream. Delia bingung mau beli es cream yang mana, karena dia menyukai semua jenis es cream.


"Duhh, pilih yang mana ya"


"Kamu paling suka yang mana?"


"Semuanya. Makanya aku bingung mau pilih yang mana"


"Satu aja. Tadi udah makan yang manis-manis, Sekarang es cream"


"Makanya aku bingung pilih yang mana"


"Yaudah pilih aja satu. Lain kali, aku temanin lagi deh beli es creamnya"


"Gimana kalo pas gajian aja. Kakak yang traktir" ucap Delia, lalu mengambil satu es cream


"Nggak nunggu gajian juga, kalo cuma buat traktir kamu es Cream mah uangnya ada. Asal nggak minta di beliin mobil atau rumah aja" Ucap Gilang tekekeh. mereka berdua lalu tertawa, lalu kembali ke tempat semula.


"Ada apa nih, kok kayaknya senang banget" ucap resyah yang melihat keduanya masih senyum-senyum.


"Nggak ada apa-apa kok" ucap Gilang mendatarkan wajahnya.


"Udahkan? Yok, pulang. Keburu dingin lho makanannya" ucap devano


"Tapi, kayaknya nyampe rumah makannya juga bakal dingin" ucap Delia


"Gimana kalo kita cari tempat, terus makan sama-sama" ucap resyah


"Seru tuh kayaknya"


"Ini tuh udah malam. Mau cari tempat makan dimana coba. Emang ada yang mau nampung kita buat numpang makan" ucap devano


"Kita makan di sini aja. Pasang karpet, biar kayak piknik gitu lho. Kan seru piknik di tengah pasar malam kayak gini" ucap Delia


"Mana ada piknik di malam hari Del" ucap Gilang


"Karena nggak ada, makanya kita Adain"


"Terus mau cari karpet dimana?" Ucap devano


"Tadi, aku liat ada yang jual karpet, biar aku aja yang beli. Ayo kak Gilang temani aku" ucap Delia menarik tangan Gilang


"Kamu yakin Syah, mau makan di tempat kayak gini. Banyak orang lho di sini"


"Yakin Van, kalo makannya di mansion, Yang ada makanannya udah keburu dingin"


Mereka berempat duduk di tengah-tengah keramaian, menikmati makanan mereka. Dan melihat-lihat sekeliling mereka banyaknya orang yang sedang bersenang-senang.


Dari kejauhan, tanpa mereka sadari. seorang wartawan terus memotret apa yang mereka lakukan.


Devano dan resyah sibuk memakan jagung. Sedangkan Delia menekan es creamnya dan Gilang sibuk melihat-lihqt sekelilingnya, untuk menutupi kecanggungannya.


"Kalian teruskan saja makannya. Aku pamit pulang duluan" ucap Gilang


"Lho kamu kan belum makan apapun Lang. Udah di sini aja, lagian di apartemen juga kamu sendirian" ucap resyah


"Iya kak, kak Rey kak juga nggak ada. Ngapain pulang cepat-cepat. Udah makan nih, jagungnya, kakak kak yang tadi beli, masa kakak sendiri yang nggak makan" ucap Delia meletakkan jagung bakar di tangan gilang.


"Iya lang. Makan aja dulu" ucap devano


Gilang akhirnya, tidak jadi pulang. Resyah selesai makan jagung dan ingin memakan makanan lainnya.


Saat resyah ingin mengambil sepotong martabak, devano mencegahnya.


"Kenapa?"


"Tangan kamu kotor Syah"


Resyah melihat kedua telapak tangannya, yang hanya kotor sedikit terkena bekas kecap.


"Kotor dikit, nggak apa-apa lah" ucap resyah kekeh ingin mengambil sepotong martabak.


Lagi-lagi devano mencegahnya, sambil menggeleng-gelengkan kepala.


Resyah mengerutkan keningnya, bingung.


"Del, ada tisu?"


"Ada kak" ucap Delia lalu mengambil tisu dari dalam tasnya dam memberikannya pada devano


"Ini Kak"


Devano mengambil tisu itu, kemudian mengelap kedua tangan resyah dan bibirnya.


Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️


DAN jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "COLD CEO IN LOVE" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta🙏🏻☺️