COLD CEO IN LOVE

COLD CEO IN LOVE
Penawaran



Bab 52


"dan untuk kamar, semua sandi di mansion bawah ini 8543. Kalian bisa memilih kamar manapun dilantai satu ini dan kalian bisa melaku apapun yang kalian mau disini. Tapi tidak untuk lantai 2"


"Disini banyak kamar, kenapa kau dan devano tinggal sekamar" ucap lea


"Karena hanya dua kamar yang telah dipersiapkan semenjak kita pindah. Dan Delia menempati kamar yang satunya lagi"


"Kalo gitu kalian tidak boleh lagi tinggal satu kamar"


"Apa-apaan kau ini. Mereka suami istri sudah sepantasnya mereka satu kamar" ucap Delia


"Oke. Devano akan pindah ke lantai satu"


"Syah" ucap devano


"Itu saja yang ingin aku katakan pada kalian. Oh iya, Gilang, Reyhan dan Delia kalian tidak perlu masuk kerja besok aku sudah mengerjakan sebagian pekerjaan kalian. Besok kalian mulailah merenovasi restoran, cari karyawan, dan lain sebagainya. Aku beri kalian waktu satu Minggu untuk mengurus restoran. Setelah satu Minggu kembalilah keperusahaan"


"Kau yakin meliburkan kami bertiga secara bersamaan" ucap Reyhan


"Boss, kau tidak perlu mengerjakan pekerjaan kami. Kami bisa menyelesaikannya walaupun tidak masuk kantor"


"Aku hanya ingin kalian fokus kerestoran. Dan aku ingin setelah satu Minggu semuanya sudah selesai"


"Tapi kak kita nggak harus buru-buru merenovasinya secepat ini. Bahkan merenovasi dan mencari orang itu butuh waktu yang lama"


"Kalian tiga orang. Aku rasa waktu satu Minggu itu sudah lebih dari cukup untuk kalian. Dan gilang ikut aku" ucap resyah lalu beranjak pergi


Menaiki tangga Gilang pun mengikuti.


Setelah sampai di depan kamarnya resyah berhenti berjalan dan bercakap-cakap dengan Gilang.


"Ada apa boss. Apa ada masalah"


"Ah tidak. Kamu bisa memanggilku dengan nama jika diluar perusahaan. Aku ingin menawarkan sesuatu padamu"


"Sesuatu"


"Apa?kenapa?"


"Aku dengar dari Reyhan kau bisa mengurus hotel. Aku punya 3 cabang hotel, karena pekerjaan kantor aku tidak bisa mengurusnya, dan aku ingin kau yang mengurusnya.Dengan begitu kau tidak perlu lagi menjadi sekretarisku ataupun asisten pribadiku"


"Tapi boss, kak reyhan jauh lebih berpengalaman dari pada aku. Kenapa tidak suruh dia saja"


"Dia sudah memiliki banyak pekerjaan, menjadi maneger di kantor, memimpin 2 cabang hotel, harus mengajari Delia bisnis, dan dia juga lagi belajar mendalami tentang bisnis restoran. Selain reyhan hanya kau yang aku percaya"


"Tapi aku tidak mau keluar dari perusahaan"


"Please, jangan menolak. Jabatanmu akan tinggi jika kau mengurus hotel. Kau akan menjadi pemimpinnya"


"Ini bukan soal jabatan. Aku tidak ingin meninggalkan perusahaan karena aku suka bekerja disana bersama kalian. Aku akan mengurus hotel tapi tidak untuk meninggalkan perusahaan"


"Apa kau yakin bisa melakukan 2 hal dalam waktu yang bersamaan"


"Kak Reyhan bahkan bisa melakukan banyak pekerjaan dalam waktu yang bersamaan kenapa aku tidak. Ini hanya tentang mengatur waktu yang tepat saja. Aku bahkan masih bersedia menjadi asisten pribadimu. Aku belum melakukan satu hal apapun sebagai asistenmu tapi kau sudah memecat ku"


"Jika kau melakukan tiga pekerjaan sekaligus, maka kau akan kewalahan nanti"


"Aku belum mencobanya. Jadi kita belum tahu hasilnya. Jika memang aku tidak bisa melakukan ketiganya dengan baik maka aku akan memilih salah satunya"


"Baiklah terima kasih Gilang. Maaf karena harus merepotkanmu"


"Kau tidak merepotkanku sama sekali. Ini pekerjaanku dengan senang hati aku akan melakukannya."


"Baiklah. Karena kalian adalah tamuku di sini, ini kartu akses 2 kamar sebelah kanan ruang utama. Berikan satunya lagi pada Reyhan"


"Terimakasih boss. Oh iya, di sini ada lift kenapa kita tidak naik lift saja tadi untuk kesini"


"Tidak ada yang boleh menaiki lift itu"


"Baiklah aku mengerti"