COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
BAB 136



Bab 136


Di lain tempat, Leon kembali ke rumahnya yang di tempati Lea selama ini. Pencariannya tidak ada hasil sama sekali.


Leon merebahkan tubuhnya di sofa sambil memijat-mijat alisnya "Dimana kamu sebenarnya ya" gumamnya.


------------


Sementara itu, di bagian lain negara Reyhan sibuk menyelesaikan permasalah di berbagai cabang perusahaan di sana.


Reyhan baru selesai bertemu dengan salah satu rekan kerjanya di salah satu restoran terkenal di Perancis.


Saat ingin masuk ke mobil, Reyhan melihat seseorang yang mirip dengan Lea.


"Kayak Lea? Apa itu emang benar Lea?" Gumam Reyhan.


Saat sosok perempuan itu masuk ke taksi, Reyhan pun mengikutinya.


Tibalah mereka di salah satu hotel. Reyhan turun dari mobil dan terus mengikuti perempuan itu.


"Aku yakin nggak salah ngenalin orang. Dia pasti Lea" ucap Reyhan.


Karena wanita yang mirip dengan Lea itu memakai masker dan topi, Reyhan memilih untuk memastikan apakah itu lea atau bukan.


Saat perempuan itu sampai di depan kamar hotelnya. Reyhan mengenggam pergelangan tangannya "Lea?" Ucapannya.


Wanita itu agak terkejut kemudian berucap


"Lea,


Who is he? You seem to have the wrong person"


(Lea, siapa dia? Sepertinya anda salah orang)


"Jangan bohong Lea, aku tahu itu kamu"


"What are you talking about, let me go or l'll scream"


(Apa yang anda bicarakan, lepaskan saya atau saya akan teriak)


"Berhentilah berpura-pura, aku tahu itu kamu"


"I don't understand what you're talking about"


(Saya tidak mengerti apa yang anda bicarakan"


"Lea...!!" Ucap Reyhan dengan nada agak tinggi


Wanita itu, yang sebenarnya memang Lea, terkejut mendengar bentakan dari Reyhan. Karena selama dia mengenal Reyhan, dia tidak pernah melihat Reyhan marah atau bicara dengan nada tinggi.


"ARE YOU CRAZY!"


(apa kamu gila!?)


"Stop Lea Berhentilah berpura-pura" ucap Reyhan kemudian menarik masker Lea.


"Benarkan, itu kamu"


"Seharusnya aku yang nanya kenapa kamu kabur"


"Siapa yang kabur, gue ke sini cuma buat liburan"


"Liburan kamu bilang? Kakak kamu di sana, nyariin kamu 24 jam sejak kamu nggak bisa di hubungi"


"Gue nggak peduli! Dia sendiri yang mutusin hubungan dengan gue. Sekarang lho pergi dari sini, gue nggak mau lihat satu orang pun di antara kalian. Gue benci kalian semua. LHO NGERTI!" ucap Lea menghempaskan tangannya, kemudian masuk ke kamarnya.


Lea buru-buru menutup pintu, namun gerakannya kalah cepat dari Reyhan. Akhirnya Reyhan pun ikut masuk ke kamar Lea.


"Ngapain lho ikut masuk! Pergi nggak lho sekarang!" Usir Lea


"Aku haus, tolong ambilin minum dong" ucap Reyhan duduk di sofa


"He' lho itu nggak di undang ya. Pake acara minta minum segala, PERGI!"


"Sekalian makanannya ya. Lapar aku abis ketemu klien"


"Gue baru tahu, sifat lho yang sebenarnya. Keliatannya aja baik, tapi aslinya nggak ada sopan santun, plus nggak tahu malu"


"Makasih" ucap Reyhan tersenyum manis.


Meskipun kesal, Lea akhirnya mengambil air untuk Reyhan.


"Nih, cuma ada minuman doang. Makanan nggak ada, lho tau sendirikan kalo gue nggak bisa masak"


"Kalo nggak bisa ya belajar lah" ucap Reyhan meneguk airnya


"Lho kira belajar itu mudah hah"


"Kalo ada niat, ya pasti bisalah. Oh iya, kamu bisa masak apa aja"


"Masak air, PUAS!"


"Goreng telur, atau masak mie instan bisa"


"Ya nggak lah"


"What! Hal segampang itu aja kamu nggak bisa"


"Kenapa? Salah? Kayak lho bisa masak aja"


"Siapa bilang nggak bisa"


"Alahh palingan cuma ngomong doang kan?"


"Nggak percaya? Mau di buktiin?"


"Sebelum gue lihat langsung, gue nggak bakalan percaya"


"Di dapur lho, ada bahan makanan nggak"


"Ya nggak lah, buat apa beli bahan makanan kalo nggak bisa masak, aneh lho"