
Bab 115
Satu jam lebih resyah di periksa. Sementara devano, defra, Sarah, Delia, Gilang, Reyhan dan Leon menunggu di luar, dengan perasaan khawatir.
Dokter viola selaku dokter pribadinya resyah, keluar memanggil devano.
"Devano, masuklah. Ada sesuatu yang harus kita bicarakan" ucap dokter viola, kemudia bernajak masuk kembali ke ruangan resyah.
"Cepat devano masuk. Istri kamu mungkin membutuhkan kamu" ucap Sarah
"Tapi, resyah nggak apa-apa kan mah" ucap devano yang ragu untuk memasuki ruangan resyah. Dia takut akan mendengar kabar buruk nantinya
"Masuklah kau akan tahu nanti" ucap defra
Devano lalu masuk ke ruangan resyah.
"Apa yang terjadi dengan resyah dok"
"Kamu tanda tangani ini. Kita harus mengeluarkan janin resyah sekarang"
"Apa!"
"Ya devano. Aku sudah memeriksa vitamin yang kau berikan. Itu bukan vitamin, melainkan obat penggugur kandungan"
"Nggak mungkin dok. Aku sendiri yang membelinya sesuai dengan resep dokter"
"Obat itu memang mirip dengan vitamin resyah. Tapi sudah jelas itu bukan vitamin yang saya maksud. Dan di tablet obat itupun ada nama apotiknya, yang mana apotiknya berbeda dengan apotik yang saya maksud"
"Tapi saya benar-benar membeli di apotik itu dok"
"Kemungkinan besar obat itu di tykar oleh seseorang"
Devano mengingat- ingat kembali, dan dia teringat hati di mana dia membeli vitamin itu dan Lea yang bertanya mengenai vitamin itu.
"Ini pasti ulah Lea" batin devano
"Apa calon bayi kami benar-benar tidak bisa di selamatkan dok"
Devano dengan ragu-ragu menandatangani kertas yang di berikan dokter viola.
Saat baru ingin menandatangani surat persetujuan itu, resyah yang sedari tadi tersadar dan mendengarkan semua pembicaraan mereka malah merebut surat itu dan merobek-robeknya.
"Syah" ucap devano
"Apa yang kamu lakuin Van. Kamu ingin membunuh anak kita hah" teriak resyah.
"Nggak gitu Syah. Tapi, ini demi keselamatan kamu"
"Iya Syah, ini semua demi kebaikan kamu"
Resyah langsung berlari keluar ruangan itu, sambil terus memegangi perutnya. Dia yang trauma rumah sakit merasakan sesak di dadanya.
Semua orang yang ada di luar pun kaget melihat resyah yang berlari keluar ruangan dan devano serta dokter viola yang mengejarnya. Smeua orang pun mengikuti mereka.
Karena keadaannya resyah yang lemah, dia terjatuh terduduk ke lantai dengan deraian air mata. Dia ingin secepatnya pergi dari rumah sakit dan ingin menyelamatkan bayi dalam kandungannya.
Melihat resyah terduduk di lantai, sambil menangis devano pun langsung memeluknya. Tapi resyah malah mendorong tubuh devano menjauh darinya.
"Jangan dekat-dekat. Pergi kalian semuanya dari hadapanku" teriak resyah
"Syah jangan gini. Please, ini demi kebaikan kamu" ucap devano yang juga sudah mengeluarkan air mata tidak tega melihat resyah seperti sekarang. Hatinya juga sakit, saat harus merelakan bayi yang di tunggu-tunggu kelahirannya malah harus di gugurkan
"Kau dengar, aku lebih baik mati dari pada harus mengorbankan bayi dalam kandunganku ini"
"Syah, please jangan keras kepala seperti ini"
"Kenapa kau sangat ingin melenyapkan anak ini, apa karena kau ingin menikahi Lea Van, iya?. Aku sudah pernah bilang ke kalian, aku bisa membesarkan anakku sendiri"
"Nggak syah. Aku nggak ada hubungan apa-apa lagi sama Lea. Tapi, jika kita menyelamatkan kandunganmu maka aku harus merelakan kepergianmu nantinya. Aku nggak mau Syah, kehilangan kamu. Please, sekali ini aja ngertiin aku. Ini demi kebaikan kamu Syah"
Baca terus kelanjutan ceritanya ya ☺️
Dan jangan lupa baca juga Karya author yang berjudul "BAD GIRL" dan "SILENT DEADLY" ya reader's tercinta 🙏🏻☺️