
Bab 124
"Oke,.aku ngaku. Memang aku yang ngelakuin itu. Tapi, aku melakukan itu karena sakit hati kak"
"Aku tidak membutuhkan pengakuanmu Lea. Jika sesuatu terjadi pada resyah dan anaknya, maka kau bersiap-siap saja mendekam di penjara. Dan jika kau masih berani membuat video-video yang tak bermoral itu, tunggu saja kehancuranmu. Karena devano akan membongkar semua kelakuan burukmu di depan media. Aku tidak akan menolongmu apapun. Dan jika sesuatu hal buruk terjadi padamu, aku akan memutuskan tali persaudaraan kita"
"Tega kakak memutuskan persaudaraan denganku. Hanya demi mereka. Aku ini adik kakak satu-satunya"
"Kau yang membuat masalah ini terjadi, jadi kau harus menanggung resikonya sendiri. Kakak benar-benar kecewa padamu ya, kakak menuruti semua permintaanmu dan mengantikan posisi mama dan papa dalam hidupmu. Begini balasanmu pada kakak"
"Kak..."
"Kau tahu ya, resyah benar-benar berada di ujung maut sekarang. Dokter mengatakan devano harus memilih menyelamatkan hidup resyah tetapi bayinya meninggal atau menyelamatkan resyah dengan mengorbankan bayinya. Dan kau tahu apa yang resyah pilih, dia lebih memilih melahirkan bayinya yang berusaha kau lenyapkan itu dan mempertaruhkan kehidupannya. Ini kan yang kau mau? Kau berharap jika resyah meninggal kau bisa menikah dengan devano begitu? Jangan harap ya, karena devano terlihat jelas sangat mencintai resyah. Dan jika resyah matipun kau tidak akan bisa menempati hatinya walau seujung kuku"
"Kak, aku hanya ingin menggugurkan kandungan resyah. Aku tidak pernah berpikir untuk mencelakai nyawa resyah"
"Itu sama saja Lea! Seorang ibu akan menjaga anaknya sebisa mungkin walau nyawa taruhannya. Niatmu untuk mengugurkan kandungan resyah saja itu sudah salah, makanya sebelum bertindak itu pikirkan dulu resikonya. Sekarang, jika resyah melahirkan dan sesuatu yang buruk terjadi padanya. Kau ingin anaknya juga merasakan hal yang sama sepertimu, tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ibu begitu" ucap Leon penuh penekanan
"Nggak kak, aku nggak bermaksud begitu" ucap Lea memegang tangan Leon. Namun, Leon menepisnya.
"Sekarang bantu dirimu sendiri. Berbuatlah sesukamu. Aku tidak akan mempedulikanmu lagi" ucap Leon beranjak pergi. Dia menutup kasar pintu kamar Lea.
Lea mengikutiku Leon ke kamar Leon.
"Kak, kenapa kau memasukkan pakaianmu ke dalam koper" ucap Lea. Namun Leon tidak menjawabnya
"Kak jawab aku!" Teriak Lea
Lagi-lagi Leon tidak menanggapinya.
Saat Leon memasukkan baju-bajunya dalam koper Lea malah mengeluarkan baju-baju itu.
"Kakak nggak boleh pergi" ucapnya terisak. Karena baru kali ini Leon benar-benar marah padanya.
Leon menghampaskan kopernya ke lantai dan menendang koper itu karena kesal dan menahan amarah. sehingga pakaian yang ada di dalam koper itu berceceran di lantai.
Lea terkejut melihat kemarahan kakaknya itu.
Leon mengambil semua barang-barang Lea yang dia sita pagi tadi dan melemparnya ke atas ranjang.
"Aku kembalikan semua pasilitasmu. Aku tidak akan memblokir ATM mu, tapi aku juga akan berhenti mengirimkan uang bulanan untukmu. Mulai Sekarang urusi hidupmu sendiri. Dan apapun yang terjadi jangan datang untuk mencariku. Karena selama ini kau juga tidak pernah datang untuk menemuiku. Maka, jangan pernah lakukan itu. Lakukan apa yang menurutmu benar. Tapi ingat, kau harus menanggung resiko dari setiap tindakan yang kau lakukan"
Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️ dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul BAD GIRL dan SILENT DEADLY ya reader's tercinta 🙏🏻☺️